Mahdiana dan Dipta Mangkir dari Panggilan Persidangan - Kompas.com

Mahdiana dan Dipta Mangkir dari Panggilan Persidangan

Kompas.com - 05/07/2013, 12:11 WIB
Icha Mahdiana

JAKARTA, KOMPAS.com — Istri muda Inspektur Jenderal Polisi Djoko Susilo, Mahdiana dan Dipta Anindita, mangkir dari panggilan persidangan kasus dugaan korupsi dan tindak pidana pencucian uang proyek simulator ujian surat izin mengemudi (SIM) yang digelar di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Jumat (5/7/2013). Dipta dan Mahdiana masuk dalam daftar saksi yang diajukan tim jaksa penuntut umum KPK untuk diperiksa dalam persidangan Jumat ini.

Ketidakhadiran keduanya diketahui ketika Ketua Majelis Hakim Pengadilan Tipikor Suhartoyo mengabsen satu per satu saksi yang dihadirkan jaksa di persidangan. Dari 12 saksi yang duduk di kursi persidangan, tidak tampak Mahdiana dan Dipa Anindita. “Mahdiana? Dipta Anindita?” kata Suhartoyo membacakan daftar saksi yang sedianya diperiksa dalam persidangan hari ini.

Selain Mahdiana dan Dipta, tim jaksa KPK juga gagal menghadirkan ayah Dipta, Djoko Waskito, dan perempuan bernama Eva Susilo Handayani. Menurut surat dakwaan KPK, Eva tercatat dalam kartu keluarga (KK) Djoko yang dikeluarkan Kelurahan Pengadegan, Pancoran, Jakarta Selatan, sebagai anak Djoko dari istrinya, Suratmi.

Namun, berdasarkan akta kelahiran tahun 1992 pada Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kotamadya Madiun, Eva bukanlah anak dari Djoko dan Suratmi. Akta kelahiran itu menyebutkan bahwa Eva merupakan anak dari Sukarno dan Titiek Roem. Adapun pada daftar akta kelahiran di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Madiun nomor lainnya, Eva tercatat sebagai anak kandung dari Soekarni dan Sunarti.

Baik Eva, Mahdiana, Dipta, dan Djoko Waskito akan diperiksa sebagai saksi dalam persidangan untuk menjelaskan aset-aset Djoko. Menurut surat dakwaan, nama mereka dipakai untuk menyembunyikan aset Djoko yang diduga berasal dari hasil tindak pidana korupsi.


Dalam persidangan sebelumnya, Djoko melalui tim pengacaranya menyatakan keberatan jika istri dan anaknya dihadirkan sebagai saksi dalam persidangan. Pihak Djoko mengacu pada Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana yang mengatur bahwa saksi yang masih memiliki hubungan darah dengan terdakwa diperbolehkan untuk tidak memberikan kesaksian dalam sidang.

Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
    EditorHindra Liauw
    Komentar

    Terkini Lainnya

    Mengenal Abah Rasyid, Peredam Konflik dan Perekat Umat Beragama di Tanah Sikka

    Mengenal Abah Rasyid, Peredam Konflik dan Perekat Umat Beragama di Tanah Sikka

    Nasional
    Masih Perlukah Psikotest?

    Masih Perlukah Psikotest?

    Edukasi
    Peran Masyarakat Sipil dalam Kontra Radikalisme Harus Diperkuat

    Peran Masyarakat Sipil dalam Kontra Radikalisme Harus Diperkuat

    Nasional
    Jelang Pertemuan Trump-Kim Jong Un, Delegasi AS Bertemu Pejabat Korea Utara

    Jelang Pertemuan Trump-Kim Jong Un, Delegasi AS Bertemu Pejabat Korea Utara

    Internasional
    Pembelaan Aman Abdurrahman: Instruksikan Murid Hijrah ke Suriah, Bukan Lakukan Teror...

    Pembelaan Aman Abdurrahman: Instruksikan Murid Hijrah ke Suriah, Bukan Lakukan Teror...

    Megapolitan
    5 Berita Populer: Remaja Pencuri 10 Koper di Bandara Soetta dan Ultimatum Mario Gomez

    5 Berita Populer: Remaja Pencuri 10 Koper di Bandara Soetta dan Ultimatum Mario Gomez

    Megapolitan
    Cerita Porter Tanah Abang Angkut Barang Puluhan Kg demi Hidupi Keluarga...

    Cerita Porter Tanah Abang Angkut Barang Puluhan Kg demi Hidupi Keluarga...

    Megapolitan
    Umat Buddha Bagi-bagi Takjil usai Ritual Waisak di Candi Mendut

    Umat Buddha Bagi-bagi Takjil usai Ritual Waisak di Candi Mendut

    Regional
    Hobi Koleksi DV Berujung Pencurian 10 Koper di Bandara Soekarno-Hatta...

    Hobi Koleksi DV Berujung Pencurian 10 Koper di Bandara Soekarno-Hatta...

    Megapolitan
    Gaji Megawati di BPIP Rp 112 Juta, PDI-P Minta Menkeu Beri Penjelasan

    Gaji Megawati di BPIP Rp 112 Juta, PDI-P Minta Menkeu Beri Penjelasan

    Nasional
    Berita Populer: Kapal Militer AS di Laut China Selatan, hingga Bayi Tewas Usai Menyusu

    Berita Populer: Kapal Militer AS di Laut China Selatan, hingga Bayi Tewas Usai Menyusu

    Internasional
    'Megapolitan' Jadi Penentu Kemenangan di Pilgub Jabar

    "Megapolitan" Jadi Penentu Kemenangan di Pilgub Jabar

    Regional
    Gaji Pengarah BPIP Rp 100 Juta, Mahfud MD Dukung Masyarakat Gugat ke MA

    Gaji Pengarah BPIP Rp 100 Juta, Mahfud MD Dukung Masyarakat Gugat ke MA

    Nasional
    Gibran: Martabak, Pisang Goreng dan Kopi, Bisa Diterima Semua Orang

    Gibran: Martabak, Pisang Goreng dan Kopi, Bisa Diterima Semua Orang

    Regional
    Mahfud MD Sebut Gaji Rp 100 Juta di BPIP untuk Biaya Operasional

    Mahfud MD Sebut Gaji Rp 100 Juta di BPIP untuk Biaya Operasional

    Nasional

    Close Ads X