Kompas.com - 08/07/2013, 16:59 WIB
Pendiri dan mantan Ketua Partai Amanat Nasional Amien Rais saat menghadiri Rapa Koordinasi Nasional, di Kantor DPP PAN, Jakarta, Rabu (27/2/2013). Agenda Rakornas PAN kali ini adalah soal pengkaderan partai terkait pemenangan Pemilu 2014.  TRIBUNNEWS/DANY PERMANA Pendiri dan mantan Ketua Partai Amanat Nasional Amien Rais saat menghadiri Rapa Koordinasi Nasional, di Kantor DPP PAN, Jakarta, Rabu (27/2/2013). Agenda Rakornas PAN kali ini adalah soal pengkaderan partai terkait pemenangan Pemilu 2014.
|
EditorInggried Dwi Wedhaswary

JAKARTA, KOMPAS.com
— Ketua Majelis Pertimbangan Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais mengatakan, partainya masih terbuka untuk sosok yang akan dicalonkan sebagai calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres) pada Pemilu 2014. PAN akan mempertimbangkan duet sejumlah tokoh dengan Hatta Rajasa.

Amien mengatakan, bisa saja terjadi duet Hatta dengan Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo alias Jokowi dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) atau Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Prabowo Subianto.

"Menurut saya, kombinasi yang sekarang ada itu Pak Jokowi, Prabowo, ada yang lain-lain juga. Kami kadang-kadang membayang-bayangkan bagaimana kalau misalnya duet Prabowo-Hatta atau Jokowi-Hatta atau mungkin sebaliknya bisa saja. Kami open, masih terbuka," ujar Amien seusai menghadiri silaturahim dengan KSAD di Balai Kartini, Jakarta, Senin (8/7/2013).

Menurut Amien, Hatta memang salah satu capres dari PAN. Namun, dalam berpolitik, apa pun bisa terjadi. PAN akan melihat hasil Pemilu Legislatif 2014. Jika tidak memenuhi suara yag ditentukan, Hatta mungkin saja akan menempati posisi sebagai cawapres RI.

"Kalau memang PAN double digit 10 persen ke atas akan mantap. Andai kata PAN belum sampai 10 persen, mungkin mengisi calon kepemimpinan wakil presiden terima juga," kata Amien.

Mantan Ketua MPR itu menginginkan sejumlah tokoh potensial muncul di hadapan publik untuk Pemilu 2014. Ia tak mempermasalahkan apakah capres-cawapres seorang perempuan atau laki-laki, berasal dari militer atau bukan, maupun berasal dari Pulau Jawa atau di luar Jawa.

"Saya kira tokoh-tokoh yang merasa mampu silakan muncul di panggung nasional, toh nanti rakyat akan memilih," katanya.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dalam survei capres-cawapres yang diadakan sejumlah lembaga survei, elektabilitas Jokowi dan Prabowo selalu menempati urutan teratas. Jokowi menempati urutan pertama dan disusul Prabowo. Namun, PDI-P hingga saat ini belum memutuskan apakah Jokowi akan ikut bursa capres 2014. PDI-P meminta Jokowi untuk fokus di DKI Jakarta terlebih dahulu.

Baca tentang


    Rekomendasi untuk anda
    25th

    Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

     Novel Sebut TWK Jadi Cara Pamungkas Habisi Pemberantasan Korupsi di KPK

    Novel Sebut TWK Jadi Cara Pamungkas Habisi Pemberantasan Korupsi di KPK

    Nasional
    Soeharto Pernah Minta Muhammadiyah Jadi Partai Politik, tapi Ditolak Ketum

    Soeharto Pernah Minta Muhammadiyah Jadi Partai Politik, tapi Ditolak Ketum

    Nasional
    Yang Perlu Diketahui soal Profesor, Gelar yang Diperoleh Megawati dari Unhan

    Yang Perlu Diketahui soal Profesor, Gelar yang Diperoleh Megawati dari Unhan

    Nasional
    Novel Sudah Pernah Minta Hasil Asesmen TWK KPK, tapi Tidak Diberikan

    Novel Sudah Pernah Minta Hasil Asesmen TWK KPK, tapi Tidak Diberikan

    Nasional
    Anggota DPR: Pemerintah Harusnya Pikirkan Ketersediaan Pangan Tercukupi

    Anggota DPR: Pemerintah Harusnya Pikirkan Ketersediaan Pangan Tercukupi

    Nasional
    Akselerasi Penurunan Kemiskinan secara Inklusif, Mensos Ajak Penerima Bansos Manfaatkan SKA

    Akselerasi Penurunan Kemiskinan secara Inklusif, Mensos Ajak Penerima Bansos Manfaatkan SKA

    Nasional
    Busyro Muqoddas: Birokrasi Indonesia adalah Produk Demokrasi Pilkada Transaksional

    Busyro Muqoddas: Birokrasi Indonesia adalah Produk Demokrasi Pilkada Transaksional

    Nasional
    Jelang Pembukaan Wisata Bali untuk Wisman, Demer: Pelaku Pariwisata Harus Beradaptasi

    Jelang Pembukaan Wisata Bali untuk Wisman, Demer: Pelaku Pariwisata Harus Beradaptasi

    Nasional
    Haji 2021 Terbatas untuk Warga Saudi dan Ekspatriat, Amphuri: Kita Harus Terima walau Berat

    Haji 2021 Terbatas untuk Warga Saudi dan Ekspatriat, Amphuri: Kita Harus Terima walau Berat

    Nasional
    Kemenlu: WNI yang Bermukim di Arab Saudi Bisa Melakukan Ibadah Haji

    Kemenlu: WNI yang Bermukim di Arab Saudi Bisa Melakukan Ibadah Haji

    Nasional
    Kemenlu Pastikan Ibadah Haji 2021 Hanya untuk Orang-orang yang Tinggal di Arab Saudi

    Kemenlu Pastikan Ibadah Haji 2021 Hanya untuk Orang-orang yang Tinggal di Arab Saudi

    Nasional
    Menag: Saudi Umumkan Haji Hanya untuk Warganya dan Ekspatriat di Negara Itu

    Menag: Saudi Umumkan Haji Hanya untuk Warganya dan Ekspatriat di Negara Itu

    Nasional
    PBNU: Wacana Pengenaan PPN untuk Pendidikan dan Sembako Tidak Tepat

    PBNU: Wacana Pengenaan PPN untuk Pendidikan dan Sembako Tidak Tepat

    Nasional
    Giri Suprapdiono Sebut 3 Skenario Pelemahan KPK Melalui TWK

    Giri Suprapdiono Sebut 3 Skenario Pelemahan KPK Melalui TWK

    Nasional
    UPDATE 12 Juni: Pemerintah Periksa 17.833.717 Spesimen Terkait Covid-19 di Indonesia

    UPDATE 12 Juni: Pemerintah Periksa 17.833.717 Spesimen Terkait Covid-19 di Indonesia

    Nasional
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X