Hafiz Tersangka, Hanya untuk Pengalihan Isu

Kompas.com - 11/10/2011, 17:03 WIB
|
EditorMarcus Suprihadi

JAKARTA, KOMPAS.com — Penetapan Ketua Komisi Pemilihan Umum Abdul Hafiz Anshari sebagai tersangka kasus dugaan pemalsuan surat sertifikasi rekapitulasi penghitungan suara pemilihan umum tahun 2009 di Halmahera Barat dianggap sebagai upaya pengalihan isu.

Penilaian itu disampaikan Anggota Panitia Kerja (Panja) Mafia Pemilu Dewan Perwakilan Rakyat, A Malik Haramain, Selasa (11/10/2011). "Saya menduga penetapan ini sebagai bentuk pengalihan dari isu pemalsuan surat MK (Mahkamah Konstitusi)," katanya.

Keanehan itu, lanjut Malik, terlihat dari kecepatan polisi dalam menangani kasus tersebut. Sementara penanganan kasus surat palsu MK begitu lamban. Hingga kini, polisi belum juga menetapkan otak pemalsuan surat MK.

Meski demikian, Panja Mafia Pemilu akan mencoba mendalami kasus pemalsuan surat sertifikat rekapitulasi penghitungan suara KPU Halmahera Barat. Pendalaman dilakukan untuk mengetahui lebih jauh keterlibatan KPU pusat.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.