Jokowi: Mau Twitter Kek, Facebook Kek... 2014 Masih Lama!

Kompas.com - 10/07/2013, 14:43 WIB
Menteri BUMN Dahlan Iskan (berbaju putih) bersama Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (berbaju ujung serong) saat mengelilingi Monorel buatan PT Adhi Karya, di Monas, Jakarta, Sabtu (22/6/2013). Kompas.com/Kurnia Sari AzizaMenteri BUMN Dahlan Iskan (berbaju putih) bersama Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (berbaju ujung serong) saat mengelilingi Monorel buatan PT Adhi Karya, di Monas, Jakarta, Sabtu (22/6/2013).
|
EditorCaroline Damanik

JAKARTA, KOMPAS.com — Gubernur DKI Jakarta joko Widodo alias Jokowi mengomentari munculnya akun @Joko_Widodo2014 di jejaring sosial Twitter. Tak diketahui siapa yang ada di balik akun tersebut. Akun tersebut memakai nama "#Capres2014". Apa kata Jokowi?

"Ndak, ndak tahu. Yang kayak begitu banyak sekali memang," katanya kepada wartawan, Rabu (10/7/2013), di Jakarta.

Jokowi juga mengatakan tak berkeberatan meski akun tersebut mencantumkan angka 2014 yang identik dengan pemilu.

"Biasa saja kok. 2014 masih lama," ujar Jokowi.

Lalu ketika ditanyakan apakah Jokowi akan mencari tahu siapa yang membuat akun tersebut, Jokowi hanya menjawab dengan santai.

"Yang diusut itu apanya? Dunia maya memang bebas seperti ini, mau akun Twitter, kek. Facebook, kek, ndak ada masalah. Banyak sekali, coba buka, search saja," papar Jokowi.

Twitter Twitter @Joko_widodo2014
Sebelumnya diberitakan, ada sebuah akun Twitter @Joko_widodo2014 yang mulai aktif di Twitland sejak 6 Juli 2013. Pengikut alias follower-nya belum banyak. Hingga Rabu (10/7/2013) pukul 14.30 WIB, baru ada 92 pengikut. Sementara itu, jumlah tweet-nya sudah lebih dari 1.700.

Akun itu menamakan dirinya #Capres2014. Dalam bio-nya tertulis, "Berpisahlah Gub dan Wagub Jakarta demi INDONESIA, Jokowi Nasional Ahok Jakarta. Hadang capres2 penuh kasus, busuk dan tidak becus! ".

Tweet akun itu hanya berisi retweet dari pengguna Twitter yang mem-posting berita, informasi, atau celotehan terkait Jokowi. Bisa jadi, ini dikendalikan secara otomatis.

Jokowi capres

Wacana bahwa Jokowi merupakan salah satu kandidat potensial sebagai calon RI-1 mulai menguat setelah survei sejumlah lembaga menempatkannya sebagai tokoh dengan elektabilitas tertinggi. Sejumlah nama yang sudah lebih dulu menyatakan diri siap maju dalam kontestasi Pemilihan Presiden 2014, seperti Aburizal Bakrie, Prabowo Subianto, dan Wiranto, berada di bawah Jokowi.

Namun, dalam beberapa kesempatan, Jokowi menyatakan tak ingin maju sebagai capres. Ia ingin menuntaskan tugas dan janjinya sebagai Gubernur DKI Jakarta hingga 2017. Jokowi saat ini berpasangan dengan Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama.

Sejumlah partai juga menyatakan ketertarikannya memasangkan Jokowi dengan "jagoannya". Partai Golkar sempat mencetuskan alternatif memasangkan Aburizal dengan Jokowi sebagai capresnya. Partai Persatuan Pembangunan melontarkan pasangan Jokowi-Suryadharma Ali. Partai Demokrat juga tak ketinggalan. Pintu terbuka bagi Jokowi jika ingin mengikuti konvensi capres Partai Demokrat yang rencananya digelar pada Agustus mendatang.

Jadi, nyapres-kah Jokowi? Dalam politik, apa saja bisa terjadi. Mungkin, terserah Jokowi.

Baca tentang
    Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


    Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    KPK Dalami Laporan Dugaan Yasonna Rintangi Penyidikan Harun Masiku

    KPK Dalami Laporan Dugaan Yasonna Rintangi Penyidikan Harun Masiku

    Nasional
    Ketua MPR Sebut MATAKIN Dukung Wacana Amendemen Terbatas UUD 1945

    Ketua MPR Sebut MATAKIN Dukung Wacana Amendemen Terbatas UUD 1945

    Nasional
    Panja Jiwasraya Komisi VI akan Panggil Erick Thohir Pekan Depan

    Panja Jiwasraya Komisi VI akan Panggil Erick Thohir Pekan Depan

    Nasional
    Ambang Batas Pilkada Dinilai Buka Peluang Jual-Beli Dukungan Partai

    Ambang Batas Pilkada Dinilai Buka Peluang Jual-Beli Dukungan Partai

    Nasional
    Peneliti LIPI Sayangkan Revisi UU Parpol Tak Masuk Prolegnas 2020

    Peneliti LIPI Sayangkan Revisi UU Parpol Tak Masuk Prolegnas 2020

    Nasional
    Periksa RJ Lino, KPK Konfirmasi soal Laporan Kerugian Negara dari BPK

    Periksa RJ Lino, KPK Konfirmasi soal Laporan Kerugian Negara dari BPK

    Nasional
    Wapres Optimistis Produk Buatan Santri Bisa Tembus Pasar Internasional

    Wapres Optimistis Produk Buatan Santri Bisa Tembus Pasar Internasional

    Nasional
    KKR Aceh: Pemerintah Utang Penyelesaian Kasus Pelanggaran HAM Selama 15 Tahun

    KKR Aceh: Pemerintah Utang Penyelesaian Kasus Pelanggaran HAM Selama 15 Tahun

    Nasional
    Kasus Jiwasraya, Kejagung Periksa Adik Benny Tjokro

    Kasus Jiwasraya, Kejagung Periksa Adik Benny Tjokro

    Nasional
    Mau Maju Jadi Caketum PAN, Mulfachri Harahap Merasa Tak Perlu Deklarasi

    Mau Maju Jadi Caketum PAN, Mulfachri Harahap Merasa Tak Perlu Deklarasi

    Nasional
    Siap Hadapi Gugatan MAKI, KPK Nyatakan Masih Kembangkan Kasus Wahyu Setiawan

    Siap Hadapi Gugatan MAKI, KPK Nyatakan Masih Kembangkan Kasus Wahyu Setiawan

    Nasional
    Pemerintah Pertahankan Satgas 115 Bentukan Susi Pudjiastuti, SOP Diperjelas

    Pemerintah Pertahankan Satgas 115 Bentukan Susi Pudjiastuti, SOP Diperjelas

    Nasional
    Jokowi Minta Terminal 4 Bandara Soekarno-Hatta Segera Dibangun

    Jokowi Minta Terminal 4 Bandara Soekarno-Hatta Segera Dibangun

    Nasional
    Anggap Wawan Sosok Berpengaruh, Eks Kadinkes Pandeglang Minta Bantuan Pindah Jabatan

    Anggap Wawan Sosok Berpengaruh, Eks Kadinkes Pandeglang Minta Bantuan Pindah Jabatan

    Nasional
    Komisioner KPU Evi Novida Dipanggil KPK dalam Kasus Wahyu Setiawan

    Komisioner KPU Evi Novida Dipanggil KPK dalam Kasus Wahyu Setiawan

    Nasional
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X