Kompas.com - 01/08/2013, 16:34 WIB
Pesta pernikahan tak harus sama dengan kebanyakan orang. SHUTTERSTOCKPesta pernikahan tak harus sama dengan kebanyakan orang.
EditorInggried Dwi Wedhaswary

Pertanyaan:
Assalamu'alaikum

Suami kakak saya beragama Kristen, tetapi anak-anaknya ikut ibunya yang beragama Islam. Ketika keponakan perempuan hendak menikah, KUA tidak mengizinkan abang laki-lakinya (Muslim) menjadi wali. Padahal, menurut penafsiran kami, abangnya boleh menjadi wali. Apakah tindakan KUA tersebut bisa dibenarkan? Terima kasih.

Anita, 46 tahun

Jawaban:
Wa'alaikumsalam Wr Wb

Saudara Anita,
Seorang Muslim tidak boleh mengambil wali dari non-Muslim, sebagaimana telah disebutkan dalam ayat berikut, ”Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang  kafir menjadi wali dengan meninggalkan orang-orang mukmin. Inginkah kamu mengadakan alasan yang nyata bagi Allah (untuk menghukummu)?”( QS An-Nisa:144).

Wali dalam ayat ini secara khusus diartikan sebagai wali nikah atau wali dalam arti umum, yaitu pihak yang bertanggung jawab terhadap kehidupan kita, seperti pemimpin pemerintahan. Pernikahan adalah ibadah dan dalam hal-hal yang lingkupnya ibadah, seorang Muslim putus hubungannya dengan non-Muslim walaupun mereka memiliki pertalian darah.

Sebagai contoh, putusnya hubungan ini diperlihatkan oleh Rasulullah SAW dalam hadis, diriwayatkan dari Usamah bin Zaid RA bahwa Nabi SAW bersabda, ”Seorang Muslim tidak mewarisi seorang kafir dan seorang kafir tidak mewarisi seorang Muslim.” (HR Bukhari).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dalam Islam, ayah non-Muslim tidak harus mewariskan hartanya kepada anak-anaknya yang Muslim. Sebaliknya, ayah non-Muslim tidak berhak atas warisan anaknya yang Muslim. Demikian pula dalam pernikahan, ayah non-Muslim tidak harus atau tidak boleh menjadi wali putrinya yang Muslim. 

Saudara Anda dapat mencari wali pengganti, seperti kakek, kakak, atau adik laki-laki kandung, kakak atau adik laki-laki seayah, anak laki-laki dari saudara kandung, anak laki-laki dari saudara seayah, saudara laki-laki ayah, sepupu laki-laki. Syarat menjadi wali adalah beragama Islam. Dengan demikian, kakak dari keponakan Anda boleh menjadi wali nikah adiknya. 

Islam melarang nikah beda agama

”Dan, janganlah kamu menikahi wanita-wanita musyrik sebelum mereka beriman. Sesungguhnya wanita budak yang Mukmin lebih baik dari wanita musyrik walaupun dia menarik hatimu. Dan, janganlah kamu menikahkan orang-orang musyrik (dengan wanita-wanita mukmin) sebelum mereka beriman. Sesungguhnya budak yang Mukmin lebih baik dari orang musyrik walaupun dia menarik hatimu. Mereka mengajak ke neraka, sedangkan Allah mengajak ke surga dan ampunan dengan izin-Nya. Dan, Allah menerangkan ayat-ayat-Nya (perintah-perintah-Nya) kepada manusia supaya mereka mengambil pelajaran.” (QS Al-Baqarah: 221).

Ayat ini menjelaskan bahwa laki-laki Muslim tidak boleh menikah dengan perempuan non-Muslim, begitu pun sebaliknya. Perempuan Muslim tidak boleh menikah dengan non-Muslim. Hal ini dikuatkan oleh hadis Rasulullah SAW,  Abu Hurairah RA berkata, Nabi SAW bersabda, ”Perempuan itu dinikahi karena empat hal, yaitu harta, keturunan, kecantikan, dan agamanya. Dapatkanlah wanita yang taat beragama, engkau akan berbahagia.” (HR Bukhari Muslim).

Agama adalah hal pertama yang harus menjadi acuan ketika memilih pasangan. Laki-laki Muslim harus menikah dengan perempuan Muslim. Pernikahan berbeda agama ini hukumnya zina dan akan berimbas pada status wali anak perempuan. Salah satu efek buruknya dialami oleh saudara Anda tadi. Oleh karena itu, kebiasaan ini harus ditinggalkan.

Anda dapat berkonsultasi kepada Dr H Setiawan Budi Utomo di sini. Anda juga dapat membaca pertanyaan dan jawaban yang telah ditayangkan di liputan khusus Ramadhanmu 2013.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ingat! Libur Maulid Digeser Jadi Rabu 20 Oktober, ASN Dilarang Cuti 18-22 Oktober

Ingat! Libur Maulid Digeser Jadi Rabu 20 Oktober, ASN Dilarang Cuti 18-22 Oktober

Nasional
Operasi Penerjunan Pertama Usai RI Merdeka, Tonggak Terbentuknya Paskhas TNI AU

Operasi Penerjunan Pertama Usai RI Merdeka, Tonggak Terbentuknya Paskhas TNI AU

Nasional
Kritikan Polri Diharap seperti Satpam BCA Berbalas Teror, Polisi Diminta Tak Anti-kritik

Kritikan Polri Diharap seperti Satpam BCA Berbalas Teror, Polisi Diminta Tak Anti-kritik

Nasional
Aliansi Dosen Ultimatum UNJ Tolak Gelar Kehormatan Ma’ruf Amin dan Erick Thohir

Aliansi Dosen Ultimatum UNJ Tolak Gelar Kehormatan Ma’ruf Amin dan Erick Thohir

Nasional
Independensi MA Dikhawatirkan Terganggu jika Gugatan Kewenangan KY ke MK Dikabulkan

Independensi MA Dikhawatirkan Terganggu jika Gugatan Kewenangan KY ke MK Dikabulkan

Nasional
Sebaran 747 Kasus Baru Covid-19, DKI Jakarta Tertinggi

Sebaran 747 Kasus Baru Covid-19, DKI Jakarta Tertinggi

Nasional
Gus Muhaimin: Indikator Sukses Pembangunan Bukan Cuma Ekonomi, tapi Juga Kebahagiaan Masyarakat

Gus Muhaimin: Indikator Sukses Pembangunan Bukan Cuma Ekonomi, tapi Juga Kebahagiaan Masyarakat

Nasional
UPDATE 17 Oktober: Ada 492.928 Suspek Terkait Covid-19

UPDATE 17 Oktober: Ada 492.928 Suspek Terkait Covid-19

Nasional
UPDATE: 223.929 Spesimen Diperiksa dalam Sehari, Positivity Rate Versi PCR 1,93 Persen

UPDATE: 223.929 Spesimen Diperiksa dalam Sehari, Positivity Rate Versi PCR 1,93 Persen

Nasional
Update 17 Oktober: 62.732.568 Orang Sudah Divaksin Covid-19 Dosis Kedua

Update 17 Oktober: 62.732.568 Orang Sudah Divaksin Covid-19 Dosis Kedua

Nasional
Update 17 Oktober: Bertambah 19, Pasien Covid-19 Meninggal Total 142.952 Orang

Update 17 Oktober: Bertambah 19, Pasien Covid-19 Meninggal Total 142.952 Orang

Nasional
UPDATE 17 Oktober: Bertambah 1.086, Pasien Covid-19 Sembuh Total 4.073.418

UPDATE 17 Oktober: Bertambah 1.086, Pasien Covid-19 Sembuh Total 4.073.418

Nasional
UPDATE 17 Oktober: Tambah 747, Total Kasus Covid-19 di Indonesia Capai 4.237.758

UPDATE 17 Oktober: Tambah 747, Total Kasus Covid-19 di Indonesia Capai 4.237.758

Nasional
Jokpro Jabar Deklarasikan Dukungan untuk Jokowi-Prabowo 2024

Jokpro Jabar Deklarasikan Dukungan untuk Jokowi-Prabowo 2024

Nasional
Pemerintah Ubah Hari Libur Nasional, Antisipasi Terjadinya Lonjakan Kasus Covid-19

Pemerintah Ubah Hari Libur Nasional, Antisipasi Terjadinya Lonjakan Kasus Covid-19

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.