Kompas.com - 16/06/2013, 18:05 WIB
Penulis Sandro Gatra
|
EditorInggried Dwi Wedhaswary

JAKARTA, KOMPAS.com - Konvensi Partai Demokrat dinilai akan memberi dampak positif bagi Demokrat maupun Indonesia di masa depan jika dilaksanakan dengan sungguh-sungguh. Akan tetapi, jika konvensi hanya politik kepura-puraan, akan menghancurkan Demokrat.

"Di era keterbukaan informasi, memunculkan politik kepura-puraan hanya akan menjadikan bumerang," kata pengamat politik dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Siti Zuhro, saat diskusi di Jakarta, Minggu (16/6/2013).

Menurut Siti, Demokrat memilih menggelar konvensi untuk menaikkan elektabilitas yang terus merosot pasca sejumlah kasus dan gonjang-ganjing yang menerpa partai tersebut. Selain itu, karena krisis calon pemimpin di internal Demokrat setelah Susilo Bambang Yudhoyono tidak bisa lagi maju dalam Pilpres.

Konvensi Demokrat, kata Siti, akan menjadi terobosan penting di tengah sikap parpol lain yang tidak berminat melakukannya. Beberapa parpol sudah menetapkan bakal calon presiden. Ada pula parpol yang masih menunggu hasil pemilu legislatif di April 2014.

Masalahnya, menurutnya, rakyat sudah skeptis dengan kondisi politik karena tidak ada calon alternatif yang muncul. Jika tidak ada upaya penjaringan calon pemimpin dari bawah melalui konvensi, maka angka golput akan semakin tinggi.

Meski demikian, kata Siti, ada beberapa masalah yang akan dihadapi Demokrat. Misalnya, apakah Demokrat mampu meyakinkan publik, khususnya para tokoh yang akan dijaring, bahwa konvensi akan bermanfaat bagi rakyat dan tidak hanya menguntungkan Demokrat. Selain itu, apakah Demokrat bisa meyakinkan akan mendapatkan hasil pemilu legislatif yang bagus sehingga mampu mengusung calon sendiri.

"Demokrat harus mampu membangun kepercayaan publik untuk menyukseskan konvensi, yaitu dengan merekrut tenaga independen yang dipercaya rakyat untuk melakukan seleksi calon. Ini penting agar tidak menimbulkan kontroversi dalam masyarakat," paparnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Ketua DPP Demokrat Didi Irawadi Syamsuddin mengakui bahwa konvensi bisa menjadi bomerang jika tidak dijalankan dengan baik. Meski demikian, Ia yakin konvensi akan meningkatkan partisipasi publik dalam pemilu lantaran prosesnya akan melibatkan masyarakat.

Didi menyinggung konvensi yang pernah dilakukan Partai Golkar tahun 2004 . Ketika itu, penentuan calon terpilih dilakukan oleh elit Golkar sehingga gagal ketika pemilu. Belajar dari pengalaman itu maupun konvensi di negara maju, kata Didi, pihaknya akan melibatkan masyarakat dalam penentuan calon yang diusung dalam Pilpres.

"Sekarang sedang digodok mekanismenya. Juli kita harapkan sudah ada tim seleksi. Kita buat semi terbuka. Nanti calon-calon dipilih oleh Komite yang melibatkan DPP, Majelis Tinggi. Nanti ujungnya melibatkan publik. Percayalah konvensi ini akan gairahkan kembali partisipasi publik," kata Didi.

Baca tentang


    26th

    Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    KPK Eksekusi Mantan Bupati Solok Selatan Muzni Zakaria ke Lapas Sukamiskin

    KPK Eksekusi Mantan Bupati Solok Selatan Muzni Zakaria ke Lapas Sukamiskin

    Nasional
    Mensos Sebut Bansos Tunai Tak Lagi Dilanjutkan

    Mensos Sebut Bansos Tunai Tak Lagi Dilanjutkan

    Nasional
    Polri Pastikan Kasus Penistaan Agama dengan Tersangka Muhammad Kece Tetap Diproses

    Polri Pastikan Kasus Penistaan Agama dengan Tersangka Muhammad Kece Tetap Diproses

    Nasional
    Menpan RB: Penundaan SKD Diupayakan Tak Ubah Jadwal Tes CPNS Keseluruhan

    Menpan RB: Penundaan SKD Diupayakan Tak Ubah Jadwal Tes CPNS Keseluruhan

    Nasional
    Pasal Integrasi Lembaga Riset dalam UU Cipta Kerja Digugat ke MK

    Pasal Integrasi Lembaga Riset dalam UU Cipta Kerja Digugat ke MK

    Nasional
    Kepala LAN: Birokrasi Harus Tinggalkan Cara Kerja Lama untuk Tingkatkan Efektivitas

    Kepala LAN: Birokrasi Harus Tinggalkan Cara Kerja Lama untuk Tingkatkan Efektivitas

    Nasional
    Koopgabsus Tricakti TNI Sebut 7 Teroris Poso Tewas Sepanjang 2021

    Koopgabsus Tricakti TNI Sebut 7 Teroris Poso Tewas Sepanjang 2021

    Nasional
    Propam Tunggu Izin MA untuk Periksa Irjen Napoleon atas Dugaan Penganiayaan Muhammad Kece

    Propam Tunggu Izin MA untuk Periksa Irjen Napoleon atas Dugaan Penganiayaan Muhammad Kece

    Nasional
    Ombudsman Temukan Masalah Pendataan Terkait Vaksinasi Covid-19

    Ombudsman Temukan Masalah Pendataan Terkait Vaksinasi Covid-19

    Nasional
    Kemenkes Pastikan Jemaah Umrah Akan Dapat 'Booster' Vaksin Covid-19

    Kemenkes Pastikan Jemaah Umrah Akan Dapat "Booster" Vaksin Covid-19

    Nasional
    Ombudsman Minta Koordinasi Terkait Distribusi Vaksin Covid-19 Dibenahi

    Ombudsman Minta Koordinasi Terkait Distribusi Vaksin Covid-19 Dibenahi

    Nasional
    Pratu Ida Bagus Gugur Ditembak Saat Amankan Pendaratan Heli untuk Angkut Jenazah Nakes

    Pratu Ida Bagus Gugur Ditembak Saat Amankan Pendaratan Heli untuk Angkut Jenazah Nakes

    Nasional
    Satgas: Covid-19 Kembali Melonjak di Sejumlah Negara dengan Kasus Aktif di Bawah 1 Persen

    Satgas: Covid-19 Kembali Melonjak di Sejumlah Negara dengan Kasus Aktif di Bawah 1 Persen

    Nasional
    Dukung Indonesia Jadi Pusat Vaksin Global, Anggota Komisi IX Harap Ada Manfaat bagi Bidang Farmasi

    Dukung Indonesia Jadi Pusat Vaksin Global, Anggota Komisi IX Harap Ada Manfaat bagi Bidang Farmasi

    Nasional
    Raker dengan DPD, Risma Paparkan 2 Pilar Strategi Kemensos Tangani Kemiskinan

    Raker dengan DPD, Risma Paparkan 2 Pilar Strategi Kemensos Tangani Kemiskinan

    Nasional
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.