Salin Artikel

Dompet Dhuafa: Tak Hanya Benda Mati, Wakaf Bisa Dilakukan di Sektor Produktif

KOMPAs.com - Dompet Dhuafa terus berupaya mengajak masyarakat khususnya umat Islam untuk berwakaf. Pasalnya, selain sebagai ibadah sosial, wakaf juga dapat menjadi investasi terbaik bagi umat Islam. 

Masalahnya belum banyak masyarakat yang terpapar dengan literasi tentang kolaborasi antara wakaf dan investasi. 

Ketua Pengurus Yayasan Dompet Dhuafa Republika (YDDR) Ahmad Juwaini mengatakan, Dompet Dhuafa menjaga amanah para wakif untuk menyalurkan sedekah jariyahnya dalam berbagai bentuk sarana kebaikan, contohnya pembangunan rumah sakit, sekolah, pesantren, dan masjid. 

“Dompet Dhuafa melakukan investasi di sektor produktif yang akan bermanfaat dalam jangka panjang,” kata Ahmad Juwaini dalam siaran persnya.

Hal tersebut dikatakannya dalam gelar wicara bertajuk “Waqf Invest Talk: Manfaat Abadi dengan Investasi dan Berbagi” yang diinisiasi Dompet Dhuafa bersama Bursa Efek Indonesia (BEI) di Gedung BEI, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (21/3/2024).

Juwaini menjelaskan, selain menjadi ibadah sosial, investasi di sektor produktif dapat membuka potensi wakaf berbasis investasi pada sektor keuangan. 

Hal itu dilakukan dengan menggabungkan wakaf dan investasi yang menghasilkan dua imbal hasil, yakni material dan nonmaterial. 

“Manfaat wakaf itu seperti bola salju yang menggelinding, dimensi manfaatnya lebih besar,” ujarnya.

Dia mengatakan, jika wakaf dilakukan di sektor produktif, selain memberi manfaat kepada orang yang membutuhkan, masyarakat juga akan melibatkan banyak orang untuk bekerja di sektor tersebut. 

Juwaini mengatakan, hal tersebut bisa menggerakkan bidang perekonomian yang dapat memberdayakan masyarakat dan kesejahteraan umat. 

“Memang membutuhkan kompleksitas yang luar biasa, maka kami butuh dukungan masyarakat juga,” tuturnya. 

Kepala Divisi Pasar Modal Syariah BEI Irwan Abdalloh menambahkan, wakaf dalam konteks pasar modal merupakan investasi dengan aset yang akan terus bertumbuh. 

"Meski demikian, masyarakat masih beranggapan bahwa aset wakaf hanya bisa dilakukan untuk benda mati," kata Irwan kepada para peserta gelar wicara yang terdiri dari donatur, mitra aliansi, mahasiswa dan umum tersebut,

Irwan menjelaskan proses sosialisasi dan pengembangan produk wakaf merupakan salah satu mekanisme investasi.

Proses itu dimulai dengan bekerja sama dengan Dewan Syariah Nasional (DSN) Majelis Ulama Indonesia (MUI) untuk membuat fatwa tentang mekanisme transaksi saham. 

Kemudian, fatwa tersebut menjadi basis dalam perkembangan sebuah platform bernama Shariah Online Trading System (SOTS).

“Perjuangannya panjang, ya. Kami bekerja sama dengan banyak pihak. Sampai kini, SOTS memiliki salah satu program, yaitu Infak Saham, dengan cara menginfakkan sekian persen dari hasil sebuah investasi,” jelasnya. 

Wakaf dan investasi

Pada kesempatan yang sama, Kepala Lembaga Pengembangan Investasi Wakaf (LPIW) Dompet Dhuafa Prima Hadi Putra memaparkan materi terkait penerimaan wakaf di Dompet Dhuafa. 

Dia menjelaskan, wakaf memiliki definisi yang luas. Dompet Dhuafa telah melakukan banyak improvisasi dan transformasi dalam menciptakan program untuk menyalurkan dana wakaf. 

Salah satu program tersebut adalah produk reksadana pada 2004 yang terus berkembang sampai saat ini. 

Dalam konteks menggabungkan wakaf dan investasi syariah ini, Parni mengingatkan pentingnya bagi seorang nazir wakaf untuk menghasilkan program yang diminati pasar. 

“Selain amanah mengelola titipan dari para wakif, Dompet Dhuafa juga harus dapat terus kreatif menghasilkan produk yang diminati masyarakat,” tuturnya. 

Narasumber lainnya, Head of Poems Syariah PT Phillip Sekuritas Indonesia Zainal Falah menjelaskan tentang pasar modal syariah yang tak banyak diketahui masyarakat. 

Dia mengatakan, perbedaan pasar modal konvensional dengan pasar modal syariah adalah pada basis produknya. 

Sebagai contoh, saham merupakan bukti atas kepemilikan sebuah perusahaan. Kemudian, saham syariah sebagai produk harus berasal dari pengelolaan yang sesuai dengan syariat Islam, yakni tidak mengandung unsur riba. 

Falah mengatakan, spasar modal syariah menjadi tantangan tersendiri karena dalam agama Islam memiliki keberagaman pemahaman soal tersebut. 

Maka dari itu, dia menyarankan untuk mengembalikannya kepada fatwa MUI. 

“Ada satu contoh. Pernah ada nasabah yang ingin mewakafkan sahamnya. Kami menjembataninya. Ada juga nasabah yang ingin melakukan wakaf secara tunai melalui Rekening Dana Nasabah (RDN). Ini contoh-contoh wakaf yang mudah dilakukan hari ini,” jelasnya. 

Program wakaf melalui Dompet Dhuafa

Hadir juga sebagai narasumber adalah Head of Product Development & Management Department BNI AM, Kemal Sandi Rahman Kemal Sandi.

Pada kesempatan itu, dia memaparkan materi terkait reksa dana syariah BNI yang disalurkan melalui program wakaf di Dompet Dhuafa. 

Kemal mengatakan, pembahasan reksa dana aau kumpulan dana dari gabungan investor yang dikelola sebagai sebuah produk merupakan salah satu bentuk upaya berwakaf. 

Bentuk wakaf atau reksadana tersebut banyak, yakni Reksa Dana Pasar Uang Syariah, Reksa Dana Pendapatan Tetap Syariah, dan Reksa Dana Saham Syariah.

Sebagai contoh, penerimaan wakaf dalam Reksa Dana Syariah BNI-AM yang berkolaborasi dengan Dompet Dhuafa. Dana ini akan disalurkan kepada Dompet Dhuafa. 

Terdapat tiga jenis program penyaluran dalam Reksa Dana Syariah BNI-AM. Pertama, Platinum, yaitu pokok investasi yang seluruhnya diwakafkan melalui Dompet Dhuafa,

Kedua, Gold, yakni wakaf imbal hasil. Ketiga, Regular, yaitu pokok investasi dan imbal hasil tetap menjadi investasi.

Kemal mengatakan, Donor Platinum bisa langsung ke BNI AM dan akan diwakafkan melalui Dompet Dhuafa. 

“Untuk Donor Regular, masyarakat bisa memulai investasi reksa dana mulai dari Rp 10.000 saja. Selain berinvestasi, penting bagi kita tak lupa untuk berbagi, ” jelasnya. 

Pada kesempatan itu hadir pula influencer dan financial planner Nadia Harsya. Dia membagikan pengalamannya mengenai investasi di usia muda sembari berbagi melalui wakaf.

Dia mengatakan, investasi merupakan proses yang panjang. Pertama, para investor harus menetapkan tujuan investasi yang jelas agar prosesnya terus berjalan. 

Kedua, investasi dapat dimulai dengan memilih risiko yang lebih rendah. Ketiga, bersabar untuk terus menabung dari sebagian penghasilan.

“Investasi itu tentang bertumbuh. Ada time horizone bukan hanya dana pensiun. Investasi juga bukan cuma soal cari cuan, tetapi menanam hal baik melalui berwakaf,” tuturnya.

Adapun peserta kegiatan tersebut terdiri dari donatur, mitra aliansi, mahasiswa, dan umum. Kegiatan itu juga diwarnai dengan tanya jawab, salah satunya dari mahasiswa dari Institut Ummul Quro Al-Islami Bogor.

https://nasional.kompas.com/read/2024/03/25/18321361/dompet-dhuafa-tak-hanya-benda-mati-wakaf-bisa-dilakukan-di-sektor-produktif

Terkini Lainnya

Kemenag Imbau Jemaah Haji Lansia Manfaatkan Rukhsah saat Beribadah

Kemenag Imbau Jemaah Haji Lansia Manfaatkan Rukhsah saat Beribadah

Nasional
Kemenag Akan Gelar Sidang Isbat Lebaran Idul Adha 7 Juni 2024

Kemenag Akan Gelar Sidang Isbat Lebaran Idul Adha 7 Juni 2024

Nasional
Romlah Melawan Katarak demi Sepotong Baju untuk Sang Cucu

Romlah Melawan Katarak demi Sepotong Baju untuk Sang Cucu

Nasional
“Deal” Politik Nasdem dan PKB Bakal Jadi Penentu Dukungan untuk Anies Maju pada Pilkada Jakarta 2024

“Deal” Politik Nasdem dan PKB Bakal Jadi Penentu Dukungan untuk Anies Maju pada Pilkada Jakarta 2024

Nasional
Bendum dan Wabendum Partai Nasdem Jadi Saksi di Sidang SYL Hari Ini

Bendum dan Wabendum Partai Nasdem Jadi Saksi di Sidang SYL Hari Ini

Nasional
Tak Khawatirkan Gempa di Senabang Aceh, Risma: Posisinya di Laut...

Tak Khawatirkan Gempa di Senabang Aceh, Risma: Posisinya di Laut...

Nasional
PKS Minta Uang Program Tapera Tidak Dipakai untuk Proyek Risiko Tinggi seperti IKN

PKS Minta Uang Program Tapera Tidak Dipakai untuk Proyek Risiko Tinggi seperti IKN

Nasional
DPR Akan Panggil Pemerintah Terkait Polemik Pemotongan Gaji untuk Tapera

DPR Akan Panggil Pemerintah Terkait Polemik Pemotongan Gaji untuk Tapera

Nasional
Diminta Perbanyak Renovasi Rumah Lansia, Risma: Mohon Maaf, Anggaran Kami Terbatas

Diminta Perbanyak Renovasi Rumah Lansia, Risma: Mohon Maaf, Anggaran Kami Terbatas

Nasional
Hari Ini, Ahmad Sahroni Jadi Saksi di Sidang SYL

Hari Ini, Ahmad Sahroni Jadi Saksi di Sidang SYL

Nasional
Partai Buruh Tolak Gaji Karyawan Dipotong untuk Tapera, Singgung Cicilan Rumah Subsidi

Partai Buruh Tolak Gaji Karyawan Dipotong untuk Tapera, Singgung Cicilan Rumah Subsidi

Nasional
Istri, Anak, dan Cucu SYL Kembali Jadi Saksi dalam Sidang Hari Ini

Istri, Anak, dan Cucu SYL Kembali Jadi Saksi dalam Sidang Hari Ini

Nasional
[POPULER NASIONAL] Anak SYL Disentil Hakim | Jampidsus Dilaporkan ke KPK Atas Dugaan Pemufakatan Jahat

[POPULER NASIONAL] Anak SYL Disentil Hakim | Jampidsus Dilaporkan ke KPK Atas Dugaan Pemufakatan Jahat

Nasional
Tanggal 2 Juni 2024 Memperingati Hari Apa?

Tanggal 2 Juni 2024 Memperingati Hari Apa?

Nasional
Tanggal 1 Juni 2024 Memperingati Hari Apa?

Tanggal 1 Juni 2024 Memperingati Hari Apa?

Nasional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke