Identitas Pelaku Bom Bunuh Diri Poso Sudah Diketahui - Kompas.com

Identitas Pelaku Bom Bunuh Diri Poso Sudah Diketahui

Kompas.com - 18/06/2013, 18:23 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Identitas pelaku bom bunuh diri di Markas Polres Poso, Sulawesi Tengah, akhirnya diketahui. Pelaku bernama Zaenul Arifin alias Arif Petak kelahiran 26 Juni 1979, asal Lamongan, Jawa timur. Kepala Bagian Penerangan Umum Polri Komisaris Besar Agus Rianto mengatakan, identitas pelaku diketahui setelah hasil tes DNA dinyatakan cocok dengan ibu kandungnya, Jumaroh.

"Kemarin sudah nyatakan terpenuhi atas nama Ibu Jumaroh dari Lamongan, Jawa Timur. Dia ibu kandung korban sekaligus pelaku yang identitasnya Zaenul Arifin alias Arif Petak," ujar Agus di Mabes Polri, Jakarta, Selasa (18/6/2013).

Sebelumnya, sempat beberapa keluarga menyatakan kenal dengan sosok pelaku. Namun, hasil tes DNA negatif, hingga akhirnya hanya Jumaroh yang dinyatakan positif dan memiliki data Arif. Arif juga diketahui memiliki istri bernama Fatimah (23). Kepolisian pun akan meminta keterangan sejumlah keluarga Arif.

"Masih pendalaman terus. Ini, kan baru kemarin, tentunya pihak keluarga belum bisa mendalam. Akan kami komunikasikan perkembangannya," terang Agus.

Diberitakan sebelumnya, aksi bom bunuh diri terjadi di antara pos jaga Mapolres Poso dan masjid pukul 08.03 Wita. Ledakan bom terjadi dua kali. Tubuh pria itu dan motor yang dikendarainya hancur. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu. Pelaku diduga menggunakan bom tupperware atau bom yang diletakan dalam wadah plastik.

Pelaku diduga kelompok teroris Poso pimpinan Santoso yang saat ini masih buron. Polisi juga mendalami keterkaitan eksekutor bom bunuh diri itu dengan Basri alias Bagong alias Ayas, narapidana yang melarikan diri dari Lembaga Pemasyarakatan Klas II Ampana, Kabupaten Tojo Una Una, Sulawesi Tengah, April lalu.


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
    EditorHindra

    Terkini Lainnya

    Tetangga Dengar Jeritan pada Malam Tewasnya Satu Keluarga di Bekasi

    Tetangga Dengar Jeritan pada Malam Tewasnya Satu Keluarga di Bekasi

    Megapolitan
    Aktris Porno Ini Akui Urusan dengan Trump Hancurkan Kariernya

    Aktris Porno Ini Akui Urusan dengan Trump Hancurkan Kariernya

    Internasional
    Program Kirim Buku Gratis Tetap Dilanjutkan Sampai Desember

    Program Kirim Buku Gratis Tetap Dilanjutkan Sampai Desember

    Nasional
    Terbukti Genosida, 2 Pemimpin Khmer Merah Ini Dipenjara Seumur Hidup

    Terbukti Genosida, 2 Pemimpin Khmer Merah Ini Dipenjara Seumur Hidup

    Internasional
    Pembunuh Satu keluarga di Bekasi Dikenal Kurang Bersosialisasi

    Pembunuh Satu keluarga di Bekasi Dikenal Kurang Bersosialisasi

    Megapolitan
    Gubernur DKI: Sampah Kiriman di Pintu Air Manggarai 500 Ton, Tak Mungkin Selesai 2 Jam

    Gubernur DKI: Sampah Kiriman di Pintu Air Manggarai 500 Ton, Tak Mungkin Selesai 2 Jam

    Megapolitan
    Patung Jenderal Sudirman 'Hidup', Pindahkan Mobil yang Lintasi 'Busway'

    Patung Jenderal Sudirman "Hidup", Pindahkan Mobil yang Lintasi "Busway"

    Megapolitan
    Ingin Hasilkan ASN Berkualitas, BKN Tak Mau Turunkan Passing Grade Tes CPNS

    Ingin Hasilkan ASN Berkualitas, BKN Tak Mau Turunkan Passing Grade Tes CPNS

    Regional
    Polres Gresik: Pelanggar Operasi Zebra Turun, E-Tilang Tetap Diterapkan

    Polres Gresik: Pelanggar Operasi Zebra Turun, E-Tilang Tetap Diterapkan

    Regional
    PM Abe Kunjungi Darwin, Kota yang Pernah Dibom Jepang 75 Tahun Lalu

    PM Abe Kunjungi Darwin, Kota yang Pernah Dibom Jepang 75 Tahun Lalu

    Internasional
    Kuasa Hukum Baiq Nuril Upayakan Tunda Eksekusi Putusan MA

    Kuasa Hukum Baiq Nuril Upayakan Tunda Eksekusi Putusan MA

    Megapolitan
    Wisely Tidak Menyangka Surat Terima Kasihnya kepada Polisi Jadi Viral

    Wisely Tidak Menyangka Surat Terima Kasihnya kepada Polisi Jadi Viral

    Regional
    Hidayat Nur Wahid: Siapa Bilang Pak SBY Marah?

    Hidayat Nur Wahid: Siapa Bilang Pak SBY Marah?

    Nasional
    Fakta Rumah Klasik 'Bohemian Rapsody' di Blitar, Bukan Bangunan Lama hingga Dianggap Berhantu

    Fakta Rumah Klasik "Bohemian Rapsody" di Blitar, Bukan Bangunan Lama hingga Dianggap Berhantu

    Regional
    Sebelum Diperiksa sebagai Tersangka, Idrus Marham Pamer Buku Karyanya

    Sebelum Diperiksa sebagai Tersangka, Idrus Marham Pamer Buku Karyanya

    Nasional

    Close Ads X