Jika Antonio Citterio Tahu Karyanya Jadi Kontroversi

Kompas.com - 27/01/2012, 09:21 WIB
EditorA. Wisnubrata

KOMPAS.com - Pramujual muda berwajah menarik di sebuah toko furnitur di kawasan Kemang Raya, Jakarta Selatan, bernama Gina, dengan antusias memamerkan kepada ”Kompas” empat model kursi eksekutif bermerek Vitra yang diimpor dari Jerman, Selasa (24/1) sore. Salah satunya dari jenis itu kini jadi pembicaraan karena dipesan untuk ruang rapat baru Badan Anggaran DPR.

”Kami memiliki empat model kursi ID Chair Concept. Yang ini ID Mesh, harganya Rp 9 juta. Ini ID Soft, Rp 7 juta. Kalau yang ini ID Trim, Rp 14 juta. Nah, ini yang ID Trim L harganya Rp 18 juta. Ini yang lagi ramai di Banggar (Badan Anggaran) DPR,” ujar Gina sambil menunjuk kursi bersandaran tinggi dengan bantalan di bagian kepala.

”Kalau yang dipesan Banggar bahannya diganti leather (kulit) warna hitam. Harganya naik jadi Rp 28 juta. Namun, karena belinya banyak, dapat potongan jadi Rp 24 juta per unit,” tutur Gina.

”Beberapa orang dari DPR duduk-duduk mencoba Vitra ID Trim L ini waktu datang bersama konsultannya,” cerita Gina lagi.

Gina meyakinkan keunggulan Vitra ID Chair Concept, di antaranya mesin mekanis di bawah kursi. Mesin itu membuat posisi kursi dan sandaran bergerak mengikuti gerakan tubuh. Belum lagi jaminan pascajual selama 15 tahun.

”Kursi ini sangat cocok bagi anggota Banggar. Mereka, pejabat negara. Sayang sekarang lagi dipersoalkan,” ungkap Gina.

Vitra ID Chair Concept adalah rancangan Antonio Citterio, arsitek dan perancang kursi perkantoran kelahiran Meda, Italia, 1950. Ia belajar arsitektur di Milan Polytechnic dan sejak 1972 menjadi perancang dan konsultan industri desain.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Di Indonesia, model Vitra ID Chair Concept dipasok PT Kerindo Selbytra Nugraha, perusahaan yang salah seorang pemiliknya adalah Selbytra Nugraha. Hingga kini, Selbytra sulit dihubungi.

Selain Vitra ID Trim L, Sekretariat Jenderal (Setjen) DPR juga memesan 36 kursi model MedaBuddy. Kursi seharga Rp 4,2 juta untuk pegawai Banggar itu rancangan Alberto Meda.

Total dana yang dihabiskan Setjen DPR untuk ruang rapat baru Banggar Rp 20,3 miliar. Dari jumlah itu, Rp 565,5 juta dipegang konsultan perencana PT Gubah Laras, Rp 234,39 juta untuk konsultan pengawas PT Jagat Rona Semesta, dan Rp 19,995 miliar diambil PT Pembangunan Perumahan Tbk sebagai pelaksana proyek.

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Baca tentang


    26th

    Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Mengaku 4 Kali Daftar Calon Hakim Agung, Suharto Ingin Jadi 'Koki' MA

    Mengaku 4 Kali Daftar Calon Hakim Agung, Suharto Ingin Jadi "Koki" MA

    Nasional
    Kasus Covid-19 Turun, Luhut: Presiden Ingatkan Kita Semua agar Waspada

    Kasus Covid-19 Turun, Luhut: Presiden Ingatkan Kita Semua agar Waspada

    Nasional
    Selama PPKM Pekan Ini, Hanya 4 Pos Lintas Batas yang Dibuka untuk Akses Masuk RI

    Selama PPKM Pekan Ini, Hanya 4 Pos Lintas Batas yang Dibuka untuk Akses Masuk RI

    Nasional
    Anies Baswedan Melayat ke Rumah Duka Ibu Mertua SBY

    Anies Baswedan Melayat ke Rumah Duka Ibu Mertua SBY

    Nasional
    Anies Baswedan Pastikan Hadiri Panggilan KPK Terkait Kasus Munjul

    Anies Baswedan Pastikan Hadiri Panggilan KPK Terkait Kasus Munjul

    Nasional
    Hakim Sebut Azis Syamsuddin Tahu Stepanus Robin Minta Uang pada M Syahrial

    Hakim Sebut Azis Syamsuddin Tahu Stepanus Robin Minta Uang pada M Syahrial

    Nasional
    Saksi Sebut Stepanus Robin Minta Uang Suap Ditransfer dengan Keterangan Bisnis Konfeksi

    Saksi Sebut Stepanus Robin Minta Uang Suap Ditransfer dengan Keterangan Bisnis Konfeksi

    Nasional
    Menkes Sebut Banyak Kontak Erat Takut Dites Covid-19

    Menkes Sebut Banyak Kontak Erat Takut Dites Covid-19

    Nasional
    Perkuat Pelacakan Kasus Covid-19, Kemenkes Gunakan Survei Seroprevalensi

    Perkuat Pelacakan Kasus Covid-19, Kemenkes Gunakan Survei Seroprevalensi

    Nasional
    Pengembalian Aset Dinilai Lebih Penting Ketimbang Menghukum Mati Koruptor

    Pengembalian Aset Dinilai Lebih Penting Ketimbang Menghukum Mati Koruptor

    Nasional
    Calon Hakim Agung Prim Haryadi Nilai Tak Ada Salahnya Terapkan Hukuman Mati untuk Koruptor

    Calon Hakim Agung Prim Haryadi Nilai Tak Ada Salahnya Terapkan Hukuman Mati untuk Koruptor

    Nasional
    Duduk Perkara Pembunuhan dan Penganiayaan Nakes di Papua...

    Duduk Perkara Pembunuhan dan Penganiayaan Nakes di Papua...

    Nasional
    Menkes Sebut Testing Covid-19 Capai 4 Kali Lipat dari Standar WHO

    Menkes Sebut Testing Covid-19 Capai 4 Kali Lipat dari Standar WHO

    Nasional
    Dewas Dinilai Punya Tanggung Jawab Laporkan Wakil Ketua KPK Lili Pintauli secara Pidana

    Dewas Dinilai Punya Tanggung Jawab Laporkan Wakil Ketua KPK Lili Pintauli secara Pidana

    Nasional
    Batasi Akses Masuk ke RI, Luhut: Jalur Laut hanya via Batam dan Tanjung Pinang

    Batasi Akses Masuk ke RI, Luhut: Jalur Laut hanya via Batam dan Tanjung Pinang

    Nasional
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.