Total, Ada Lima Mobil yang Disegel KPK di DPP PKS

Kompas.com - 07/05/2013, 16:35 WIB
Penulis Icha Rastika
|
EditorInggried Dwi Wedhaswary

JAKARTA, KOMPAS.com - Hingga Selasa (7/5/2013), Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menyegel lima mobil yang berada di kantor DPP Partai Keadilan Sejahtera. Selain VW Carravelle, Mazda CX9, dan Fortuner B 544, KPK menyita dua mobil lainnya, yakni Mitsubishi Pajero Sport, dan Nissan Navara.

"Jadi kami segel saja, kami kasih KPK line, juga ada mobil Pajero dan Nissan Navara," kata Juru Bicara KPK Johan Budi di Jakarta, Selasa (7/5/2013).

Penyegelan mobil ini dilakukan penyidik KPK sejak Senin (6/5/2013) tengah malam. Kelima mobil itu masih berada di kantor DPP PKS, TB Simatupang, Jakarta Selatan. Mobil-mobil tersebut nantinya akan dibawa ke Gedung KPK, Kuningan, Jakarta.

Menurut Johan, penyegelan dilakukan terkait penyidikan kasus dugaan tindak pidana korupsi dan pencucian uang (TPPU) kuota impor daging sapi yang menjerat mantan Presiden PKS, Luthi Hasan Ishaaq.

Dari lima mobil yang disita, hanya satu yang kepemilikannya atas nama Luthfi, yakni Mazda CX 9. Sementara, mobil lainnya, yakni Fortuner dan VW Caravelle diatasnamakan orang lain yang masih memiliki kedekatan dengan Luthfi. Diduga, dua mobil itu diatasnamakan Ahmad Zaky dan Ali Imran. Kemudian, dua mobil lainnya, yakni Pajero Sport dan Nissan, masih ditelusuri akta kempemilikannya.

"Jadi yang tiga itu, satu di antaranya atas nama LHI (Luthfi Hasan Ishaaq), Mazda CX9, kemudian VW Carravelle atas nama org lain, Fortuner atas nama orang lain yang juga dekat dengan Luthfi, Nissan Navara, dan Pajero Sport, ini setelah dicek ada kaitannya dengan LHI (Luthfi Hasan Ishaaq)," ungkap Johan.

Mobil-mobil terkait Luthfi ini diduga berasal dari hasil tindak pidana korupsi. KPK menetapkan Luthfi sebagai tersangka kasus dugaan korupsi kepengurusan kuota impor daging sapi. Dia bersama-sama orang dekatnya, Ahmad Fathanah diduga menerima pemberian hadiah atau janji dari PT Indoguna Utama sebagai imbalan mengurus penambahan kuota impor daging sapi untuk perusahaan itu.

Dalam pengembangannya, KPK menetapkan Luthfi dan Fathanah sebagai tersangka dugaan pencucian uang. Sebelumnya, KPK menyita Toyota FJ Cruiser bernomor polisi B 1340 TJE yang juga diduga milik Luthfi. FJ Cruiser itu kini diamankan di halaman parkir Gedung KPK, Kuningan, Jakarta.

Selain itu, KPK menyita lima mobil yang diduga berkaitan dengan Fathanah, yakni Honda Jazz putih, Toyota Land Cruiser Prado dengan nomor polisi B 1739 WFN, Toyota Alphard B 53 FTI, Mercedes Benz C200 B 8749 BS, dan FJ Cruiser dengan nomor polisi B 1330 SZZ.

Menurut Johan, setelah dilakukan penelusuran lebih jauh, penyidik menemukan kaitan FJ Cruiser B 1330 SZZ Fathanah itu dengan Luthfi.

Baca tentang


    Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Loyalis Tommy Tak Terima Kemenkumham Sahkan Partai Berkarya Kubu Muchdi Pr

    Loyalis Tommy Tak Terima Kemenkumham Sahkan Partai Berkarya Kubu Muchdi Pr

    Nasional
    Menkes: Pencegahan Stunting Tetap Prioritas Saat Pandemi Covid-19

    Menkes: Pencegahan Stunting Tetap Prioritas Saat Pandemi Covid-19

    Nasional
    Pertengahan Agustus, Vaksin Covid-19 Diujicoba pada 1.620 Subjek

    Pertengahan Agustus, Vaksin Covid-19 Diujicoba pada 1.620 Subjek

    Nasional
    KPK Masih Dalami Aliran Uang ke Mantan Sekretaris MA Nurhadi

    KPK Masih Dalami Aliran Uang ke Mantan Sekretaris MA Nurhadi

    Nasional
    Periksa Mantan Anggota DPRD, KPK Dalami Dugaan Penerimaan Uang oleh Pejabat Kota Banjar

    Periksa Mantan Anggota DPRD, KPK Dalami Dugaan Penerimaan Uang oleh Pejabat Kota Banjar

    Nasional
    KSAU dan KSAL Terima Bintang Angkatan Kelas Utama dari Panglima TNI

    KSAU dan KSAL Terima Bintang Angkatan Kelas Utama dari Panglima TNI

    Nasional
    Pakar Hukum Pidana: KPK Dapat Ambil Alih Kasus Pelarian Djoko Tjandra

    Pakar Hukum Pidana: KPK Dapat Ambil Alih Kasus Pelarian Djoko Tjandra

    Nasional
    BKN Sebut 17.000 Formasi CPNS Berpotensi Kosong

    BKN Sebut 17.000 Formasi CPNS Berpotensi Kosong

    Nasional
    Masyarakat Diingatkan untuk Bahu-membahu Atasi Pandemi Covid-19

    Masyarakat Diingatkan untuk Bahu-membahu Atasi Pandemi Covid-19

    Nasional
    Ombudsman Temukan Napi Asimilasi yang Hilang Kontak dan Alamat Tak Sesuai

    Ombudsman Temukan Napi Asimilasi yang Hilang Kontak dan Alamat Tak Sesuai

    Nasional
    KPK Periksa Mantan Pejabat Kemensetneg Terkait Kasus PT Dirgantara Indonesia

    KPK Periksa Mantan Pejabat Kemensetneg Terkait Kasus PT Dirgantara Indonesia

    Nasional
    Wujudkan Birokrasi Profesional, Mensos Minta ASN Kemensos Terus Berinovasi

    Wujudkan Birokrasi Profesional, Mensos Minta ASN Kemensos Terus Berinovasi

    Nasional
    Ombudsman Temukan Potensi Malaadministrasi Terkait Penyimpanan Benda Sitaan Negara

    Ombudsman Temukan Potensi Malaadministrasi Terkait Penyimpanan Benda Sitaan Negara

    Nasional
    Jaksa Agung Sebut Rotasi 4 Pejabat Kejagung Tak Terkait Kasus Tertentu

    Jaksa Agung Sebut Rotasi 4 Pejabat Kejagung Tak Terkait Kasus Tertentu

    Nasional
    KPK Eksekusi Eks Direktur Pemasaran PTPN III ke Lapas Surabaya

    KPK Eksekusi Eks Direktur Pemasaran PTPN III ke Lapas Surabaya

    Nasional
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X