Ruhut Pilih Bambang, Kenapa?

Kompas.com - 25/11/2010, 12:37 WIB
EditorHeru Margianto

JAKARTA, KOMPAS.com — Siapa yang akan dipilih Dewan Perwakilan Rakyat atau DPR untuk menjadi pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi? Apakah Bambang Widjojanto atau Busyro Muqodas? Kita masih menunggu.

Namun, jika pertanyaan itu diajukan kepada anggota Komisi III DPR RI, Ruhut Sitompul, ia sudah punya jawaban: Bambang Widjojanto. Menurutnya, Bambang mampu memberikan "terapi kejut" dalam upaya pemberantasan korupsi ke depan.

"Mereka (sejumlah anggota Komisi III) melihat yang lebih senior, lebih tenang. Kalau saya, merasa perlu 'shock terapy'. Jadi kalau untuk pemberantasan korupsi, perlu yang berani," ungkapnya di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (25/11/2010).

Ruhut mengaku bertemu dengan sejumlah anggota Komisi III lainnya dari empat fraksi lain yang lebih memilih Busyro Muqodas. Mereka mengatakan, Busyro lebih baik dari Bambang.

"Saya bilang, kalau milih Bambang, petinggi-petinggi partai itu bisa kena semuanya memang. Kan (Bambang) berani kali itu orangnya," tambahnya lagi.

Walau demikian, Ruhut menegaskan bahwa ini hanyalah preferensi pribadinya. Susilo Bambang Yudhoyono sebagai Ketua Dewan Pembina Demokrat tidak memberikan arahan mengenai nama yang harus dipilih.

Baca tentang


    25th

    Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    JPU Protes Sidang Rizieq Disiarkan Langsung di YouTube, Hakim: Tidak Apa-apa, Era Keterbukaan

    JPU Protes Sidang Rizieq Disiarkan Langsung di YouTube, Hakim: Tidak Apa-apa, Era Keterbukaan

    Nasional
    Ngabalin Pastikan Nomenklatur BKPM Akan Berubah Jadi Kementerian Investasi

    Ngabalin Pastikan Nomenklatur BKPM Akan Berubah Jadi Kementerian Investasi

    Nasional
    PDI-P Sarankan Jokowi Komunikasi dengan Parpol Koalisi soal Reshuffle

    PDI-P Sarankan Jokowi Komunikasi dengan Parpol Koalisi soal Reshuffle

    Nasional
    Ini Alasan Bima Arya Minta Rizieq Shihab Lakukan Tes Swab Ulang

    Ini Alasan Bima Arya Minta Rizieq Shihab Lakukan Tes Swab Ulang

    Nasional
    Jam Kerja Saat Ramadhan Berkurang, Polri Pastikan Tugas Pokok Tetap Jalan

    Jam Kerja Saat Ramadhan Berkurang, Polri Pastikan Tugas Pokok Tetap Jalan

    Nasional
    Reshuffle Kabinet Dinilai Tidak Akan Melibatkan Banyak Kementerian

    Reshuffle Kabinet Dinilai Tidak Akan Melibatkan Banyak Kementerian

    Nasional
    Sidang Rizieq Shihab, Bima Arya Singgung soal Tren Kenaikan Kasus Covid-19 Saat Itu

    Sidang Rizieq Shihab, Bima Arya Singgung soal Tren Kenaikan Kasus Covid-19 Saat Itu

    Nasional
    Akademisi Sebut Pembungkaman Kritik di Era Jokowi Makin Kompleks

    Akademisi Sebut Pembungkaman Kritik di Era Jokowi Makin Kompleks

    Nasional
    Epidemiolog: Harusnya Vaksin Nusantara Tak Dilanjutkan ke Uji Klinis Fase II

    Epidemiolog: Harusnya Vaksin Nusantara Tak Dilanjutkan ke Uji Klinis Fase II

    Nasional
    Ngabalin Sebut Jokowi Segera Lantik Menteri Dikbud/Ristek dan Menteri Investasi

    Ngabalin Sebut Jokowi Segera Lantik Menteri Dikbud/Ristek dan Menteri Investasi

    Nasional
    Elektabilitas Airlangga Tertinggi, Waketum Golkar: Hasil Kerja Serius Kader

    Elektabilitas Airlangga Tertinggi, Waketum Golkar: Hasil Kerja Serius Kader

    Nasional
    Terlihat Serupa, Ini Bedanya Seragam Satpam yang Baru dengan Polisi

    Terlihat Serupa, Ini Bedanya Seragam Satpam yang Baru dengan Polisi

    Nasional
    Kasus Nurdin Abdullah, KPK Geledah 2 Lokasi di Kota Makassar

    Kasus Nurdin Abdullah, KPK Geledah 2 Lokasi di Kota Makassar

    Nasional
    Penjelasan BPOM Mengapa Vaksin Nusantara Belum Layak Ditindaklanjuti

    Penjelasan BPOM Mengapa Vaksin Nusantara Belum Layak Ditindaklanjuti

    Nasional
    Bima Arya Sebut Rizieq Shihab Tak Berkenan Sampaikan Hasil Swab

    Bima Arya Sebut Rizieq Shihab Tak Berkenan Sampaikan Hasil Swab

    Nasional
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X