Salin Artikel

Perhatian untuk Korban Tragedi Kanjuruhan: Dari Jokowi hingga Arema FC

JAKARTA, KOMPAS.com - Sejumlah pihak akan memberikan santunan untuk korban meninggal setelah pertandingan Arema Malang versus Persebaya Surabaya di Stadion Kanjuruhan, Malang, Indonesia.

Kerusuhan terjadi usai pertandingan pada Sabtu (1/10/2022) malam. Awalnya dipicu oleh kekalahan Arema FC atas Persebaya dalam laga pekan ke-11 Liga 1 2022-2023.

Merasa tidak puas dengan hasil pertandingan, para suporter turun ke lapangan. Kemudian, suporter yang ke lapangan ini dipukul mundur oleh aparat keamanan, yakni oleh TNI dan Polri.

Polisi sempat menembakkan gas air mata dengan tujuan melerai massa. Tembakan gas air mata ini bukan hanya dilayangkan di lapangan, tetapi juga ke tribune penonton yang saat itu masih penuh sesak

Tembakan gas air mata membuat suporter panik dan berusaha mencari pintu keluar. Saat kondisi itu, banyak suporter yang terinjak-injak bahkan sesak napas karena paparan gas air mata. Apalagi, banyak pintu keluar stadion yang terkunci.

Sejauh ini, menurut Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy, jumlah orang yang meninggal dunia akibat insiden tersebut mencapai 125 orang. Sementara itu, 302 orang mengalami luka ringan dan 21 orang luka berat.

Menurut Data Kementerian Kesehatan (Kemenkes) pada Senin (3/10/2022) pagi, korban yang meninggal di Stadion Kanjuruhan mencapai 131 orang. Korban luka ringan-sedang sebanyak 248 orang, dan luka berat 58 orang.

Sejumlah pihak turut berduka atas peristiwa tersebut dan memberikan perhatian lebih berupa santunan kepada korban. Adapun jumlah santunan yang diberikan bervariasi.

Presiden Jokowi bakal memberikan santunan Rp 50 juta, Kementerian Sosial (Kemensos) Rp 15 juta, Pemerintah Provinsi Jatim Rp 10 juta, dan santunan dari lembaga lain seperti Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) sebesar Rp 5 juta.

Santunan Rp 50 juta dari Jokowi

Pemberian santunan Rp 50 juta ini dikabarkan oleh Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Polhukam) Mahfud MD di kantornya, Senin (3/10/2022).

Santunan akan diberikan kepada keluarga korban masing-masing, secepatnya dalam satu dua hari ke depan setelah pemerintah pusat melakukan pencocokan data korban ke pemerintah daerah.

"Saya kira tidak lama, tinggal minta nama dan alamat ke Pemda untuk memastikan bahwa 125 orang itu namanya dan ini alamatnya, cuma itu saja," ujar Mahfud, kemarin.

Santunan Pemprov Jatim

Selain dari Jokowi, santunan juga diberikan oleh pemerintah daerah (pemda) setempat. Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengatakan hal ini di Markas Polres Malang, Minggu (2/10/2022).

Khofifah menyebutkan, santunan senilai Rp 10 juta akan diberikan untuk korban meninggal dalam tragedi Kanjuruhan. Selain itu, pihaknya juga akan memberikan santunan Rp 5 juta bagi korban luka berat.

"Bagi yang meninggal, Pemprov akan memberikan santunan takziah masing-masing Rp 10 juta dan kabupaten (Pemkab Malang) juga akan memberikan. Kemudian yang luka berat, Pemprov akan memberikan santunan Rp 5 juta. Ini merupakan bentuk empati kepada keluarga," tutur Khofifah.

Santunan dari Kemensos

Tak hanya itu, Kemensos juga menyatakan akan memberikan santunan Rp 15 juta kepada ahli waris tragedi Stadion Kanjuruhan.

Hal ini disampaikan saat Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy didampingi Menteri Sosial Tri Rismaharini mengunjungi keluarga korban di beberapa kecamatan di Kota dan Kabupaten Malang.

Risma mengungkapkan, santunan diberikan kepada 125 ahli waris yang terdata oleh Kemensos per Senin (3/10/2022) di Kota dan Kabupaten Malang yang mengalami bencana sosial tersebut. Data ini terus bergerak sesuai perkembangan di lapangan.

Selain santunan Rp 15 juta/korban, Kemensos juga membagikan paket sembako. Jumlah santunan Rp 15 juta ini diberikan per korban. Artinya bila satu keluarga terdapat dua korban, maka jumlahnya pun berlipat menjadi Rp 30 juta.

"Kalau korbannya dalam satu keluarga ada dua, kami juga berikan dua, begitu. Kalau ada tiga, ya kita berikan tiga, standarnya begitu. Kita berikan ini, kemudian, kita berikan sembako," tutur Risma.

Meski tidak ada santunan seharga nyawa, Risma berharap santunan ini bisa memberikan keringanan ekonomi bagi keluarga/ahli waris. Risma bilang, bantuan diberikan lantaran tragedi yang terjadi di stadion Kanjuruhan pada Sabtu lalu merupakan salah satu bencana sosial.

Kemensos melalui SDM PKH juga mendata ahli waris yang memiliki komponen ibu hamil, anak usia dini, anak sekolah, lansia, maupun disabilitas untuk bisa dimasukkan dalam DTKS (Data Terpadu Kesejahteraan Sosial) sebagai basis data penerima bantuan sosial.

"Tapi, ada yang khusus-khusus, seperti misalkan, tadi bapaknya yang meninggal, kemudian anaknya masih sekolah, itu kita tangani khusus. Tadi, ada yang kuliah, tinggal beberapa semester, itu kita tangani khusus. Jadi, yang seperti itu, case-nya kita tangani khusus," jelas Risma.

Santunan dari Arema FC

Sebagai klub yang kala itu bertanding, Arema FC memberikan santunan kepada korban, baik korban meninggal maupun korban luka-luka.

Presiden Arema FC, Gilang Widya Pramana atau dikenal dengan Juragan 99 menyebut, santunan diberikan sebagai bentuk rasa tanggung jawab klub, meski nominal berapa pun tidak akan mungkin bisa mengganti nyawa yang hilang.

Santunan untuk korban meninggal diberikan Rp 10 juta, untuk korban luka berat Rp 5 juta, dan korban luka ringan Rp 2 juta.

Santunan dari PBNU

Tak hanya pemerintah, santunan juga datang dari Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). Ketua PBNU Ahmad Fahrur Rozi mengatakan, PBNU akan memberi santunan senilai Rp 5 juta per orang.

Ia mengungkapkan, bantuan santunan tersebut merupakan partisipasi dari Jusuf Hamka atau sering disebut Babah Alun. Babah Alun merupakan salah satu ketua PBNU sekaligus pengusaha jalan tol.

Nantinya, bantuan awal secara simbolis akan diserahkan oleh ketua umum PBNU pada tanggal 5 Oktober di Malang.

"Santunan dimaksudkan untuk meringankan beban masyarakat di tengah situasi ekonomi yang cukup sulit," tuturnya.

Tanggung pengobatan

Selain santunan, pemerintah menanggung seluruh pengobatan rumah sakit bagi korban luka-luka.

Pun memberikan layanan dukungan psikososial melalui Unit Pelaksana Teknis (UPT) milik kementerian, baik untuk keluarga korban meninggal maupun korban luka-luka. Hal ini ditegaskan pula oleh Mahfud MD.

"Kementerian Kesehatan akan menangani pengobatan korban yang luka-luka di rumah sakit dengan biaya gratis dari negara atau dari pemerintah, beban biaya pengobatan dan perawatan gratis tersebut dapat dikoordinasikan dengan pemda setempat," tutur Mahfud.

https://nasional.kompas.com/read/2022/10/04/09134901/perhatian-untuk-korban-tragedi-kanjuruhan-dari-jokowi-hingga-arema-fc

Rekomendasi untuk anda
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Warga Sekitar, Termasuk Pendeta Terlibat Evakuasi Pilot Pesawat Susi Air yang Dibakar di Nduga

Warga Sekitar, Termasuk Pendeta Terlibat Evakuasi Pilot Pesawat Susi Air yang Dibakar di Nduga

Nasional
Klarifikasi Soal Rp 500 Triliun yang Disebut Habis untuk Rapat, Risma: Kami Selalu Berhemat

Klarifikasi Soal Rp 500 Triliun yang Disebut Habis untuk Rapat, Risma: Kami Selalu Berhemat

Nasional
Polisi: KKB Duga Sebagian dari 15 Pekerja Bangunan di Distrik Paro Anggota TNI atau BIN

Polisi: KKB Duga Sebagian dari 15 Pekerja Bangunan di Distrik Paro Anggota TNI atau BIN

Nasional
KPK Bakal Analisis Pengakuan Polisi 'Titip' Anak Masuk Unila

KPK Bakal Analisis Pengakuan Polisi "Titip" Anak Masuk Unila

Nasional
Diusulkan, Durasi Ibadah Haji Jadi 35 Hari pada 2023 dan 30 Hari pada 2024

Diusulkan, Durasi Ibadah Haji Jadi 35 Hari pada 2023 dan 30 Hari pada 2024

Nasional
Soal Penyebab Kasus Baru Gagal Ginjal Akut, Menkes Tunggu Hasil Laboratorium Independen

Soal Penyebab Kasus Baru Gagal Ginjal Akut, Menkes Tunggu Hasil Laboratorium Independen

Nasional
Soal Ijtima Ulama PKB Dorong Muhaimin Maju Pilpres, Gerindra: Pak Prabowo Menyimaknya

Soal Ijtima Ulama PKB Dorong Muhaimin Maju Pilpres, Gerindra: Pak Prabowo Menyimaknya

Nasional
Polisi: 15 Pekerja di Puskesmas Distrik Paro Tak Pernah Disandera KKB

Polisi: 15 Pekerja di Puskesmas Distrik Paro Tak Pernah Disandera KKB

Nasional
Beri Sinyal Tak Ikut Pilpres 2024, Ridwan Kamil: Paling Bagus Melanjutkan Jabar

Beri Sinyal Tak Ikut Pilpres 2024, Ridwan Kamil: Paling Bagus Melanjutkan Jabar

Nasional
Menkes Sebut dari Dua Anak Diduga Gagal Ginjal Akut, Satu yang Terkonfirmasi

Menkes Sebut dari Dua Anak Diduga Gagal Ginjal Akut, Satu yang Terkonfirmasi

Nasional
Ridwan Kamil Ingin Atalia Bergabung ke Golkar: Biar Paket Hemat

Ridwan Kamil Ingin Atalia Bergabung ke Golkar: Biar Paket Hemat

Nasional
Kronologi Evakuasi 15 Pekerja Pembangunan Puskesmas di Nduga Versi Polda Papua

Kronologi Evakuasi 15 Pekerja Pembangunan Puskesmas di Nduga Versi Polda Papua

Nasional
Tiba di Sumut, Jokowi Hadiri Puncak Peringatan Hari Pers Nasional Besok

Tiba di Sumut, Jokowi Hadiri Puncak Peringatan Hari Pers Nasional Besok

Nasional
Ketua DKPP Minta 'Jangan Berpikir Negatif' soal Sidang Kecurangan Pemilu Mendadak Ditunda

Ketua DKPP Minta "Jangan Berpikir Negatif" soal Sidang Kecurangan Pemilu Mendadak Ditunda

Nasional
Update 8 Februari 2023: Kasus Covid-19 Bertambah 263 dalam Sehari, Totalnya Jadi 6.731.959

Update 8 Februari 2023: Kasus Covid-19 Bertambah 263 dalam Sehari, Totalnya Jadi 6.731.959

Nasional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.