Eks Waka Korlantas Didik Purnomo Bersaksi untuk Djoko Susilo

Kompas.com - 28/05/2013, 11:52 WIB
Penulis Icha Rastika
|
EditorInggried Dwi Wedhaswary

JAKARTA, KOMPAS.com - Mantan Wakil Kepala Korps Lalu Lintas Kepolisian RI, Brigadir Jenderal Polisi Didik Purnomo dijadwalkan bersaksi dalam persidangan kasus dugaan korupsi dan pencucian uang proyek simulator ujian surat izin mengemudi (SIM) roda dua dan roda empat dengan terdakwa mantan Kepala Korlantas Polri, Inspektur Jenderal Polisi Djoko Susilo. Persidangan tersebut berlangsung di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Selasa (28/5/2013), sekitar pukul 13.00 WIB.

“Saksinya ada Pak Teddy Rusmawan, Brigjen Didik Purnomo, rata-rata dari internal Kepolisian,” kata salah satu pengacara Djoko, Teuku Nasrullah, di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta, Senin (27/5/2013) sore.

Selain Didik, persidangan yang dipimpin ketua majelis hakim Suhartoyo itu akan menghadirkan saksi lain untuk diperiksa, di antaranya, Bendahara Korlantas Komisaris Polisi Legimo, dan Ketua Panita Proyek simulator SIM Ajun Komisaris Besar Polisi Teddy Rusmawan, dan Direktur PT Citra Mandiri Metalindo Abadi Budi Susanto.

“Ada Budi, Teddy, Legimo, pihak Korlantas yang penting,” ucap pengacara Djoko lainnya, Tommy Sihotang.

Dalam kasus simulator SIM, Djoko didakwa melakukan tindak pidana korupsi dengan bersama-sama melakukan penyalahgunaan wewenang sehingga menimbulkan kerugian negara. Djoko pun didakwa memperoleh keuntungan Rp 32 miliar dari proyek tersebut. Menurut dakwaan, perbuatan korupsi itu dilakukan Djoko bersama-sama Didik, Budi Susanto, dan Direktur PT Inovasi Teknologi Indonesia Sukotjo S Bambang. Baik Didik, Budi, dan Sukotjo telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus ini.

Surat dakwaan juga menyebutkan, Djoko mengarahkan agar PT CMMA milik Budi Susanto dijadikan pemenang tender proyek simulator SIM roda dua dan roda empat senilai total Rp 198,7 miliar. Untuk pelaksanaan pengadaan tersebut, Djoko selaku Kepala Korlantas dan kuasa pengguna anggaran (KPA) membentuk panita pengadaan yang diketuai AKBP Teddy Rusmawan, kemudian Djoko memanggil Teddy dan mengarahkan agar Budi Susanto yang mengerjakan proyek tersebut.

Selain itu, surat dakwaan menyebutkan Djoko lah yang memerintahkan penggelembungan harga atau mark up proyek simulator SIM roda dua (R2) dan roda empat (R4). Dalam persidangan sebelumnya, tim jaksa KPK menghadirkan Sukotjo untuk diperiksa sebagai saksi. Di hadapan majelis hakim, Sukotjo mengakui ada praktik mark up serta mengaku berikan uang suap kepada Djoko.

Ikuti berita terkait kasus ini dalam topik:
Dugaan Korupsi Korlantas Polri

Baca tentang


    Rekomendasi untuk anda
    25th

    Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Mantan Gubernur Lemhanas Letjen TNI (Purn) Sayidiman Suryohadiprojo Meninggal Dunia

    Mantan Gubernur Lemhanas Letjen TNI (Purn) Sayidiman Suryohadiprojo Meninggal Dunia

    Nasional
    Ketua IDI: Menkes Cepat soal Vaksinasi, tetapi Belum Maksimal Tekan Penularan Covid-19

    Ketua IDI: Menkes Cepat soal Vaksinasi, tetapi Belum Maksimal Tekan Penularan Covid-19

    Nasional
    UPDATE Banjir Kalsel: 5 Orang Meninggal, 27.111 Rumah Terendam, 112.709 Warga Mengungsi

    UPDATE Banjir Kalsel: 5 Orang Meninggal, 27.111 Rumah Terendam, 112.709 Warga Mengungsi

    Nasional
    Kasus Covid-19 Catat Rekor 4 Hari Beruntun, Pemerintah Dinilai Tak Antisipasi Prediksi

    Kasus Covid-19 Catat Rekor 4 Hari Beruntun, Pemerintah Dinilai Tak Antisipasi Prediksi

    Nasional
    Gempa Majene, BNPB: Sulawesi Barat Tanggap Darurat Bencana

    Gempa Majene, BNPB: Sulawesi Barat Tanggap Darurat Bencana

    Nasional
    UPDATE Gempa Majene-Mamuju: 46 Meninggal, 826 Luka-luka

    UPDATE Gempa Majene-Mamuju: 46 Meninggal, 826 Luka-luka

    Nasional
    Ibu Negara Iriana Jarang Tampak Dampingi Jokowi, Ini Penjelasan Istana

    Ibu Negara Iriana Jarang Tampak Dampingi Jokowi, Ini Penjelasan Istana

    Nasional
    UPDATE: 13.224 Kasus Baru Covid-19 Tersebar di 33 Provinsi, DKI Terbanyak

    UPDATE: 13.224 Kasus Baru Covid-19 Tersebar di 33 Provinsi, DKI Terbanyak

    Nasional
    UPDATE 16 Januari: Ada 69.414 Suspek Terkait Covid-19

    UPDATE 16 Januari: Ada 69.414 Suspek Terkait Covid-19

    Nasional
    UPDATE 16 Januari: Tambah 8.662, Pasien Sembuh dari Covid-19 Jadi 727.358

    UPDATE 16 Januari: Tambah 8.662, Pasien Sembuh dari Covid-19 Jadi 727.358

    Nasional
    UPDATE 16 Januari: Ada 143.517 Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia

    UPDATE 16 Januari: Ada 143.517 Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia

    Nasional
    UPDATE 16 Januari: Bertambah 283, Pasien Covid-19 Meninggal Kini 25.767 Orang

    UPDATE 16 Januari: Bertambah 283, Pasien Covid-19 Meninggal Kini 25.767 Orang

    Nasional
    UPDATE 16 Januari: 63.300 Spesimen Terkait Covid-19 Diperiksa dalam Sehari

    UPDATE 16 Januari: 63.300 Spesimen Terkait Covid-19 Diperiksa dalam Sehari

    Nasional
    Tambah 14.224 Kasus Covid-19 dalam Sehari, Indonesia Catat Rekor Lagi

    Tambah 14.224 Kasus Covid-19 dalam Sehari, Indonesia Catat Rekor Lagi

    Nasional
    UPDATE 16 Januari: Tambah 14.224, Kini Ada 896.642 Kasus Covid-19 di Indonesia

    UPDATE 16 Januari: Tambah 14.224, Kini Ada 896.642 Kasus Covid-19 di Indonesia

    Nasional
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X