Daya Hidup dalam Krisis

Kompas.com - 22/06/2008, 03:00 WIB
Editor

Sindhunata

Dalam peringkat FIFA, Italia berada di urutan ketiga setelah Brasil dan Argentina. Artinya, Italia adalah nomor satu di Eropa. Menjelang Piala Eropa 2008, dalam peringkat UEFA, Italia juga nomor satu.

Italia memang hebat. Hanya pada tahun 1970 mereka ditekuk Brasil di bawah Pele, 1-4. Setelah itu, hampir 40 tahun lamanya, Italia tidak pernah menderita kekalahan dengan selisih skor tiga. Malah melawan Belanda, sejak 1978, mereka tidak pernah kalah.

Maka ketika digasak Belanda dengan skor 0-3, Italia seakan kehilangan dirinya. Peristiwa memalukan ini tidak hanya diderita ”Squadra Azzurra”, tetapi juga oleh rakyat Italia. ”Squadra Azzurra telah melukai hati orang-orang Italia,” tulis koran-koran Italia hampir senada.

Kekalahan itu nyaris seperti sebuah kematian. Namun tidak lama kemudian, Italia ternyata berhasil menggebuk Perancis dan lolos ke perempat final. Rakyat Italia pun meledak dalam harapan. Koran La Repubblica menulis, kemenangan itu adalah kebangkitan dari mereka yang sebelumnya disabdakan telah mati. Dan La Gazzetta dello Sport berkomentar, ”Grazie Azzuri, sungguh sebuah mukjizat, kami berada kembali di firdaus.”

Betapa singkat jarak antara kematian dan kebangkitan, antara neraka dan surga. Hanya 90 menit! Itulah melankoli orang-orang Italia. Hanya kemenangan anak kesayangan mereka, Squadra Azzurra, yang dengan cepat membangkitkan mereka dari kematian menuju kebangkitan.

Krisis ternyata penting bagi kesebelasan Italia. Kolumnis La Gazzetta dello Sport, Fabio Licari, menulis, Squadra Azzurra dapat merebut juara bila terimpit krisis.

Dari krisis ke krisis

Menjelang Piala Dunia 2006, sepak bola Italia geger karena skandal penyuapan dan pengaturan skor pertandingan. Pelatih Marcello Lippi beserta dua pemainnya, Gianluigi Buffon dan Fabio Cannavaro, dituntut mundur. Kendati atau malah justru karena krisis-krisis tersebut, Italia akhirnya juara dunia.

Mendekati Piala Eropa 2008, Licari khawatir jangan-jangan Italia tak bakal jadi juara. Soalnya, hampir tak ada satu krisis pun yang mendera mereka. Semuanya berjalan mulus.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X