Kompas.com - 25/06/2013, 03:25 WIB
Ilustrasi: Ketua Badan Pengawas Pemilu, Muhammad (kiri) dan wakil, Nasrullah usai melakukan pertemuan tertutup dengan Komisi Pemilihan Umum di kantor Bawaslu, Jakarta, Selasa (23/10/2012). KOMPAS/LUCKY PRANSISKAIlustrasi: Ketua Badan Pengawas Pemilu, Muhammad (kiri) dan wakil, Nasrullah usai melakukan pertemuan tertutup dengan Komisi Pemilihan Umum di kantor Bawaslu, Jakarta, Selasa (23/10/2012).
Penulis Dani Prabowo
|
EditorPalupi Annisa Auliani

JAKARTA, KOMPAS.com — Untuk pertama kalinya Badan Pengawas Pemilu memiliki seorang sekretaris jenderal. Gunawan Suwantoro menjadi orang pertama yang menyandang jabatan tersebut. Dia dilantik pada Senin (24/6/2013).

“Alhamdulillah, hari ini sejarah mencatat bahwa Bawaslu mendapat sekjen baru,” kata Ketua Bawaslu Muhammad, saat melantik Gunawan di Hotel Millenium, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Senin (24/6/2013). Pengangkatan Gunawan menjadi Sekjen Bawaslu berdasarkan Putusan Presiden Nomor 64/M Tahun 2013.

Dalam sambutannya, Muhammad mengatakan, Gunawan menjadi pionir keberadaan sekjen di Bawaslu. Ketika Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2011 tentang Penyelenggara Pemilu dibentuk, kata dia, Bawaslu tidak lagi khawatir keberadaan lembaga pengawas pemilu ini akan dibubarkan. Pasalnya, pada saat itu banyak anggapan kinerja badan ini tidak pernah terlihat.

"Seperti iklan, katanya kinerja Bawaslu nyaris tak terdengar dan antara ada dan tiada," kenang Muhammad, menyitir beragam penilaian tentang lembaganya. UU 15 Tahun 2011 menepis pendapat tersebut, ujar dia, karena mengatur bahwa Bawaslu harus tetap ada.

Kepada Gunawan, Muhammad mengingatkan bahwa jabatan sekjen bukanlah tugas ringan. Segala kebijakan terkait pengawasan pemilu dari tingkat pusat hingga daerah menjadi kewenangan dan tugasnya.

"Amanah ini sangat penting dan ini adalah amanah negara," ungkap Muhammad. Keberhasilan Gunawan sebagai sekjen, sebut dia, akan menjadi keberhasilan Bawaslu dan sebaliknya keberhasilan Bawaslu adalah keberhasilan Gunawan.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


    Video Pilihan

    Rekomendasi untuk anda
    26th

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Penunjukan Mayjen Maruli Simanjuntak Jadi Pangkostrad Dinilai Tak Banyak Berubah dari Pola Sebelumnya

    Penunjukan Mayjen Maruli Simanjuntak Jadi Pangkostrad Dinilai Tak Banyak Berubah dari Pola Sebelumnya

    Nasional
    Kemenag: Umrah Tetap Dilanjutkan dengan Pengendalian Lebih Ketat

    Kemenag: Umrah Tetap Dilanjutkan dengan Pengendalian Lebih Ketat

    Nasional
    Polemik Arteria Dahlan Jadi Pembelajaran Kader, Hasto: Dalam Politik Hati-hati Berbicara

    Polemik Arteria Dahlan Jadi Pembelajaran Kader, Hasto: Dalam Politik Hati-hati Berbicara

    Nasional
    Ucapan Arteria soal Kajati Berbahasa Sunda Tak Wakili Partai, Sekjen PDI-P: Kami Tak Punya Tradisi Menjelekkan

    Ucapan Arteria soal Kajati Berbahasa Sunda Tak Wakili Partai, Sekjen PDI-P: Kami Tak Punya Tradisi Menjelekkan

    Nasional
    Maruli Simanjuntak Ditunjuk Jadi Pangkostrad, PDI-P: Jangan Sampai Dipolitisasi

    Maruli Simanjuntak Ditunjuk Jadi Pangkostrad, PDI-P: Jangan Sampai Dipolitisasi

    Nasional
    Soal Penunjukan Mayjen Maruli sebagai Pangkostrad, PDI-P: Bentuk Konsolidasi Politik Pertahanan Negara

    Soal Penunjukan Mayjen Maruli sebagai Pangkostrad, PDI-P: Bentuk Konsolidasi Politik Pertahanan Negara

    Nasional
    PDI-P Nilai Penunjukan Maruli sebagai Pangkostrad Berdasarkan Pertimbangan yang Matang

    PDI-P Nilai Penunjukan Maruli sebagai Pangkostrad Berdasarkan Pertimbangan yang Matang

    Nasional
    Korupsi di Lembaga Peradilan, Pukat UGM: Karena Keserakahan

    Korupsi di Lembaga Peradilan, Pukat UGM: Karena Keserakahan

    Nasional
    Suharso Monoarfa Minta Kadernya Pakai Teknologi Dekati Pemilih Muda

    Suharso Monoarfa Minta Kadernya Pakai Teknologi Dekati Pemilih Muda

    Nasional
    Jakarta, Jabar, Banten, Jatim, Bali Sumbang Kasus Covid-19 Harian Terbanyak

    Jakarta, Jabar, Banten, Jatim, Bali Sumbang Kasus Covid-19 Harian Terbanyak

    Nasional
    UPDATE: Tambah 281.161 Total Spesimen Covid-19, Positivity Rate 1,65 Persen

    UPDATE: Tambah 281.161 Total Spesimen Covid-19, Positivity Rate 1,65 Persen

    Nasional
    UPDATE 22 Januari 2022: Vaksinasi Covid-19 Dosis Kedua Capai 59,43 Persen dari Target

    UPDATE 22 Januari 2022: Vaksinasi Covid-19 Dosis Kedua Capai 59,43 Persen dari Target

    Nasional
    Temui Warga Tergusur di Tanjung Priok, Giring Singgung Proyek Firaun

    Temui Warga Tergusur di Tanjung Priok, Giring Singgung Proyek Firaun

    Nasional
    Tingginya Penambahan Covid-19 dalam 3 Hari, Terbaru 3.205 Kasus

    Tingginya Penambahan Covid-19 dalam 3 Hari, Terbaru 3.205 Kasus

    Nasional
    Kemenkes: Dua Pasien Omicron yang Meninggal Dunia Punya Komorbid

    Kemenkes: Dua Pasien Omicron yang Meninggal Dunia Punya Komorbid

    Nasional
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.