KPK Kembali Periksa Wa Ode Nurhayati

Kompas.com - 14/02/2012, 10:27 WIB
Penulis Icha Rastika
|
EditorHeru Margianto

JAKARTA, KOMPAS.com — Komisi Pemberantasan Korupsi kembali menjadwalkan pemeriksaan terhadap tersangka kasus dugaan suap pengalokasian dana Percepatan Pembangunan Infrastruktur Daerah (PPID), Wa Ode Nurhayati. Selasa (14/2/2012) pagi, Wa Ode diperiksa terkait posisinya sebagai tersangka.

”Pemeriksaan WON (Wa Ode Nurhayati) sebagai tersangka,” kata Kepala Bagian Pemberitaan dan Informasi KPK Priharsa Nugraha di Jakarta, Selasa.

Wa Ode ditetapkan sebagai tersangka atas dugaan menerima suap Rp 6 miliar dari pengusaha Fadh A Rafiq yang diberikan melalui pengusaha Haris Suharman. Fadh juga ditetapkan sebagai tersangka. Penerimaan suap ini diduga terkait penetapan tiga kabupaten di Aceh sebagai daerah penerima dana PPID.

Selama ini Wa Ode membantah tuduhan tersebut. Wa Ode berkilah kalau dirinya sebagai anggota Badan Anggaran (Banggar) DPR saat itu tidak memiliki kewenangan menetapkan alokasi dana PPID. Wa Ode mengatakan, kewenangan penetapan alokasi dana PPID tersebut ada pada pimpinan Banggar DPR. Dia juga mengaku telah menyerahkan bukti-bukti keterlibatan pimpinan Banggar DPR kepada KPK.

Jumat (10/2/2010) pekan lalu, tim penyidik KPK melakukan penggeledahan di ruangan Wa Ode di gedung DPR dan di ruang Sekretariat Banggar DPR. Juru Bicara KPK Johan Budi mengatakan, penggeledahan dilakukan untuk mencari alat bukti dalam mengembangkan kasus ini. Terbuka kemungkinan, katanya, ada tersangka baru terkait kasus dugaan suap PPID.

Dari penggeledahan itu, KPK menyita enam kardus berisi dokumen, dua ponsel, kaset rekaman, alat rekam, piringan CD, satu unit komputer, dan barang bukti lainnya. Johan mengatakan, pihaknya tengah mempelajari temuan-temuan tersebut.

”Ya, kami tindak lanjuti dengan memilih dan mempelajari mana hasil sitaan itu yang bisa dijadikan sebagai alat bukti,” kata Johan beberapa waktu lalu.

Baca tentang


    25th

    Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    4 Keluarga Korban Serangan MIT di Poso Terima Santunan dari Pemerintah

    4 Keluarga Korban Serangan MIT di Poso Terima Santunan dari Pemerintah

    Nasional
    Indonesia Akan Beri Bantuan 500.000 Dollar AS kepada Palestina

    Indonesia Akan Beri Bantuan 500.000 Dollar AS kepada Palestina

    Nasional
    Konflik Israel dan Palestina Tak Terkait Agama, Pemerintah Diminta Edukasi Masyarakat

    Konflik Israel dan Palestina Tak Terkait Agama, Pemerintah Diminta Edukasi Masyarakat

    Nasional
    Jokowi Ingin Kereta Cepat Jakarta-Bandung Terintegrasi dengan LRT dan MRT

    Jokowi Ingin Kereta Cepat Jakarta-Bandung Terintegrasi dengan LRT dan MRT

    Nasional
    Berhasil Kumpulkan Dana hingga Rp 100 Miliar, Dompet Dhuafa Apresiasi Para Donatur

    Berhasil Kumpulkan Dana hingga Rp 100 Miliar, Dompet Dhuafa Apresiasi Para Donatur

    Nasional
    Jokowi Ingin Kereta Cepat Jakarta-Bandung Tingkatkan Efisiensi Layanan Transportasi

    Jokowi Ingin Kereta Cepat Jakarta-Bandung Tingkatkan Efisiensi Layanan Transportasi

    Nasional
    Jokowi Targetkan Kereta Cepat Jakarta-Bandung Diuji Coba Akhir 2022

    Jokowi Targetkan Kereta Cepat Jakarta-Bandung Diuji Coba Akhir 2022

    Nasional
    Vaksinasi Gotong Royong Dimulai, Pemerintah Berharap Investor Lebih Percaya Diri

    Vaksinasi Gotong Royong Dimulai, Pemerintah Berharap Investor Lebih Percaya Diri

    Nasional
    Kemenlu Segera Mulai Vaksinasi WNI Kelompok Rentan di Penampungan Luar Negeri

    Kemenlu Segera Mulai Vaksinasi WNI Kelompok Rentan di Penampungan Luar Negeri

    Nasional
    Didampingi Dubes China dan Luhut, Jokowi Tinjau Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung

    Didampingi Dubes China dan Luhut, Jokowi Tinjau Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung

    Nasional
    Polemik TWK Pegawai KPK, Komisi III Berharap Ada Keputusan Tepat dan Cepat

    Polemik TWK Pegawai KPK, Komisi III Berharap Ada Keputusan Tepat dan Cepat

    Nasional
    Revisi UU Otsus dan Kesejahteraan Papua

    Revisi UU Otsus dan Kesejahteraan Papua

    Nasional
    Jokowi: Mencari Vaksin Covid-19 Tidak Mudah, Rebutan 215 Negara

    Jokowi: Mencari Vaksin Covid-19 Tidak Mudah, Rebutan 215 Negara

    Nasional
    Jokowi Ingin Vaksinasi Covid-19 Capai 70 Juta Penduduk pada September 2021

    Jokowi Ingin Vaksinasi Covid-19 Capai 70 Juta Penduduk pada September 2021

    Nasional
    TNI AL Gagalkan Penyelundupan Ratusan Ribu Benur di Lampung Tengah

    TNI AL Gagalkan Penyelundupan Ratusan Ribu Benur di Lampung Tengah

    Nasional
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X