Survei: Suara Demokrat dan PKS Jeblok karena Korupsi

Kompas.com - 19/12/2013, 16:25 WIB
Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan pemeriksaan di kantor DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Jalan TB Simatupang, Jakarta Selatan, Rabu (15/5/2013). Kedatangan KPK untuk menyita enam mobil yang diduga terkait kasus korupsi impor daging sapi. KOMPAS IMAGES / VITALIS YOGI TRISNAPenyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan pemeriksaan di kantor DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Jalan TB Simatupang, Jakarta Selatan, Rabu (15/5/2013). Kedatangan KPK untuk menyita enam mobil yang diduga terkait kasus korupsi impor daging sapi.
Penulis Ihsanuddin
|
EditorCaroline Damanik

JAKARTA, KOMPAS.com
— Suara Partai Demokrat dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) pada Pemilu Legislatif (Pileg) 2014 diprediksi turun drastis dari Pileg 2009 lalu. Jebloknya perolehan suara itu disebabkan oleh kasus korupsi yang menerpa kedua partai tersebut. Hal tersebut terlihat berdasarkan survei Pol-Tracking Institute yang dirilis di Jakarta, Kamis (19/12/2013).

Dalam survei itu, Demokrat hanya berada di posisi ketiga dengan perolehan angka sebesar 8,80 persen. Urutan pertama dan kedua ditempati PDI-P (18,50 persen) dan Partai Golkar (16,90) persen.

HENDRA A SETYAWAN Partai Demokrat

"Padahal, pada Pemilu 2009 lalu Partai Demokrat menjadi pemenang dengan suara 20,8 persen," kata peneliti Pol-Tracking Institute, Aria Budi, saat memaparkan temuan surveinya.

Hal serupa terjadi pada PKS. Berdasarkan hasil survei, PKS berada di urutan terbawah dengan persentase 2,90 persen. PKS hanya unggul dari empat partai lainnya, yakni Nasdem (2,10 persen), PAN (2,00 persen), PBB (0,70 persen), dan PKPI (0,10 persen). Padahal, pada Pemilu 2009 lalu, PKS mendapatkan suara 7,9 persen.

Direktur Pol-Tracking Institute Hanta Yudha AR memprediksi, merosotnya elektabilitas kedua partai ini disebabkan karena berbagai kasus korupsi yang merundung Demokrat dan PKS.


Seperti diketahui, Demokrat ramai diberitakan media karena kasus korupsi dalam proyek Hambalang. Sementara PKS juga dirundung kasus korupsi impor daging sapi.

"Faktor korupsi ini memang sekarang sudah menjadi faktor yang sangat dipertimbangkan oleh masyarakat," kata Hanta.

Survei ini dilakukan dengan metode wawancara tatap muka menggunakan kuesioner. Jumlah sampel adalah 2.010 warga dari semua provinsi di Indonesia yang telah berusia 17 tahun dan bukan anggota TNI/Polri. Survei dilakukan dengan margin of error 2,19 persen pada tingkat kepecayaan 95 persen. Survei dilaksanakan pada rentang waktu 13 September 2013 hingga 11 Oktober 2013.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X