Berbuka bareng Surya Paloh, Wakapolri Merapat ke Nasdem?

Kompas.com - 10/07/2013, 21:48 WIB
Wakil Kepala Polri Komisaris Jendral Polisi Nanan Sukarna KOMPAS/LUCKY PRANSISKAWakil Kepala Polri Komisaris Jendral Polisi Nanan Sukarna
|
EditorHindra Liauw
JAKARTA, KOMPAS.com — Wakil Kepala Kepolisian RI Komisaris Jenderal Nanan Sukarna hadir pada acara buka puasa bersama Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh di kantor DPP Partai Nasdem, Jakarta, Rabu (10/7/2013).

Apakah Nanan berencana merapat ke Nasdem setelah pensiun? "Ya, merapat ke semua partai. Ada di semua partai, masuk ke semua partai," kata Nanan.

Nanan berulang kali menyatakan ingin maju sebagai calon presiden 2014. Namun, ia mengaku belum memiliki kendaraan politik, yaitu partai. Nanan yang akan pensiun pada Juli 2013 ini mengaku akan mendekati semua partai politik.

Menurut dia, belum pernah ada pembicaraan dengan partai politik terkait keinginannya tersebut. Apakah Nanan ingin berpasangan dengan Surya Paloh? Jenderal bintang tiga itu hanya berguyon.

"Beliau menang enggak? Kalau menang saya ikut," canda Nanan.

Nanan menambahkan, jika tak menjadi capres, dia pun bersedia menjadi orang nomor dua atau cawapres. "Ya, kalau enggak capres, ya cawapres," kata Nanan yang hadir mengenakan baju koko berwarna putih itu.

Mantan Inspektur Pengawasan Umum Polri ini sebelumnya juga pernah berniat mencalonkan diri sebagai Gubernur Jawa Barat 2013. Pria kelahiran Purwakarta, Jawa Barat, 20 Juli 1955, itu sempat disebut-sebut akan diusung PDI-Perjuangan dalam Pilgub Jabar. Namun, niat Nanan kandas. PDI-P saat itu mengusung Rieke Diah Pitaloka dan Teten Masduki.

Baca tentang


    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Bertemu Presiden Trump, Dubes RI Sampaikan Komitmen Kerja Sama Tangani Pandemi Covid-19

    Bertemu Presiden Trump, Dubes RI Sampaikan Komitmen Kerja Sama Tangani Pandemi Covid-19

    Nasional
    Brigjen Setyo Budiyanto Terpilih sebagai Direktur Penyidikan KPK

    Brigjen Setyo Budiyanto Terpilih sebagai Direktur Penyidikan KPK

    Nasional
    Bakal Paslon Diminta Tanggung Jawab Cegah Klaster Covid-19 di Pilkada

    Bakal Paslon Diminta Tanggung Jawab Cegah Klaster Covid-19 di Pilkada

    Nasional
    Pasien Sembuh Catat Rekor Harian, Tes Covid-19 Harus Ditambah

    Pasien Sembuh Catat Rekor Harian, Tes Covid-19 Harus Ditambah

    Nasional
    Pimpinan KPU Positif Covid-19 Bertambah, Perlukah Pilkada Ditunda?

    Pimpinan KPU Positif Covid-19 Bertambah, Perlukah Pilkada Ditunda?

    Nasional
    Luhut Sebut Jawa dan Bali Jadi Prioritas Vaksinasi Covid-19

    Luhut Sebut Jawa dan Bali Jadi Prioritas Vaksinasi Covid-19

    Nasional
    Indonesia Dapat 20 Juta Vaksin dari UEA, Luhut Lobi Agar Dapat Tambahan 10 Juta Lagi

    Indonesia Dapat 20 Juta Vaksin dari UEA, Luhut Lobi Agar Dapat Tambahan 10 Juta Lagi

    Nasional
    Menko Luhut dan Kemenkes Bahas Penanganan Pasien Covid-19 yang Ada di ICU

    Menko Luhut dan Kemenkes Bahas Penanganan Pasien Covid-19 yang Ada di ICU

    Nasional
    Jika Karyawan Positif Covid-19, Ini yang Harus Dilakukan Kantor Menurut Ahli

    Jika Karyawan Positif Covid-19, Ini yang Harus Dilakukan Kantor Menurut Ahli

    Nasional
    Perwakilan IDI Menangis Saat Doakan Para Dokter yang Berjuang Lawan Covid-19

    Perwakilan IDI Menangis Saat Doakan Para Dokter yang Berjuang Lawan Covid-19

    Nasional
    Denda dari Pelanggar Protokol Kesehatan Terkumpul Hampir Rp 400 Juta dalam 4 Hari Operasi Yustisi

    Denda dari Pelanggar Protokol Kesehatan Terkumpul Hampir Rp 400 Juta dalam 4 Hari Operasi Yustisi

    Nasional
    Kata Ahli, Orang Berusia di Atas 45 Tahun Boleh Beraktivitas di Luar Rumah, asal...

    Kata Ahli, Orang Berusia di Atas 45 Tahun Boleh Beraktivitas di Luar Rumah, asal...

    Nasional
    Luhut Sebut 3 Bulan ke Depan Masa-masa Kritis Pengendalian Covid-19

    Luhut Sebut 3 Bulan ke Depan Masa-masa Kritis Pengendalian Covid-19

    Nasional
    Pasien Covid-19 Meninggal Didominasi Orang Berusia 45 Tahun ke Atas, Ini Pendapat Epidemiolog

    Pasien Covid-19 Meninggal Didominasi Orang Berusia 45 Tahun ke Atas, Ini Pendapat Epidemiolog

    Nasional
    Pemerintah Sebut PSBB Kurangi Pembentukan Klaster Penularan Covid-19

    Pemerintah Sebut PSBB Kurangi Pembentukan Klaster Penularan Covid-19

    Nasional
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X