Kompas.com - 07/09/2012, 15:17 WIB
Penulis Icha Rastika
|
EditorInggried Dwi Wedhaswary

JAKARTA, KOMPAS.com - Tersangka kasus dugaan penerimaan suap proyek Al Quran dan laboratorium Kementerian Agama Zulkarnaen Djabar mengaku tidak takut melakukan pembuktian terbalik. Pengacara Zulkarnaen, Yusril Ihza Mahendra mengatakan, pihaknya ingin membuktikan secara terbalik semua sangkaan yang dituduhkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kepada kliennya.

"Saya sudah sepakat dengan klien untuk melakukan pembuktian terbalik yang selama ini ditakuti orang. Kami tidak takut. Jadi, kalau ada satu sangkaan ya kita ingin membuktikan sebaliknya," kata Yusril, di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta, Jumat (7/9/2012), di sela-sela pemeriksaan Zulkarnaen.

Yusril dan Zulkarnaen akan melakukan pembuktian terbalik yang selama ini, menurutnya belum pernah dilakukan. Meski secara hakikat pembuktian terbalik itu baru dilakukan dalam proses persidangan di pengadilan, Yusril mengatakan, langkah tersebut bisa juga dilakukan selama proses pemeriksaan di KPK.

"Itu kami lakukan seperti itu karena perlu diingat, yang perlu dilakukan adalah pembuktian kebenaran materiil. Jadi fakta, bukti harus kuat untuk dibawa ke pengadilan," ujar mantan Menteri Kehakiman itu.

KPK menetapkan Zulkarnaen dan putranya, Dendy Prasetya sebagai tersangka karena diduga menerima suap lebih dari Rp 4 miliar terkait penganggaran proyek Al Quran dan laboratorium Kementerian Agama. Zulkarnaen dijerat dalam kapasitasnya selaku anggota Komisi VIII Dewan Perwakilan Rakyat sekaligus anggota Badan Anggaran DPR.

Adapun, Dendy dalam kapasitasnya sebagai pihak swasta. Sejak pagi tadi, KPK memeriksa Zulkarnaen sebagai tersangka. Pemeriksaan Zulkarnaen hari ini merupakan yang pertama sejak politikus Partai Golkar itu ditetapkan KPK sebagai tersangka Juni lalu. Kemungkinan, Zulkarnaen akan ditahan KPK seusai pemeriksaan perdananya ini. Terkait kemungkinan ditahan, Yusril mengatakan kliennya siap akan segala risiko.

"Kami berharap mudah-mudahan tidak terjadi karena memang kooperatif. Kemudian juga tidak ada upaya untuk melarikan diri," ujar Yusril.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.