Kalla: Jangan Terpancing Isu Sensasional

Kompas.com - 19/08/2010, 22:57 WIB
EditorTri Wahono

JAKARTA, KOMPAS.com — Sebagai negara yang menjunjung tinggi nilai toleransi dalam kehidupan beragama, bangsa Indonesia hendaknya tidak tersulut emosinya terhadap rencana Hari Pembakaran Al Quran Sedunia di Amerika Serikat. Apalagi, saat ini semua organisasi agama di Indonesia sudah sehati dalam menyikapi perbedaan keyakinan.

"Jangan terpancing dengan isu tersebut. Saya lebih melihat itu hanyalah sensasi," ujar mantan Wakil Presiden RI Jusuf Kalla saat membuka pertemuan dengan sejumlah tokoh pluralisme yang tergabung dalam Gerakan Peduli Pluralisme (GPP), Kamis (19/8/2010) di kediamannya, Jalan Brawijaya, Jakarta.

Pada pukul 20.15 Kalla menerima Koordinator Nasional GPP Damien Dematra beserta sejumlah tokoh dari berbagai organisasi keagamaan, antara lain KH Slamet Effendy Yusuf dari Majelis Ulama Indonesia (MUI), Romo Benny Susetyo (Konferensi Waligereja Indonesia/KWI), Jeirry Sumampouw (Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia/PGI), Nyoman Udayana Sangging (Parisada Hindu Dharma Indonesia/PHDI), Uung Sendana (Majelis Tinggi Agama Konghucu Indonesia/Matakin), dan Kevin Wu dan Sugiantono (Majelis Budhayana Indonesia).

Sekitar 30 menit kemudian, mantan Ketua Pengurus Pusat Muhammadiyah Ahmad Syafii Maarif tiba di rumah Tokoh Perdamaian itu. Kalla menilai semua kalangan dari berbagai latar belakang akan menolak rencana tak populis itu. Bila itu terjadi, seluruh rakyat Indonesia akan marah. "Tapi, kita mendoakan supaya itu tidak terjadi," harapnya.

Kalla juga tidak meyakini Pemerintah AS mengizinkan gerakan yang dicanangkan Dr Terry Jones dari Dove World Outreach Centre itu. "Namun, karena AS menerapkan paham liberal, bisa saja rencana itu menjadi kenyataan pada 11 September 2010 mendatang." "Setiap umat di dunia ini pasti punya kelompok radikal, termasuk Terry Jones ini. Sebab itu, mari bangsa Indonesia sikapi rencana itu dengan bijak dan tidak membalasnya dengan tindakan yang radikal," tutur Kalla.

GPP sendiri sudah mengirim surat penolakan terhadap gerakan yang dilakukan segelintir orang itu ke Kedutaan Amerika Serikat di Jakarta. "Jemaat mereka itu kurang dari 100 orang dan gerakan mereka justru ditentang oleh mayoritas warga AS, baik dari asosiasi gereja maupun asosiasi Muslim di sana," tegas Damien.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca tentang


    25th

    Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Eks Pejabat Kementerian Agama Dituntut 2 Tahun Penjara dalam Kasus Pengadaan Laboratorium Komputer

    Eks Pejabat Kementerian Agama Dituntut 2 Tahun Penjara dalam Kasus Pengadaan Laboratorium Komputer

    Nasional
    KPK Awasi Proyek Pengadaan Laptop untuk Pelajar

    KPK Awasi Proyek Pengadaan Laptop untuk Pelajar

    Nasional
    Dua Eks Pejabat BPN Segera Diadili di Pengadilan Tipikor Surabaya

    Dua Eks Pejabat BPN Segera Diadili di Pengadilan Tipikor Surabaya

    Nasional
    Satgas: Tingkat Keterisian Tempat Tidur Nasional Turun Jadi 61,95 Persen, 16 Provinsi Masih Tinggi

    Satgas: Tingkat Keterisian Tempat Tidur Nasional Turun Jadi 61,95 Persen, 16 Provinsi Masih Tinggi

    Nasional
    Ini Potensi Maladministrasi Menurut Ombudsman Terkait Seleksi CASN

    Ini Potensi Maladministrasi Menurut Ombudsman Terkait Seleksi CASN

    Nasional
    Jupriyadi yang Turut Tangani Perkara Ahok Kini Bersaing untuk Jadi Hakim Agung

    Jupriyadi yang Turut Tangani Perkara Ahok Kini Bersaing untuk Jadi Hakim Agung

    Nasional
    KPK: Berkas Perkara Bupati Nonaktif Bandung Barat Aa Umbara Dinyatakan Lengkap

    KPK: Berkas Perkara Bupati Nonaktif Bandung Barat Aa Umbara Dinyatakan Lengkap

    Nasional
    Survei Indostrategic: Responden Pendukung PDI-P dan Golkar Setuju Wacana Presiden Tiga Periode

    Survei Indostrategic: Responden Pendukung PDI-P dan Golkar Setuju Wacana Presiden Tiga Periode

    Nasional
    PPKM di Jawa-Bali, Satgas: Hanya Kabupaten Tasikmalaya yang Turun ke Level 2

    PPKM di Jawa-Bali, Satgas: Hanya Kabupaten Tasikmalaya yang Turun ke Level 2

    Nasional
    Anies Bolehkan Warga yang Sudah Divaksin Pergi ke Mana Saja, Ini Kata Satgas

    Anies Bolehkan Warga yang Sudah Divaksin Pergi ke Mana Saja, Ini Kata Satgas

    Nasional
    Panglima TNI Mutasi 60 Perwira Tinggi, Brigjen Tri Budi Utomo Jadi Komandan Paspampres

    Panglima TNI Mutasi 60 Perwira Tinggi, Brigjen Tri Budi Utomo Jadi Komandan Paspampres

    Nasional
    Elektabilitas AHY 6,4 Persen, Demokrat Klaim Masyarakat Ingin Sosok Muda Jadi Pemimpin

    Elektabilitas AHY 6,4 Persen, Demokrat Klaim Masyarakat Ingin Sosok Muda Jadi Pemimpin

    Nasional
    Satgas: Covid-19 di Sumatera, Kalimantan, dan Sulawesi Naik 3 Minggu Terakhir

    Satgas: Covid-19 di Sumatera, Kalimantan, dan Sulawesi Naik 3 Minggu Terakhir

    Nasional
    Eks Dirut PT Pelindo II RJ Lino Segera Disidang di PN Tipikor Jakarta

    Eks Dirut PT Pelindo II RJ Lino Segera Disidang di PN Tipikor Jakarta

    Nasional
    Survei Indostrategic: 80,7 Persen Responden Tak Setuju Wacana Presiden Tiga Periode

    Survei Indostrategic: 80,7 Persen Responden Tak Setuju Wacana Presiden Tiga Periode

    Nasional
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X