Kompas.com - 07/11/2012, 17:00 WIB
Penulis Sandro Gatra
|
EditorInggried Dwi Wedhaswary

JAKARTA, KOMPAS.com - Terpidana kasus narkotika Meirika Franola alias Ola (42) diduga kembali terlibat dalam penyelundupan narkoba. Ola diduga menjadi otak penyelundupan sabu seberat 775 gram dari India ke Indonesia. Padahal, Ola baru menerima grasi dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Apakah Presiden salah menerima masukan dari bawahannya? Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan Djoko Suyanto menilai, tidak ada yang salah dari masukan yang diberikan kepada Presiden.

"Enggak. Dulu (grasi) diberikan karena yang bersangkutan itu (Ola) tidak melakukan apa-apa. Dia bukan pengedar, waktu itu kurir. Pada waktu (usulan) diberikan, kan itu yang kita terima," kata Djoko di Istana Negara, Jakarta, Rabu ( 7/11/2012 ).

Djoko mengatakan, Presiden tidak mungkin sembarangan dalam memberikan grasi. Keputusan pemberian grasi terhadap narapidana kasus apapun, kata dia, atas pertimbangan yang matang setelah menerima masukan dari berbagai pihak.

Djoko menambahkan, kemungkinan besar grasi untuk Ola akan dicabut lantaran tidak sesuai dengan tujuan pemberian grasi. Masih dipertimbangkan apakah pencabutan grasi itu menunggu keputusan pengadilan atau tidak. "Harus dipikirkan. Kan baru tadi malam dilaporkan," ucapnya.

Seperti diberitakan, Badan Narkotika Nasional (BNN) menyebut Ola menjadi otak penyelundupan sabu seberat 775 gram dari India ke Indonesia. Sabu 775 gram itu dibawa oleh kurir, NA (40), dengan menumpang pesawat. NA, yang seorang ibu rumah tangga, ditangkap BNN di Bandara Husein Sastranegara, Bandung, Jawa Barat, 4 Oktober lalu.

Pada Agustus 2000 , Ola bersama dua sepupunya, Deni Setia Maharwa alias Rafi Muhammed Majid dan Rani Andriani, divonis hukuman mati. Mereka terbukti bersalah menyelundupkan 3,5 kilogram heroin dan 3 kg kokain melalui Bandara Soekarno- Hatta ke London, 12 Januari 2000 .

Belum lama ini, Ola yang mendekam di Lembaga Pemasyarakatan (LP) Wanita Tangerang memperoleh grasi sehingga vonis hukuman mati yang harus dijalaninya diringankan menjadi hukuman seumur hidup. Grasi ini juga diperoleh Deni.

Baca juga:
Cabut Grasi untuk Ola
Beri Grasi Ola, Presiden Dikelabui Bawahannya
Penerima Grasi Otaki Penyelundupan Sabu

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


    Video Pilihan

    26th

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Bakal Diplomasi dengan Pemerintah Saudi, Menag: Agar Pelaksanaan Haji Furoda Enggak Acak Adul

    Bakal Diplomasi dengan Pemerintah Saudi, Menag: Agar Pelaksanaan Haji Furoda Enggak Acak Adul

    Nasional
    Jokowi Beri Penghargaan Satyalencana Wira Karya kepada Enam Bupati

    Jokowi Beri Penghargaan Satyalencana Wira Karya kepada Enam Bupati

    Nasional
    Anggota Komisi II DPR Sebut Independensi Jadi Aspek Penting dalam Pemilihan Pejabat Kepala Daerah

    Anggota Komisi II DPR Sebut Independensi Jadi Aspek Penting dalam Pemilihan Pejabat Kepala Daerah

    Nasional
    Singgung Subsidi BBM Lagi, Jokowi: Kalau APBN Sudah Tak Kuat Gimana?

    Singgung Subsidi BBM Lagi, Jokowi: Kalau APBN Sudah Tak Kuat Gimana?

    Nasional
    Jokowi Tinjau Penelitian Minyak Makan Merah yang Disebut Dapat Cegah Stunting

    Jokowi Tinjau Penelitian Minyak Makan Merah yang Disebut Dapat Cegah Stunting

    Nasional
    42 Parpol Sudah Terdaftar di Sipol Pemilu 2024, 7 di Antaranya Partai Lokal Aceh

    42 Parpol Sudah Terdaftar di Sipol Pemilu 2024, 7 di Antaranya Partai Lokal Aceh

    Nasional
    Di Medan, Jokowi Cerita Pembicaraan dengan Zelensky dan Putin soal Stok Gandum

    Di Medan, Jokowi Cerita Pembicaraan dengan Zelensky dan Putin soal Stok Gandum

    Nasional
    Rapat Paripurna Pengesahan RUU Pemasyarakatan Dihadiri 337 Anggota DPR

    Rapat Paripurna Pengesahan RUU Pemasyarakatan Dihadiri 337 Anggota DPR

    Nasional
    Pengangkatan Pj Gubernur dari Kalangan Militer Dinilai Melukai Masyarakat Aceh

    Pengangkatan Pj Gubernur dari Kalangan Militer Dinilai Melukai Masyarakat Aceh

    Nasional
    Presiden Jokowi: Jangan Setiap Tahun Punya Anak, Jaraknya Diatur

    Presiden Jokowi: Jangan Setiap Tahun Punya Anak, Jaraknya Diatur

    Nasional
    Momentum Penegakan Regulasi Filantropi yang Adil dan Transparan

    Momentum Penegakan Regulasi Filantropi yang Adil dan Transparan

    Nasional
    Jokowi ke Warga di Kota Medan: Kalau BBM Naik, Ada yang Setuju?

    Jokowi ke Warga di Kota Medan: Kalau BBM Naik, Ada yang Setuju?

    Nasional
    Bareskrim Selidiki Dugaan Penyelewengan Dana di ACT

    Bareskrim Selidiki Dugaan Penyelewengan Dana di ACT

    Nasional
    Hadiri Acara Puncak Hari Keluarga Nasional, Jokowi Didoakan Masa Jabatannya Diperpanjang

    Hadiri Acara Puncak Hari Keluarga Nasional, Jokowi Didoakan Masa Jabatannya Diperpanjang

    Nasional
    Sebelum Bertemu KSAD AS, Jenderal Dudung Dialog dengan Diaspora RI di LA

    Sebelum Bertemu KSAD AS, Jenderal Dudung Dialog dengan Diaspora RI di LA

    Nasional
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.