Kapolri: Ini Tak Diperkirakan Sebelumnya

Kompas.com - 07/02/2011, 00:20 WIB
EditorAloysius Gonsaga Angi Ebo

JAKARTA, Kompas.com - Kapolri Jenderal Pol Timur Pradopo menyatakan bahwa kepolisian telah mendapatkan informasi jauh-jauh hari bahwa akan ada penertiban atau sweeping massa terhadap jemaat Ahmadiyah di Cikeusik, yang akan melakukan kegiatan ibadah. Pencegahan telah dilakukan kepolisian dengan mengevakuasi pimpinan Ahmadiyah setempat, Ismail Suparman, ke Polsek Cikeusik pada 3 Januari 2011.

"Kaitan kejadian tadi siang, sudah ada informasi tanggal 3 Februari, bahwa di salah satu desa Cikeusik ada kegiatan Ahmadiyah. Pimpinan yang ada di sana, namanya Ismail Suparman. Bahwa dengan kegiatan di Cikeusik itu, masyarakat tidak menerima dan akan melakukan penertiban," ujar Timur seusai rapat dengan Menko Polhukam Djoko Suyanto di kantor Menko Polhukam, Jakarta, Minggu (6/2/2011) malam.

Di luar perkiraan kepolisian setempat, 15 warga Ahmadiyah dipimpin Deden dari Bekasi, Jawa Barat, justru datang dan memasang badan melindungi rumah Ismail, rumah yang biasa digunakan warga Ahmadiyah setempat untuk beribadah, pada Minggu pagi. Padahal, pada saat itu sekitar 1.500 warga setempat telah berkumpul ingin melakukan penertiban mengarah ke tindakan penyerangan.

Sekitar pukul 10.00 WIB, aparat kepolisian berusaha melakukan evakuasi 15 rombongan Deden tersebut dari dalam rumah Ismail. Evakuasi tak bisa dilakukan, karena rombongan Deden menolaknya dengan dalih ingin mengamankan inventaris warga Ahmadiyah. Akhirnya, penyerangan 1.500 warga Cikeusik pun tak terhindarkan.

"Tetapi, itu tidak diperkirakan sebelumnya. Itu terjadi dengan tiba-tiba," katanya.

Timur mengaku bingung, bagaimana sejumlah orang dari Bekasi justru bergerak sampai ke Cikeusik. "Kita sudah mencegah, bagaimana Ismail ini kita evakuasi. Kejadian yang tanggal 6 ini, tidak ada yang tahu. Bagaimana orang Bekasi bisa sampai Cikeusik," ujar Timur.

Akibat penyerangan itu, tiga warga Ahmadiyah tewas, enam mengalami luka-luka, dan kerugian materi ditaksir ratusan juta rupiah. (Tribunnews.com/Abdul Qodir)

Baca tentang


    Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    UPDATE 5 Juli: Tambah 16, RSD Wisma Atlet Tangani 648 Pasien Covid-19

    UPDATE 5 Juli: Tambah 16, RSD Wisma Atlet Tangani 648 Pasien Covid-19

    Nasional
    RUU PKS Diusulkan Ditunda, Amnesty: Wakil Rakyat Tak Sensitif...

    RUU PKS Diusulkan Ditunda, Amnesty: Wakil Rakyat Tak Sensitif...

    Nasional
    Ini Menteri yang Tak Kena Reshuffle Menurut Prediksi Pengamat...

    Ini Menteri yang Tak Kena Reshuffle Menurut Prediksi Pengamat...

    Nasional
    Ini Data WNI di Luar Negeri Terinfeksi Covid-19 Hingga 5 Juli 2020

    Ini Data WNI di Luar Negeri Terinfeksi Covid-19 Hingga 5 Juli 2020

    Nasional
    Kontroversi Kalung Eucalyptus, Diklaim Antivirus Corona...

    Kontroversi Kalung Eucalyptus, Diklaim Antivirus Corona...

    Nasional
    UPDATE: Ada 62.142 Kasus Covid-19 Hingga Masyarakat yang Masih Bandel

    UPDATE: Ada 62.142 Kasus Covid-19 Hingga Masyarakat yang Masih Bandel

    Nasional
    Survei IPO: 58,6 Persen Responden Puas dengan Kinerja Pemerintah Tangani Pandemi Covid-19

    Survei IPO: 58,6 Persen Responden Puas dengan Kinerja Pemerintah Tangani Pandemi Covid-19

    Nasional
    Ketua MPR: Bola RUU Haluan Ideologi Pancasila Ada di Tangan Pemerintah

    Ketua MPR: Bola RUU Haluan Ideologi Pancasila Ada di Tangan Pemerintah

    Nasional
    Kementan Sebut Kalung Eucalyptus sebagai Antivirus Corona, Ini Tanggapan IDI

    Kementan Sebut Kalung Eucalyptus sebagai Antivirus Corona, Ini Tanggapan IDI

    Nasional
    Jadi Tersangka KPK, Ketua DPRD Kutai Timur DIpecat dari PPP

    Jadi Tersangka KPK, Ketua DPRD Kutai Timur DIpecat dari PPP

    Nasional
    Survei: 64,1 Persen Responden Nilai Yasonna Paling Layak Di-reshuffle, Terawan 52,4 Persen

    Survei: 64,1 Persen Responden Nilai Yasonna Paling Layak Di-reshuffle, Terawan 52,4 Persen

    Nasional
    Survei IPO: 72,9 Persen Responden Anggap Perlu Ada Reshuffle di Kabinet Jokowi

    Survei IPO: 72,9 Persen Responden Anggap Perlu Ada Reshuffle di Kabinet Jokowi

    Nasional
    7 Hal yang Harus Diperhatikan dalam Pembelajaran Jarak Jauh Selama Covid-19

    7 Hal yang Harus Diperhatikan dalam Pembelajaran Jarak Jauh Selama Covid-19

    Nasional
    Kasus Covid-19 Masih Bertambah, Jubir: Masih Ada Pembawa Virus tapi Tak Mampu Lindungi Orang Lain

    Kasus Covid-19 Masih Bertambah, Jubir: Masih Ada Pembawa Virus tapi Tak Mampu Lindungi Orang Lain

    Nasional
    1.447 Kasus Baru Covid-19, Ini 5 Provinsi dengan Penambahan Tertinggi

    1.447 Kasus Baru Covid-19, Ini 5 Provinsi dengan Penambahan Tertinggi

    Nasional
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X