Kritik Australia, Menlu Dapat Acungan Jempol - Kompas.com

Kritik Australia, Menlu Dapat Acungan Jempol

Kompas.com - 09/06/2012, 13:04 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Sikap Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa yang secara terbuka menyatakan kecewa dengan kebijakan Australia yang memberikan suaka kepada Kapten Emad mendapatkan pujian. Kapten Emad diduga merupakan otak di balik tindak pidana penyelundupan manusia.

Guru Besar FH Universitas Indonesia Hikmahanto Juwana mengatakan, sikap Marty patut diapresiasi dan diacungi jempol. "Dalam dunia diplomasi, pernyataan Menlu Marty merupakan tamparan bagi Pemerintah Australia dan karenanya patut mengubah kebijakannya," kata Hikmahanto, Sabtu (9/6/2012).

Marty juga mengatakan, kebijakan tersebut sulit diterima bangsa Indonesia. Terlebih, Pemerintah Australia menghukum orang-orang yang turut terlibat dalam tindak pidana penyelundupan manusia.

Menurut Hikmahanto, Marty telah mengedepankan kepentingan warga Indonesia yang diperlakukan tidak adil oleh pemerintah negara lain. Ketegasan Marty diharapkan berdampak pada pemahaman Pemerintah Australia bahwa Indonesia bukanlah negara yang mudah diatur dan ditekan oleh Australia. Indonesia patut diperlakukan oleh Pemerintah Australia sejajar dengan negara besar, seperti China dan Amerika Serikat.

"Sikap Menlu Marty seharusnya menjadi contoh bagi para menteri lain ketika berhubungan dengan Australia. Mereka sepatutnya mengedepankan kepentingan warga dan bangsa Indonesia mengingat warga Indonesia adalah konstituen mereka," kata Hikmahanto.

Berita terakhir menyebutkan, Polisi Federal Australia (AFP) menyatakan, Kapten Emad sudah meninggalkan Australia kendati telah menjadi fokus penyelidikan polisi sejak lama.


EditorKistyarini

Terkini Lainnya

Pagi Ini, Dua Pemimpin Korea Berjumpa dalam Pertemuan Bersejarah

Pagi Ini, Dua Pemimpin Korea Berjumpa dalam Pertemuan Bersejarah

Internasional
Terungkapnya Pencuri 14 Laptop untuk UNBK di SMP Muhammadiyah Koja...

Terungkapnya Pencuri 14 Laptop untuk UNBK di SMP Muhammadiyah Koja...

Megapolitan
KPK Supervisi Enam Kasus Dugaan Korupsi di Riau

KPK Supervisi Enam Kasus Dugaan Korupsi di Riau

Nasional
C-130 B Hercules, T-1301 beristirahat di Museum Dirgantara Yogyakarta

C-130 B Hercules, T-1301 beristirahat di Museum Dirgantara Yogyakarta

Nasional
Moeldoko: Presiden Tidak Akan Korbankan Negara untuk Tenaga Kerja Asing

Moeldoko: Presiden Tidak Akan Korbankan Negara untuk Tenaga Kerja Asing

Regional
Berita Populer: Anak Diikat di Sepeda Motor, hingga Prediksi Kiamat oleh Da Vinci

Berita Populer: Anak Diikat di Sepeda Motor, hingga Prediksi Kiamat oleh Da Vinci

Internasional
Sejumlah Wilayah di Jabodetabek Akan Diguyur Hujan Hari Ini

Sejumlah Wilayah di Jabodetabek Akan Diguyur Hujan Hari Ini

Megapolitan
Pengamat: Pertemuan Jokowi dengan Alumni 212 Luruskan yang 'Bengkok'

Pengamat: Pertemuan Jokowi dengan Alumni 212 Luruskan yang "Bengkok"

Nasional
Terjebak di Hutan Rehabilitasi, Seekor Macan Dahan Ditemukan di Pangkalan Bun

Terjebak di Hutan Rehabilitasi, Seekor Macan Dahan Ditemukan di Pangkalan Bun

Regional
'Indonesia Bisa Maju dengan Inovasi dan Kreativitas Generasi Muda dan Wanita'

"Indonesia Bisa Maju dengan Inovasi dan Kreativitas Generasi Muda dan Wanita"

Nasional
Melihat Lahan Parkir yang Akan Jadi Tempat Relokasi Pedagang Blok G

Melihat Lahan Parkir yang Akan Jadi Tempat Relokasi Pedagang Blok G

Megapolitan
Pencabutan Hak Politik Dinilai Signifikan Beri Efek Ngeri bagi Para Politisi

Pencabutan Hak Politik Dinilai Signifikan Beri Efek Ngeri bagi Para Politisi

Nasional
KPU Imbau Calon Kepala Daerah Tak Kampanyekan Capres Saat Pilkada

KPU Imbau Calon Kepala Daerah Tak Kampanyekan Capres Saat Pilkada

Nasional
Mengunjungi Taman Piknik, Oase di Tengah Hiruk Pikuk Kalimalang

Mengunjungi Taman Piknik, Oase di Tengah Hiruk Pikuk Kalimalang

Megapolitan
Bantah Fadli Zon, Sekjen PDI-P Sebut Jokowi Tak Pernah Panik

Bantah Fadli Zon, Sekjen PDI-P Sebut Jokowi Tak Pernah Panik

Nasional

Close Ads X