PKS Dukung Pemerintah sampai Rapat Majelis Syuro

Kompas.com - 18/10/2011, 22:43 WIB
Penulis Sandro Gatra
|
EditorAloysius Gonsaga Angi Ebo

JAKARTA, KOMPAS.com - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) tetap akan mendukung pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sampai ada keputusan Majelis Syuro PKS, menyikapi keputusan Presiden mengenai reshuffle kabinet. Hal itu dikatakan Wakil Sekretaris Jenderal PKS Mahfudz Siddiq di Komplek DPR, Selasa (18/10/2011), menanggapi pergantian bahkan pengurangan jumlah menteri asal PKS.

Mahfud mengatakan, hal itu merujuk pada hasil Rapat Pimpinan Nasional PKS di Hotel Sahid Jakarta pekan lalu. Hasil Rapimnas lainnya, kata dia, PKS tetap menghormati apapun keputusan Presiden mengenai reshuffle.

Meski demikian, lanjut dia, Presiden telah melanggar kontrak politik dengan PKS. Dalam satu dari tiga kontrak yang mengatur koalisi, katanya, disebut PKS mendapat empat posisi menteri. Disebut juga secara spesifik kementerian apa saja.

Sebelumnya, PKS menempatkan empat menterinya di kabinet yakni Menteri Komunikasi dan Informatika Tifatul Sembiring, Menteri Pertanian Suswono, Menteri Sosial Salim Segaf Al' Jufrie, serta Menteri Riset dan Teknologi Suharna Surapranata. Ternyata, posisi Menristek kini diisi oleh Gusti Muhammad Hatta yang sebelumnya menjabat Menteri Lingkungan Hidup. Dengan demikian, jatah kursi PKS tinggal tiga.

Selain melanggar mengenai jumlah menteri, kata Mahfudz, Presiden juga melanggar substansi kontrak terkait tidak diajak bicaranya pimpinan PKS mengenai pergantian itu. Situasi itu, ucapnya, yang akan menjadi pertimbangan Majelis Syuro untuk mengambil sikap terkait koalisi.

Rencananya, rapat Majelis Syuro akan digelar bulan November 2011. Melihat keputusan Presiden, apakah rapat bisa dipercepat? "Kalau ada usulan dan didukung lebih dari 2/3 jumlah anggota Majelis Syuro (99 orang), itu bisa dilakukan," jawab Mahfudz.

Baca tentang


    25th

    Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    ICW Yakin Penyidik KPK Stepanus Robin Patujju Tidak Bertindak Sendirian

    ICW Yakin Penyidik KPK Stepanus Robin Patujju Tidak Bertindak Sendirian

    Nasional
    Bertemu PM Vietnam, Jokowi Dorong Kesetaraan Akses Vaksin Covid-19

    Bertemu PM Vietnam, Jokowi Dorong Kesetaraan Akses Vaksin Covid-19

    Nasional
    Megawati: Saya Lihat Pemadam Kebakaran Kita, Aduh Kok Kesejahteraannya Begini Ya?

    Megawati: Saya Lihat Pemadam Kebakaran Kita, Aduh Kok Kesejahteraannya Begini Ya?

    Nasional
    TNI Fokus Cari KRI Nanggala di Lokasi Tumpahan Minyak dan Titik Magnetik

    TNI Fokus Cari KRI Nanggala di Lokasi Tumpahan Minyak dan Titik Magnetik

    Nasional
    UPDATE 23 April: Pemerintah Telah Periksa 14.154.141 Spesimen Terkait Covid-19

    UPDATE 23 April: Pemerintah Telah Periksa 14.154.141 Spesimen Terkait Covid-19

    Nasional
    UPDATE 23 April: Sebaran 5.436 Kasus Baru Covid-19, Tertinggi di Jawa Barat

    UPDATE 23 April: Sebaran 5.436 Kasus Baru Covid-19, Tertinggi di Jawa Barat

    Nasional
    Diduga, Penyidik KPK Stepanus Robin Dikenalkan ke Azis Syamsuddin oleh Ajudan yang Anggota Polri

    Diduga, Penyidik KPK Stepanus Robin Dikenalkan ke Azis Syamsuddin oleh Ajudan yang Anggota Polri

    Nasional
    UPDATE 23 April: Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia Tercatat 100.533

    UPDATE 23 April: Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia Tercatat 100.533

    Nasional
    UPDATE 23 April: Ada 65.421 Suspek Terkait Covid-19 di Indonesia

    UPDATE 23 April: Ada 65.421 Suspek Terkait Covid-19 di Indonesia

    Nasional
    BRGM Rehabilitasi Mangrove di 9 Provinsi, Habiskan Rp 1,5 Triliun

    BRGM Rehabilitasi Mangrove di 9 Provinsi, Habiskan Rp 1,5 Triliun

    Nasional
    BMKG Ungkap Perubahan Iklim Bikin Frekuensi dan Intensitas Hujan Semakin Tinggi

    BMKG Ungkap Perubahan Iklim Bikin Frekuensi dan Intensitas Hujan Semakin Tinggi

    Nasional
    UPDATE 23 April: 44.346 Orang di Indonesia Meninggal akibat Covid-19

    UPDATE 23 April: 44.346 Orang di Indonesia Meninggal akibat Covid-19

    Nasional
    Soal Peringatan Dini Bencana, BMKG Tekankan Kearifan Lokal Jangan Tunggu Sirine Tsunami

    Soal Peringatan Dini Bencana, BMKG Tekankan Kearifan Lokal Jangan Tunggu Sirine Tsunami

    Nasional
    UPDATE: Tambah 5.920 Orang, Pasien Sembuh Covid-19 Kini Ada 1.487.369

    UPDATE: Tambah 5.920 Orang, Pasien Sembuh Covid-19 Kini Ada 1.487.369

    Nasional
    Anggota Komisi IX: Wajar Kita Larang Masuk WNA, Hal yang Sama Pernah Kita Rasakan

    Anggota Komisi IX: Wajar Kita Larang Masuk WNA, Hal yang Sama Pernah Kita Rasakan

    Nasional
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X