Jika Antonio Citterio Tahu Karyanya Jadi Kontroversi

Kompas.com - 27/01/2012, 09:21 WIB
EditorA. Wisnubrata

Saling tuding

Gina tak tahu Badan Kehormatan (BK) DPR memutuskan menukar Vitra ID Trim L dengan kursi produksi dalam negeri setelah proyek ruang rapat Banggar itu mendapat kecaman pedas publik.

”Kami merekomendasi Sekjen DPR mengganti perabotan mewah dan impor yang dipakai untuk ruang Banggar,” ujar Ketua BK DPR Muhammad Prakosa seusai memanggil PT Gubah Laras, Selasa (24/1) di ruang BK DPR, Senayan.

Prakosa tak merinci nasib Vitra ID Trim L yang telanjur dibeli. Soal pelanggaran kode etik, menurut hemat Prakosa, BK masih mengumpulkan keterangan saksi dan bukti. Namun, ia menyebutkan, Kepala Biro Pemeliharaan Bangunan dan Instalasi Setjen DPR Sumirat bertanggung jawab. ”Dia membuat koordinasi untuk memilih spesifikasi ruangan,” tutur Prakosa.

Bambang, yang mewakili PT Gubah Laras, mengaku, satuan harga yang ditawarkan sebenarnya wajar. ”Momentumnya saja yang tak tepat,” ujar Bambang kepada Kompas di tempat parkir Gedung Nusantara II, DPR, Selasa.

Ketua Banggar DPR Melchias Markus Mekeng tetap berkukuh tak tahu-menahu soal pembuatan ruang rapat. ”Kami tak tahu soal spesifikasi ruangan. Kami hanya minta karpet diganti dan pencahayaan diperbaiki agar ruangan layak,” ujar Mekeng berkelit.

Wakil Ketua Badan Urusan Rumah Tangga (BURT) DPR Pius Lustrilanang juga menolak bertanggung jawab soal alokasi anggaran. ”Saat angka alokasi dari Sekjen DPR masih Rp 24,7 miliar, BURT sempat bertanya. Sumirat menjawab, harga itu sesuai dengan spesifikasi,” kata Pius, saat jumpa pers di DPR.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sekretaris Jenderal DPR Nining Indra Saleh ogah bicara. Sumirat yang ditanya hanya berkomentar, ”Saya melakukan apa yang disetujui Banggar.”

Saling menyalahkan? Ketua DPR Marzuki Alie membenarkan. ”Praktik pengadaan barang yang kurang baik menyebabkan birokrasi berlindung di balik Dewan. Sebaliknya, anggota DPR juga tak mau disalahkan,” ujar Marzuki, yang tetap mengaku tak tahu detail rencana pembangunan Banggar. ”Daripada saya difitnah, lebih baik saya bawa ke Komisi Pemberantasan Korupsi untuk diperiksa,” ujarnya, Jumat lalu.

Antonio Citterio di Milan tentu tak pernah membayangkan karyanya menjadi bulan-bulanan pemberitaan di Indonesia.

(Suhartono)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:
Baca tentang


    26th

    Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Kritikan Polri Diharap seperti Satpam BCA Berbalas Teror, Polisi Diminta Tak Anti-kritik

    Kritikan Polri Diharap seperti Satpam BCA Berbalas Teror, Polisi Diminta Tak Anti-kritik

    Nasional
    Aliansi Dosen Ultimatum UNJ Tolak Gelar Kehormatan Ma’ruf Amin dan Erick Thohir

    Aliansi Dosen Ultimatum UNJ Tolak Gelar Kehormatan Ma’ruf Amin dan Erick Thohir

    Nasional
    Independensi MA Dikhawatirkan Terganggu jika Gugatan Kewenangan KY ke MK Dikabulkan

    Independensi MA Dikhawatirkan Terganggu jika Gugatan Kewenangan KY ke MK Dikabulkan

    Nasional
    Sebaran 747 Kasus Baru Covid-19, DKI Jakarta Tertinggi

    Sebaran 747 Kasus Baru Covid-19, DKI Jakarta Tertinggi

    Nasional
    Gus Muhaimin: Indikator Sukses Pembangunan Bukan Cuma Ekonomi, tapi Juga Kebahagiaan Masyarakat

    Gus Muhaimin: Indikator Sukses Pembangunan Bukan Cuma Ekonomi, tapi Juga Kebahagiaan Masyarakat

    Nasional
    UPDATE 17 Oktober: Ada 492.928 Suspek Terkait Covid-19

    UPDATE 17 Oktober: Ada 492.928 Suspek Terkait Covid-19

    Nasional
    UPDATE: 223.929 Spesimen Diperiksa dalam Sehari, Positivity Rate Versi PCR 1,93 Persen

    UPDATE: 223.929 Spesimen Diperiksa dalam Sehari, Positivity Rate Versi PCR 1,93 Persen

    Nasional
    Update 17 Oktober: 62.732.568 Orang Sudah Divaksin Covid-19 Dosis Kedua

    Update 17 Oktober: 62.732.568 Orang Sudah Divaksin Covid-19 Dosis Kedua

    Nasional
    Update 17 Oktober: Bertambah 19, Pasien Covid-19 Meninggal Total 142.952 Orang

    Update 17 Oktober: Bertambah 19, Pasien Covid-19 Meninggal Total 142.952 Orang

    Nasional
    UPDATE 17 Oktober: Bertambah 1.086, Pasien Covid-19 Sembuh Total 4.073.418

    UPDATE 17 Oktober: Bertambah 1.086, Pasien Covid-19 Sembuh Total 4.073.418

    Nasional
    UPDATE 17 Oktober: Tambah 747, Total Kasus Covid-19 di Indonesia Capai 4.237.758

    UPDATE 17 Oktober: Tambah 747, Total Kasus Covid-19 di Indonesia Capai 4.237.758

    Nasional
    Jokpro Jabar Deklarasikan Dukungan untuk Jokowi-Prabowo 2024

    Jokpro Jabar Deklarasikan Dukungan untuk Jokowi-Prabowo 2024

    Nasional
    Pemerintah Ubah Hari Libur Nasional, Antisipasi Terjadinya Lonjakan Kasus Covid-19

    Pemerintah Ubah Hari Libur Nasional, Antisipasi Terjadinya Lonjakan Kasus Covid-19

    Nasional
    Ma'ruf: Pemerintah  Mempercepat Penanggulangan Kemiskinan Ekstrem

    Ma'ruf: Pemerintah Mempercepat Penanggulangan Kemiskinan Ekstrem

    Nasional
    Tampung Aspirasi, Muhaimin Gelar Lomba Video 'Lapor Cak Imin Aja!'

    Tampung Aspirasi, Muhaimin Gelar Lomba Video "Lapor Cak Imin Aja!"

    Nasional
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.