Kompas.com - 08/07/2013, 19:19 WIB
|
EditorHindra Liauw

JAKARTA, KOMPAS.com – Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Priyo Budi Santoso menyambut baik rencana Partai Demokrat yang akan menjaring kandidat capres melalui mekanisme konvensi. Namun, Priyo mempertanyakan apakah konvensi ini mampu mengangkat elektabilitas Demokrat di kemudian hari.

“Demokrat sedang menguji coba. Saya tidak tahu tata caranya seperti apa. Ini sedikit banyak mempengaruhi, apakah ini hanya sebagai sebuah opsi untuk mendongkrak Demokrat atau ada opsi baru untuk lebih menjadi terobosan demokrasi negeri ini,” ujar Priyo di Kompleks Parlemen, Senin (8/7/2013).

Priyo menceritakan pengalaman konvensi capres Partai Golkar pada pemilu 2009. Ketika itu, kata Priyo, Golkar berhasil mengundang simpati masyarakat. Secara internal, lanjutnya, juga berhasil membawa berkah tersendiri. “Dari segi perbicangan, konvensi Partai Golkar juga berhasil menjadi pembicaraan selama delapan bulan. Apakah ini juga yang akan terjadi pada Demokrat? Saya sendiri tidak tahu aturan mainnya seperti apa,” kata Ketua DPP Partai Golkar ini.

Lebih lanjut, Priyo menjelaskan alasan Golkar tidak lagi melaksanakan konvensi. Menurutnya, Partai Golkar tidak kapok melaksanakan konvensi. Hanya saja, kondisi internal partai itu dianggap tidak lagi memungkinkan dilakukannya konvensi. “Kondisi partai Golkar tidak memungkinkan. Kondisi politik, ARB menjadi calon,” katanya lagi.

Seperti diberitakan, Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono mengumumkan tujuh butir pokok terkait konvensi Partai Demokrat pada Minggu (7/7/2013) malam. Penjelasan SBY dilakukan lantaran dia menyadari banyak bias yang terjadi terkait konvensi yang akan dilakukan partainya.

Dalam penjelasannya, SBY menuturkan tujuh pokok terkait konvensi, seperti penyusunan komite seleksi yang terdiri dari unsur internal dan independen. Komite seleksi ini juga yang akan menentukan kriteria dan juga mengumumkan peserta konvensi pada Agustus 2013 ini. Sementara peserta konvensi bisa berasal dari kader Partai Demokrat ataupun non-kader.

Mereka yang lolos seleksi sebagai kandidat capres nantinya harus menjalani konvensi selama delapan bulan yang dibagi ke dalam dua tahapan. Mereka akan disurvei oleh tiga lembaga dan hasilnya diumumkan ke publik. Setelah hasil pileg diketahui, Partai Demokrat baru akan mengumumkan kandidat capres yang diusungnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


    Video Pilihan

    Rekomendasi untuk anda
    26th

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Pemerintah dan Komisi III DPR Sepakat RUU Pemasyarakatan Dibawa ke Paripurna

    Pemerintah dan Komisi III DPR Sepakat RUU Pemasyarakatan Dibawa ke Paripurna

    Nasional
    Profil Sri Sultan Hamengkubuwono IX, Bangsawan yang Jadi Wakil Presiden Ke-2 RI

    Profil Sri Sultan Hamengkubuwono IX, Bangsawan yang Jadi Wakil Presiden Ke-2 RI

    Nasional
    KPK: Pencarian Harun Masiku Tak Bisa Disampaikan Detail ke Publik

    KPK: Pencarian Harun Masiku Tak Bisa Disampaikan Detail ke Publik

    Nasional
    UPDATE 25 Mei: Kasus Kematian akibat Covid-19 Bertambah 5

    UPDATE 25 Mei: Kasus Kematian akibat Covid-19 Bertambah 5

    Nasional
    UPDATE 25 Mei: 86.020 Spesimen Diperiksa dalam Sehari, Positivity Rate Versi PCR 1,88 Persen

    UPDATE 25 Mei: 86.020 Spesimen Diperiksa dalam Sehari, Positivity Rate Versi PCR 1,88 Persen

    Nasional
    UPDATE 25 Mei: Ada 3.606 Suspek Covid-19 di Tanah Air

    UPDATE 25 Mei: Ada 3.606 Suspek Covid-19 di Tanah Air

    Nasional
    UPDATE 25 Mei: Tambah 232, Total Kasus Covid-19 Sembuh 5.893.860

    UPDATE 25 Mei: Tambah 232, Total Kasus Covid-19 Sembuh 5.893.860

    Nasional
    UPDATE 25 Mei: Ada 3.011 Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia

    UPDATE 25 Mei: Ada 3.011 Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia

    Nasional
    UPDATE 25 Mei: Tambah 315, Total Kasus Covid-19 Capai 6.053.424

    UPDATE 25 Mei: Tambah 315, Total Kasus Covid-19 Capai 6.053.424

    Nasional
    Anggota Resnarkoba Polda Metro Jaya Dilaporkan ke Propam Mabes Polri

    Anggota Resnarkoba Polda Metro Jaya Dilaporkan ke Propam Mabes Polri

    Nasional
    RI-Perancis Sepakat Produksi Bersama 13 Unit Radar GCI ‘Sang Mata Pertahanan’

    RI-Perancis Sepakat Produksi Bersama 13 Unit Radar GCI ‘Sang Mata Pertahanan’

    Nasional
    KSAL Sebut Pihaknya Berwenang Lakukan Penegakan Hukum di Wilayah Perairan Indonesia

    KSAL Sebut Pihaknya Berwenang Lakukan Penegakan Hukum di Wilayah Perairan Indonesia

    Nasional
    Wapres Harap Timnas Sepak Bola Amputasi Indonesia Raih Hasil Terbaik di Piala Dunia 2022

    Wapres Harap Timnas Sepak Bola Amputasi Indonesia Raih Hasil Terbaik di Piala Dunia 2022

    Nasional
    Proses Perekrutan Komcad TNI AL Sudah Berjalan di Kodikmar Surabaya

    Proses Perekrutan Komcad TNI AL Sudah Berjalan di Kodikmar Surabaya

    Nasional
    Sekjen DPR Sebut Mikrofon di Rapat Paripurna Otomatis Mati Setelah 5 Menit

    Sekjen DPR Sebut Mikrofon di Rapat Paripurna Otomatis Mati Setelah 5 Menit

    Nasional
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.