Kompas.com - 22/03/2013, 16:06 WIB
Penulis Dani Prabowo
|
EditorHindra

JAKARTA, KOMPAS.com -  Hakim Mahkamah Konstitusi (MK) baru, Arief Hidayat, dapat menggunakan hak pilihnya setelah dilantik Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Arief adalah hakim konstitusi pengganti Mahfud MD yang pensiun pada akhir Maret 2013.

"Pak Arief baru akan mempunyai hak suara dalam pemilihan Ketua MK apabila telah dilantik secara resmi oleh Presiden," kata Juru Bicara MK M. Akil Mochtar, Jumat (22/3/2013).

Akil mengungkapkan, Arief harus mengucapkan sumpah di depan Presiden selaku kepala negara sebelum dapat maju sebagai calon ketua MK. Setelah dilantik Presiden, Arief telah sah menjadi hakim konstitusi secara de facto dan de jure.

Sebelum dilantik, Arief, yang dipilih Komisi III, telah mengikuti serangkaian uji kepatutan dan kelayakan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, pada awal Maret silam. Arif memeroleh 42 dari 48 suara.

Dua calon hakim MK lainnya kalah dukungan, yakni Sugianto (5 suara) dan Djafar Al Bram (1 suara). Enam politisi Komisi III tak menggunakan hak suara lantaran tak hadir.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Faisal Basri Singgung Pembiayaan Proyek IKN: Dulu Bilangnya Tak Pakai APBN, Sekarang?

Faisal Basri Singgung Pembiayaan Proyek IKN: Dulu Bilangnya Tak Pakai APBN, Sekarang?

Nasional
Dana PEN Akan Digunakan untuk Bangun IKN, PKS: Pemerintah Tega Sekali

Dana PEN Akan Digunakan untuk Bangun IKN, PKS: Pemerintah Tega Sekali

Nasional
KSP: Munculkan Nama-nama Calon Pemimpin IKN agar Presiden Punya Banyak Pilihan

KSP: Munculkan Nama-nama Calon Pemimpin IKN agar Presiden Punya Banyak Pilihan

Nasional
Kecelakaan Maut di Rapak Balikpapan, Legislator Kaltim Harap Pemerintah Bangun Fly Over di Sana

Kecelakaan Maut di Rapak Balikpapan, Legislator Kaltim Harap Pemerintah Bangun Fly Over di Sana

Nasional
Diperiksa KPK, Dino Patti Djalal Akui yang Kenalkan Formula E ke Pemda DKI

Diperiksa KPK, Dino Patti Djalal Akui yang Kenalkan Formula E ke Pemda DKI

Nasional
Arteria Dahlan Bisa Dapat Diskresi Soal Pelat Khusus Polisi, tapi..

Arteria Dahlan Bisa Dapat Diskresi Soal Pelat Khusus Polisi, tapi..

Nasional
Dirut BPJS Kesehatan Ungkap Rencana NIK Gantikan Nomor Kepesertaan

Dirut BPJS Kesehatan Ungkap Rencana NIK Gantikan Nomor Kepesertaan

Nasional
Politikus PKS Nilai Pemindahan IKN Bukan Solusi, tetapi Masalah Baru

Politikus PKS Nilai Pemindahan IKN Bukan Solusi, tetapi Masalah Baru

Nasional
87 Jemaah Umrah Positif Saat Tiba di Indonesia, Kemenag Duga Tertular Saat Pulang

87 Jemaah Umrah Positif Saat Tiba di Indonesia, Kemenag Duga Tertular Saat Pulang

Nasional
PKB Persilakan Ridwan Kamil Bergabung demi Maju Pilpres 2024

PKB Persilakan Ridwan Kamil Bergabung demi Maju Pilpres 2024

Nasional
Politisi PDI-P: Tugas Tak Mudah, Kepala Otorita IKN Harus Sosok Luar Biasa

Politisi PDI-P: Tugas Tak Mudah, Kepala Otorita IKN Harus Sosok Luar Biasa

Nasional
Nakes Diduga Suntik Vaksin Kosong di Medan, Kemenkes Minta Vaksinator Profesional Jalankan Tugas

Nakes Diduga Suntik Vaksin Kosong di Medan, Kemenkes Minta Vaksinator Profesional Jalankan Tugas

Nasional
KSP: Presiden Masih Punya Waktu Putuskan Siapa yang Pimpin IKN

KSP: Presiden Masih Punya Waktu Putuskan Siapa yang Pimpin IKN

Nasional
KSAU Tekankan Instruktur dan Siswa Penerbang Utamakan Keselamatan

KSAU Tekankan Instruktur dan Siswa Penerbang Utamakan Keselamatan

Nasional
PAN Sebut Ridwan Kamil Masuk Radar untuk Dicalonkan Saat Pilpres 2024

PAN Sebut Ridwan Kamil Masuk Radar untuk Dicalonkan Saat Pilpres 2024

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.