Cerita Artis Wakil Rakyat: Kambing Bergilir dan Dana Kampanye Rp 700 Juta

Kompas.com - 23/07/2013, 09:01 WIB
Pemain film sekaligus anggota DPR RI, Rachel Maryam Sayidina didampingi suaminya, Edwin Aprihandono melakukan konferensi pers terkait pencemaran nama baik yang dilakukan seseorang di salah satu jejaring sosial, di Bird Cage Cafe, Jakarta Selatan, Selasa (14/5/2013).  TRIBUN JAKARTA/JEPRIMA Pemain film sekaligus anggota DPR RI, Rachel Maryam Sayidina didampingi suaminya, Edwin Aprihandono melakukan konferensi pers terkait pencemaran nama baik yang dilakukan seseorang di salah satu jejaring sosial, di Bird Cage Cafe, Jakarta Selatan, Selasa (14/5/2013).
|
EditorInggried Dwi Wedhaswary

JAKARTA, KOMPAS.com — Pemain film, yang kini menjadi wakil rakyat, Rachel Maryam, mengaku tak mempunyai modal yang besar untuk melakukan sosialisasi di daerah pemilihannya, Jawa Barat II. Kini, dia duduk di Komisi VI DPR.

Pada Pemilu 2014 mendatang, Rachel kembali mencalonkan diri sebagai anggota legislatif asal Partai Gerindra. Dana kampanye yang terbatas disiasatinya dengan lebih banyak turun ke daerah pemilihan dan melakukan sejumlah program. Salah satu program andalannya ialah program kambing bergilir.

"Ada program kambing bergilir. Jadi, kalau kambing itu sudah beranak, anaknya akan diberikan kepada satu keluarga, kemudian induknya diberikan lagi ke keluarga lainnya," ujar Rachel.

Peraih penghargaan aktris pembantu terbaik dalam film Arisan ini mengungkapkan, program itu dilakukannya untuk memberikan bantuan bagi kesejahteraan masyarakat di daerah pemilihannya. Selain itu, kata Rachel, program kambing bergilir juga bisa menumbuhkan rasa gotong royong dalam suatu desa. Kambing yang dimiliki warga nantinya diserahkan penggunaannya kepada keluarga itu.

Selain membuat program kambing bergilir, ia mengaku pernah memberikan bantuan kepada warga korban tanah longsor di Cililin. Di situ, Rachel mendirikan trauma healing bagi anak-anak korban tanah longsor. Dengan kemampuannya berakting, tak jarang perempuan kelahiran 20 April 1980 ini berdongeng untuk anak-anak itu.

Program lainnya yang dibuat Rachel di daerah pemilihannya adalah revolusi putih. Menurutnya, prorgam revolusi putih ini sudah menjadi jargon pergerakan Partai Gerindra. Ia hanya meneruskan program itu kepada konstituennya. Wanita keturunan Jerman ini mengungkapkan revolusi putih adalah bentuk kampanye untuk meminum susu.

Pada Pemilu 2014 mendatang, Rachel kembali maju sebagai caleg Partai Gerindra untuk daerah pemilihan yang sama. Menghadapi persaingan yang bakal ketat, Rachel mengaku tak mempunyai dana besar. Dia memperkirakan menyiapkan dana sebesar Rp 500-700 juta dari koceknya pribadi.

"Cost politik bukan hanya materi. Saya sadar bukan orang yang punya uang yang banyak. Saya hanya punya tenaga saja. Jadi, strategi politiknya berbeda. Ada orang yang punya strategi politik jarang turun, tapi menyebar foto di mana-mana. Ini cost-nya tinggi. Saya pilih cara lain sehingga tidak terlalu mahal," kata ibu dari Muhammad Kale Mata Angin ini.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Periksa 4 Saksi Kasus PT DI, KPK Dalami Dugaan Penerimaan Uang dari Mitra Penjualan

Periksa 4 Saksi Kasus PT DI, KPK Dalami Dugaan Penerimaan Uang dari Mitra Penjualan

Nasional
KPU: Protokol Kesehatan di 270 Daerah Penyelenggara Pilkada Diatur Sama

KPU: Protokol Kesehatan di 270 Daerah Penyelenggara Pilkada Diatur Sama

Nasional
Cerita Yurianto yang Dijuluki 'Pembawa Berita Kematian' karena Sampaikan Data Covid-19

Cerita Yurianto yang Dijuluki "Pembawa Berita Kematian" karena Sampaikan Data Covid-19

Nasional
Kemenag: Jika Syarat Belajar di Pesantren Saat Pandemi Dipenuhi, Covid-19 Bisa Dicegah

Kemenag: Jika Syarat Belajar di Pesantren Saat Pandemi Dipenuhi, Covid-19 Bisa Dicegah

Nasional
Penerapan Pancasila Redup, Rektor UNS: BPIP Adalah Jawaban

Penerapan Pancasila Redup, Rektor UNS: BPIP Adalah Jawaban

Nasional
Muhadjir: Kementerian/Lembaga di Bawah Menko PMK Nanti Hanya Mengacu Satu Data

Muhadjir: Kementerian/Lembaga di Bawah Menko PMK Nanti Hanya Mengacu Satu Data

Nasional
Pemilih yang Jalani Isolasi Mandiri di Hari Pencoblosan Pilkada 2020 akan Didatangi Petugas

Pemilih yang Jalani Isolasi Mandiri di Hari Pencoblosan Pilkada 2020 akan Didatangi Petugas

Nasional
Kemenag: Tanpa Protokol Kesehatan, Sebaiknya Masjid Tak Gelar Shalat Idul Adha

Kemenag: Tanpa Protokol Kesehatan, Sebaiknya Masjid Tak Gelar Shalat Idul Adha

Nasional
Said Aqil: Covid-19 Ini Nyata, Bukan Konspirasi Atau Bohong-bohongan!

Said Aqil: Covid-19 Ini Nyata, Bukan Konspirasi Atau Bohong-bohongan!

Nasional
Wakil Ketua Komisi I DPR: Mesti Ada Penguatan Kesehatan untuk Personel TNI

Wakil Ketua Komisi I DPR: Mesti Ada Penguatan Kesehatan untuk Personel TNI

Nasional
Cegah Penularan Covid-19 Lewat Udara, Gugus Tugas: Disiplin Pakai Masker!

Cegah Penularan Covid-19 Lewat Udara, Gugus Tugas: Disiplin Pakai Masker!

Nasional
Kemenlu RI Sebut Israel Tunda Rencana Aneksasi Tepi Barat Palestina

Kemenlu RI Sebut Israel Tunda Rencana Aneksasi Tepi Barat Palestina

Nasional
Polri Sita Aset Maria Pauline Lumowa Senilai Rp 132 Miliar

Polri Sita Aset Maria Pauline Lumowa Senilai Rp 132 Miliar

Nasional
Tahan Maria Pauline Lumowa, Bareskrim Kirim Surat ke Kedubes Belanda

Tahan Maria Pauline Lumowa, Bareskrim Kirim Surat ke Kedubes Belanda

Nasional
Zulkifli Hasan: Pembahasan RUU HIP Rawan Lahirkan Krisis Ideologi

Zulkifli Hasan: Pembahasan RUU HIP Rawan Lahirkan Krisis Ideologi

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X