Lagu SBY Awali Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila

Kompas.com - 01/10/2012, 08:32 WIB
|
EditorRobert Adhi Ksp

 

JAKARTA, KOMPAS.com — Lagu Kuyakin Sampai di Sana ciptaan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menjadi pembuka dalam upacara peringatan Hari Kesaktian Pancasila di Monumen Pancasila Sakti, Lubang Buaya, Jakarta Timur, Senin (1/10/2012). Dalam upacara ini, Presiden SBY bertindak sebagai inspektur upacara.

Hadir dalam upacara itu antara lain Ibu Ani Yudhoyono, Wakil Presiden Boediono beserta Ny Herawati Boediono, Ketua MPR Taufik Kiemas, Ketua DPR Marzuki Alie, Ketua DPD Irman Gusman, serta sejumlah menteri Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) II, pimpinan lembaga negara, dan perwakilan negara sahabat.

Peringatan Hari Kesaktian Pancasila tahun ini bertemakan "Kesaktian Pancasila Tonggak Negara Paripurna". Upacara peringatan dimulai pukul 8.00, diikuti perwakilan seluruh angkatan di TNI, polri, dan pelajar. Upacara serupa juga digelar di seluruh daerah di Indonesia.

Dalam peringatan kali ini, Ketua MPR Taufik Kiemas membacakan teks Pancasila. Teks Pembukaan UUD 1945 dibacakan Ketua DPD Irman Gusman, sedangkan naskah ikrar untuk menegakkan ideologi Pancasila dibacakan dan ditandatangani Ketua DPR Marzuki Alie.

Peringatan Hari Kesaktian Pancasila merujuk peristiwa Gerakan 30 September 1965 yang menewaskan sejumlah petinggi TNI (dahulu ABRI) Angkatan Darat, yakni Letjen TNI Ahmad Yani, Mayjen TNI R Suprapto, Mayjen TNI MT Haryono, Mayjen TNI Siswondo Parman, Brigjen TNI DI Panjaitan, dan Brigjen TNI Sutoyo Siswomiharjo. Dalam insiden itu, ajudan Jenderal TNI AH Nasution, Lettu Pierre Tendean, serta putri Nasution, Ade Irma Suryani Nasution, juga tewas terbunuh.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


    Video Pilihan

    26th

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Mabes Polri Lakukan Koordinasi dengan Interpol Swiss Terkait Hilangnya Anak Ridwan Kamil

    Mabes Polri Lakukan Koordinasi dengan Interpol Swiss Terkait Hilangnya Anak Ridwan Kamil

    Nasional
    KPK Panggil 2 Ajudan Bupati Bogor Ade Yasin untuk Dalami Kasus Suap Auditor BPK

    KPK Panggil 2 Ajudan Bupati Bogor Ade Yasin untuk Dalami Kasus Suap Auditor BPK

    Nasional
    Marak Perkawinan Usia Anak, Berapa Usia Minimal Menikah Menurut UU?

    Marak Perkawinan Usia Anak, Berapa Usia Minimal Menikah Menurut UU?

    Nasional
    MK: Kepala BIN Sulteng Diperbolehkan Jadi Pj Bupati Seram Bagian Barat

    MK: Kepala BIN Sulteng Diperbolehkan Jadi Pj Bupati Seram Bagian Barat

    Nasional
    KBRI Bern Koordinasi dengan Polisi dan SAR Swiss Cari Anak Ridwan

    KBRI Bern Koordinasi dengan Polisi dan SAR Swiss Cari Anak Ridwan

    Nasional
    Terbitkan SE, Kemenkes Minta Pemda hingga RS Tingkatkan Kewaspadaan terhadap Penyakit Cacar Monyet

    Terbitkan SE, Kemenkes Minta Pemda hingga RS Tingkatkan Kewaspadaan terhadap Penyakit Cacar Monyet

    Nasional
    Penjelasan Benny K Harman Setelah Dilaporkan ke Polisi karena Diduga Tampar Pegawai Restoran

    Penjelasan Benny K Harman Setelah Dilaporkan ke Polisi karena Diduga Tampar Pegawai Restoran

    Nasional
    Poin-poin Perubahan RKUHP yang Segera Dilanjutkan: Dari Penghinaan Presiden hingga Aborsi

    Poin-poin Perubahan RKUHP yang Segera Dilanjutkan: Dari Penghinaan Presiden hingga Aborsi

    Nasional
    Stop Penganiayaan Anak

    Stop Penganiayaan Anak

    Nasional
    RUU KUHP Masih Atur Hukuman Mati, Koalisi Masyarakat Sipil: Seharusnya Tidak Boleh Ada

    RUU KUHP Masih Atur Hukuman Mati, Koalisi Masyarakat Sipil: Seharusnya Tidak Boleh Ada

    Nasional
    Penerapan Hukum yang Hidup pada RKUHP Dinilai Dapat Memunculkan Tindakan Kriminalisasi

    Penerapan Hukum yang Hidup pada RKUHP Dinilai Dapat Memunculkan Tindakan Kriminalisasi

    Nasional
    Jadi Alasan Ratusan CPNS Mundur, Berapa Besaran Gaji PNS?

    Jadi Alasan Ratusan CPNS Mundur, Berapa Besaran Gaji PNS?

    Nasional
    Deja Vu Dwifungsi ABRI dan Droping Pejabat dari Jakarta

    Deja Vu Dwifungsi ABRI dan Droping Pejabat dari Jakarta

    Nasional
    Usai Menikah, Ketua MK dan Adik Jokowi Langsung Dapat E-KTP Baru

    Usai Menikah, Ketua MK dan Adik Jokowi Langsung Dapat E-KTP Baru

    Nasional
    Gaji Kecil Bikin Ratusan CPNS Mundur, Kini Mereka Dihantui Sanksi 'Blacklist' dan Denda hingga Ratusan Juta

    Gaji Kecil Bikin Ratusan CPNS Mundur, Kini Mereka Dihantui Sanksi "Blacklist" dan Denda hingga Ratusan Juta

    Nasional
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.