KPK Sita 4 Kardus Barbuk dari Ruang Setya Novanto

Kompas.com - 19/03/2013, 17:37 WIB
|
EditorHindra

JAKARTA, KOMPAS.com — Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membawa empat buah kardus barang bukti dari ruangan Bendahara Umum Partai Golkar Setya Novanto di lantai 12, Nusantara I, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (19/3/2013). Penyidik melakukan penggeledahan selama enam jam di ruangan 1221 milik Setya.

Berdasarkan pantauan Kompas.com, sebanyak enam orang penyidik keluar dari ruang Setya Novanto pada pukul 16.43 WIB. Mereka dikawal belasan aparat kepolisian lantaran membawa sejumlah barang bukti. Setidaknya ada tiga buah kardus coklat, 1 buah kardus printer, dan beberapa dokumen yang disita dari ruangan Setya. Setya, yang mendampingi tim penyidik KPK melakukan penggeledahan, hingga kini belum keluar dari ruangannya.

Sebelumnya, penyidik juga menggeledah ruangan anggota Komisi X dari Fraksi Partai Golkar Kahar Muzakir. Dari ruangan Kahar, penyidik membawa tiga buah kardus coklat yang berisi kumpulan barang bukti.

Juru Bicara KPK Johan Budi mengatakan, penggeledahan dilakukan terkait dengan penyidikan kasus dugaan korupsi terkait Revisi Peraturan Daerah Nomor 6 Tahun 2010 tentang Penambahan Biaya Arena Menembak PON Riau dengan tersangka Gubernur Riau Rusli Zainal.

"Terkait dengan kasus PON Riau dengan tersangka RZ (Rusli Zainal), penyidik melakukan penggeledahan di beberapa empat, ruang ketua fraksi Setya Novanto dan di ruangan anggota fraksi Kahar Muzakir," kata Johan di Jakarta. Menurutnya, KPK menurunkan tim penyidik ke sejumlah lokasi penggeledahan sejak pukul 10.30 WIB. Penggeledahan di ruangan Setya dan Kahar ini dilakukan karena KPK menduga ada jejak-jejak tindak pidana korupsi yang dituduhkan kepada Rusli di dua tempat tersebut.

"Penggeledahan dilakukan karena diduga ada jejak-jejak, misalnya di sana ada pertemuan," ujarnya. Namun, Johan tidak mengungkapkan lebih jauh mengenai pertemuan yang disebutkannya itu. Sebelumnya, Setya dan Kahar pernah diperiksa KPK sebagai saksi PON Riau dengan tersangka mantan Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Pemerintah Provinsi Riau Lukman Abbas.

Pertemuan di ruangan Setya

Dugaan keterlibatan Setya dan Kahar dalam kasus PON Riau ini terungkap melalui kesaksian Lukman Abbas di Pengadilan Tipikor Pekanbaru, Riau, beberapa waktu lalu. Saat itu, Lukman mengaku menyerahkan uang 1.050.000 dollar AS (sekitar Rp 9 miliar) kepada Kahar Muzakir, anggota Komisi X DPR dari Partai Golkar. Penyerahan uang merupakan langkah permintaan bantuan PON dari dana APBN Rp 290 miliar.

Lebih jauh Lukman mengungkapkan, awal Februari 2012, dia menemani Gubernur Riau Rusli Zainal untuk mengajukan proposal bantuan dana APBN untuk keperluan PON melalui Kementerian Pemuda dan Olahraga senilai Rp 290 miliar. Proposal itu disampaikan Rusli kepada Setya Novanto dari Fraksi Partai Golkar. Untuk memuluskan langkah itu, harus disediakan dana 1.050.000 dollar AS.

Setelah pertemuan tersebut, Lukman mengaku diminta menyerahkan uang kepada Kahar. Lukman kemudian menemuinya di lantai 12 Gedung Parlemen dan menyerahkan 850.000 dollar AS kepada ajudan Kahar.

Setya akui pertemuan

Beberapa waktu yang lalu, Setya membenarkan adanya pertemuan di ruangannya di lantai 12 Gedung Nusantara I DPR. Namun, menurut Setya, pertemuan itu bukan membicarakan masalah PON, melainkan acara di DPP Partai Golkar.

Setya juga membantah dirinya pernah menerima proposal bantuan dana APBN untuk keperluan PON Riau. Setya juga membantah pernah menyuruh pihak Dinas Pemuda dan Olahraga Riau (Dispora Riau) untuk menyerahkan uang suap agar anggaran turun. Bantahan yang sama juga pernah disampaikan Kahar. Seusai diperiksa KPK beberapa waktu lalu, dia, melalui pengacara Partai Golkar, Rudi Alfonso, membantah membantu mengupayakan penambahan anggaran PON Riau.

Baca tentang
    Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
    Ikut


    Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Kajari Bantul Sembuh, Kejaksaan Agung Termotivasi Mengatasi Covid-19

    Kajari Bantul Sembuh, Kejaksaan Agung Termotivasi Mengatasi Covid-19

    Nasional
    Telegram Kapolri, Pemain Harga dan TImbun Kebutuhan Saat Wabah Covid-19 Jadi Incaran

    Telegram Kapolri, Pemain Harga dan TImbun Kebutuhan Saat Wabah Covid-19 Jadi Incaran

    Nasional
    Penghina Presiden dan Pejabat dalam Penanganan Covid-19 Terancam Sanksi Penjara

    Penghina Presiden dan Pejabat dalam Penanganan Covid-19 Terancam Sanksi Penjara

    Nasional
    Pemerintah Telah Menguji 9.712 Spesimen dalam Tes Covid-19

    Pemerintah Telah Menguji 9.712 Spesimen dalam Tes Covid-19

    Nasional
    Pemerintah Terima Donasi Rp 82 Miliar untuk Penanganan Corona, Masyarakat Jangan Berkecil Hati

    Pemerintah Terima Donasi Rp 82 Miliar untuk Penanganan Corona, Masyarakat Jangan Berkecil Hati

    Nasional
    Daerah Bisa Ajukan Pembatasan Sosial ke Pemerintah Pusat jika Penuhi Dua Kriteria

    Daerah Bisa Ajukan Pembatasan Sosial ke Pemerintah Pusat jika Penuhi Dua Kriteria

    Nasional
    Masyarakat Diminta Bersihkan Sarang Nyamuk untuk Hindari Penyakit Demam Berdarah

    Masyarakat Diminta Bersihkan Sarang Nyamuk untuk Hindari Penyakit Demam Berdarah

    Nasional
    Jubir Pemerintah: Sesuai Rekomendasi WHO, Mulai Hari Ini Semua Gunakan Masker

    Jubir Pemerintah: Sesuai Rekomendasi WHO, Mulai Hari Ini Semua Gunakan Masker

    Nasional
    Sebaran 181 Kasus Baru Covid-19, Pasien Bertambah di 13 Provinsi

    Sebaran 181 Kasus Baru Covid-19, Pasien Bertambah di 13 Provinsi

    Nasional
    Kemenkes: Pembatasan Sosial Berskala Besar Beda dengan Karantina

    Kemenkes: Pembatasan Sosial Berskala Besar Beda dengan Karantina

    Nasional
    Cegah Covid-19 Saat Mudik, Harga Tiket Naik dan Penumpang Dibatasi

    Cegah Covid-19 Saat Mudik, Harga Tiket Naik dan Penumpang Dibatasi

    Nasional
    Sebaran Covid-19 di 32 Provinsi, DKI Jakarta Catat 1.124 Kasus

    Sebaran Covid-19 di 32 Provinsi, DKI Jakarta Catat 1.124 Kasus

    Nasional
    Bertambah 14, Total 164 Orang Sembuh dari Covid-19

    Bertambah 14, Total 164 Orang Sembuh dari Covid-19

    Nasional
    Polri Bakal Sanksi Siapa Pun yang Halangi Petugas Tangani Covid-19

    Polri Bakal Sanksi Siapa Pun yang Halangi Petugas Tangani Covid-19

    Nasional
    UPDATE: Tambah 7, Total Pasien Covid-19 Meninggal Ada 198 Orang

    UPDATE: Tambah 7, Total Pasien Covid-19 Meninggal Ada 198 Orang

    Nasional
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X