Tak Akan Ikuti Pilpres Lagi, Presiden: Alhamdulillah...

Kompas.com - 16/08/2013, 10:51 WIB
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyampaikan sikap Indonesia atas aksi kekerasan yang berkecamuk di Kairo, Mesir, sejak Rabu (14/8/2013). Pernyataan disampaikan Presiden di Istana Negara, Jakarta, Kamis (15/8/2013). KOMPAS.COM/Sandro GatraPresiden Susilo Bambang Yudhoyono menyampaikan sikap Indonesia atas aksi kekerasan yang berkecamuk di Kairo, Mesir, sejak Rabu (14/8/2013). Pernyataan disampaikan Presiden di Istana Negara, Jakarta, Kamis (15/8/2013).
Penulis Sandro Gatra
|
EditorCaroline Damanik


JAKARTA, KOMPAS.com —
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyinggung masalah Pemilu Presiden dan Wakil Presiden 2014 dalam pidato kenegaraannya dalam menyambut HUT Ke-68 Republik Indonesia di sidang paripurna bersama Dewan Perwakilan Rakyat dan Dewan Perwakilan Daerah di Gedung Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (16/8/2013 ). Awalnya, Presiden menyatakan harapannya terhadap penyelenggara pemilu dan partai politik untuk bertanggung jawab dan bersama meningkatkan kualitas demokrasi di Indonesia.

Presiden kemudian mengucapkan syukur ketika menyebutkan bahwa dirinya sebagai calon petahana atau incumbent tidak akan lagi mengikuti pilpres mendatang.

"Kita juga akan lakukan pilpres. Kali ini tidak diikuti incumbent. Alhamdulillah," kata Presiden diikuti tepuk tangan ratusan anggota DPR dan DPD RI.

Presiden mengatakan, setidaknya ada 40-an bakal capres atau cawapres yang beredar di media massa. Sebagian merupakan wajah baru. Semuanya, kata SBY, menyiratkan hasrat kuat untuk memberikan yang terbaik bagi negeri ini.


Presiden meminta semua calon untuk mempersiapkan diri dengan sebaiknya. Presiden meminta mereka aktif menjelaskan kepada rakyat tentang visi dan misi serta solusi menyelesaikan persoalan bangsa yang kompleks.

Rakyat, kata Presiden, harus dipastikan memiliki informasi yang cukup untuk menilai para calon pemimpin. Perlu dipastikan juga semua tahapan pilpres nanti berlangsung tertib dan transparan.

"Biarkan rakyat yang memiliki kedaulatan untuk memilih pemimpin mereka. Pada akhirnya, kita harus menghormati pilihan mereka. Dalam demokrasi, rakyat yang tentukan, bukan sekelompok kalangan, baik pihak-pihak yang berkuasa maupun para pengamat dan insan pers," kata Presiden.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jokowi Ancam Tarik Sertifikat Perhutanan Sosial jika Lahan Tak Dikelola

Jokowi Ancam Tarik Sertifikat Perhutanan Sosial jika Lahan Tak Dikelola

Nasional
Sohibul Iman: Pak Prabowo Bilang ke Saya, Kawan Lama Jangan Ditinggalkan...

Sohibul Iman: Pak Prabowo Bilang ke Saya, Kawan Lama Jangan Ditinggalkan...

Nasional
Ramai Dikritik, PKS Sebut RUU Ketahanan Keluarga demi Generasi yang Lebih Baik

Ramai Dikritik, PKS Sebut RUU Ketahanan Keluarga demi Generasi yang Lebih Baik

Nasional
Istana Bantah Akan Ada Reshuffle Kabinet

Istana Bantah Akan Ada Reshuffle Kabinet

Nasional
Kejagung Deteksi Aset Para Tersangka Kasus Jiwasraya di Singapura dan Eropa

Kejagung Deteksi Aset Para Tersangka Kasus Jiwasraya di Singapura dan Eropa

Nasional
Polda Papua Diduga Lakukan Obstruction of Justice dalam Penanganan Peristiwa Paniai, Polri Tunggu Laporan Komnas HAM

Polda Papua Diduga Lakukan Obstruction of Justice dalam Penanganan Peristiwa Paniai, Polri Tunggu Laporan Komnas HAM

Nasional
Sabtu, Masyarakat Aceh Akan Serahkan Sejumlah Rekomendasi Akademik ke Presiden Jokowi

Sabtu, Masyarakat Aceh Akan Serahkan Sejumlah Rekomendasi Akademik ke Presiden Jokowi

Nasional
Adik Mentan Dapat Rekomendasi PAN Sebagai Bakal Calon Wali Kota Makassar

Adik Mentan Dapat Rekomendasi PAN Sebagai Bakal Calon Wali Kota Makassar

Nasional
Kejagung Periksa 13 Orang yang Keberatan Rekening Efeknya Diblokir

Kejagung Periksa 13 Orang yang Keberatan Rekening Efeknya Diblokir

Nasional
Pemerintah Ingin Capai 4 Fokus Lewat Komite Ekonomi dan Keuangan Syariah

Pemerintah Ingin Capai 4 Fokus Lewat Komite Ekonomi dan Keuangan Syariah

Nasional
Sabtu Besok, Jokowi Dijadwalkan Makan Bersama Ribuan Warga Aceh di Kenduri Kebangsaan

Sabtu Besok, Jokowi Dijadwalkan Makan Bersama Ribuan Warga Aceh di Kenduri Kebangsaan

Nasional
Pilkada 2020 Tingkat Kabupaten/Kota, 160 Paslon Berpotensi Maju Jalur Independen

Pilkada 2020 Tingkat Kabupaten/Kota, 160 Paslon Berpotensi Maju Jalur Independen

Nasional
Wapres Ma'ruf Amin Sebut Pemerintah Terus Berupaya Perbaiki Kesejahteraan Guru

Wapres Ma'ruf Amin Sebut Pemerintah Terus Berupaya Perbaiki Kesejahteraan Guru

Nasional
Soal Ketahanan Keluarga, Ma'ruf: Apakah Harus Diselesaikan dengan Undang-undang

Soal Ketahanan Keluarga, Ma'ruf: Apakah Harus Diselesaikan dengan Undang-undang

Nasional
Kemenkes Sebut 3 WNI di Wuhan Sudah Sehat dan Ingin Pulang

Kemenkes Sebut 3 WNI di Wuhan Sudah Sehat dan Ingin Pulang

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X