Diduga Lakukan Penipuan, Politisi PAN Dilaporkan ke Bareskrim

Kompas.com - 30/08/2013, 13:39 WIB
Direktur Utama PT Bumi Energi Kaltim, Jamaludin (tengah), bersama dua kuasa hukumnya Mansur Munir (kiri) dan Arfa Gunawan di Bareskrim Polri, Jumat (30/8/2013). Jamaludin melaporkan anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi PAN, Andi Azhar Cakra, atas kasus dugaan penipuan jual beli akta perusahaan. kompas.com/dani prabowoDirektur Utama PT Bumi Energi Kaltim, Jamaludin (tengah), bersama dua kuasa hukumnya Mansur Munir (kiri) dan Arfa Gunawan di Bareskrim Polri, Jumat (30/8/2013). Jamaludin melaporkan anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi PAN, Andi Azhar Cakra, atas kasus dugaan penipuan jual beli akta perusahaan.
Penulis Dani Prabowo
|
EditorInggried Dwi Wedhaswary

JAKARTA, KOMPAS.com — Anggota Komisi III DPR RI, Andi Azhar Cakra, dilaporkan ke Badan Reserse Kriminal Polri oleh Direktur Utama PT Bumi Energi Kaltim Jamaludin. Politisi Partai Amanat Nasional itu dilaporkan atas dugaan penipuan jual beli akta perusahaan milik Jamaludin.

"Saya datang ke sini untuk melaporkan mengenai penipuan. Saya merasa menjadi korban di sini. Dalam hal proses kepemilikan company (perusahaan) saya, oleh seseorang, artinya saya merasa ada indikasi penggelapan di sini," kata Jamaludin di Bareskrim Polri, Jakarta, Jumat (30/8/2013).

Kuasa hukum Jamaludin, Mansur Munir, menjelaskan, kasus ini berawal ketika kliennya menjual saham perusahaan miliknya senilai Rp 31 miliar kepada Andi Azhar. Kemudian, disepakati sebagai tanda jadinya bahwa Andi Azhar diwajibkan membayar uang muka sebesar Rp 5 miliar.

"Sebagai penggantinya, klien saya menitipkan akta perusahaan miliknya kepada Saudara Andi Azhar. Namun di dalam perjanjiannya, akta ini hanya dititipkan dan tidak dapat diubah," katanya.

Akan tetapi, lanjut Mansur, Andi Azhar membawa akta tersebut ke notaris untuk mengubah nama kepemilikan. Menurut Mansur, Andi melakukan perubahan tersebut sebelum melunasi seluruh uang pembayaran sebagaimana yang ditentukan.

"Klien saya tidak pernah hadir dalam RUPS (rapat umum pemegang saham). Dia bilang ke notarisnya atas perintah beliau (Jamaludin)," katanya.

Atas perbuatan Andi, Mansur mengatakan bahwa kliennya mengalami kerugian sebesar Rp 26 miliar. Ia menambahkan, kasus ini telah dilaporkan ke Bareskrim Polri dengan nomor laporan LP 722/VIII/1013.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X