Salin Artikel

Tebarkan Imun Simpati, Bukan Rumah Sakit Khusus Pejabat

Untukmu yang biasa bersafari
Di sana, di gedung DPR
Wakil rakyat kumpulan orang hebat
Bukan kumpulan teman teman dekat
Apalagi sanak famili
Di hati dan lidahmu kami berharap
Suara kami tolong dengar lalu sampaikan

Penggalan lirik lagu Iwan Flas yang berjudul “Wakil Rakyat” ini sepertinya akan tetap relevan dan selaras dengan wajah sebagian anggota DPR saat ini.

Ditengah negara kita menorehkan “prestasi” level dunia dengan 54.517 orang dinyatakan positif covid-19 dan telah 69.210 orang wafat sejak terjadi pandemi (data satgas covid-19 pertanggal 14 Juli 2021), sangat miris jika masih ada anggota dewan yang terhormat masih meminta keistimewaan dengan penyediaan fasilitas ICU di rumah sakit khusus untuk wakil rakyat.

Seperti koor sebuah orkestra, permintaan ini merupakan gayung bersambut dari rekan sesama partainya yang meminta rumah sakit khusus pejabat karena merasa tidak terima ada anggota DPR yang juga berasal dari parpol yang sama telah meninggal karena kesulitan mendapat ruang perawatan untuk penderita covid-19.

Padahal untuk urusan sakit, semua rakyat – entah itu pejabat atau pengangguran adalah berhak sama mendapatkan perawatan.

Alih-alih memikirkan rakyat yang hingga detik ini kesulitan mencari makan untuk anggota keluarganya karena penyekatan jalan dimana-mana, sebagian anggota DPR kita masih terjebak dengan kepentingan golongan dan kepentingan sesaat.

Jargon dari rakyat untuk rakyat sejatinya telah mereka tanggalkan. Jika mereka mau dan tidak ingin turun ke lapangan karena takut tertular covid, manfaatkan kehadiran tenaga ahli yang mereka punya untuk updating kondisi para pencari ruang perawatan di rumah-rumah sakit.

Tingkat keterisian tempat tidur (BOR) di hampir semua rumah sakit di Pulau Jawa sudah di atas standar Badan Kesehatan Dunia (WHO) yakni melebihiri 60 persen.

Cerita pilu beberapa penderita covid yang meninggal di kendaraan karena tidak cepat tertolong di rawat di rumah sakit, juga sudah mengkhawatirkan.

Lapor Covid-19 menyebut 265 pasien isolasi mandiri di rumah sudah meregang nyawa hingga tanggal 14 Juli 2021 karena mereka kesulitan mendapat akses perawatan di rumah sakit.

Kesempatan mendapat perawatan di rumah sakit ibaratnya bisa masuk setelah ada pasien yang meninggal. Begitu sulitnya mencari kamar kosong di rumah sakit di Depok, Bandung, Bekasi, Jakarta, Jogya atau kota-kota yang lain.

Tebarlah imun simpati

Pendapat anggota DPR yang melukai perasaan rakyat di kala susah seperti sekarang ini memang tidak menggambarkan keseluruhan anggota Dewan.

Masih ada anggota Dewan yang rela menyumbangkan gajinya untuk masyarakat kecil. Anggota DPR daerah pemilihan Kalimantan Utara yang berjibaku mengerahkan segala aksesnya untuk menolong warga di perbatasan yang luput dari pemberitaan nasional.

Ada juga anggota DPR dari daerah pemilihan Jawa Barat yang kerjanya terus membagi-bagi apa yang dimilikinya untuk warga yang tidak mampu.

Ada partai yang menggelar vaksinasi gratis untuk masyarakat di saat rakyat tengah mendamba sangat mendapat pembentuk imun di dalam tubuh.

Rakyat tengah frustrasi dan pemerintah telah bersusah payah mengendalikan keadaan. Serbuan covid varian delta memang sungguh luar biasa.

Angka rerata harian yang meninggal tiap minggunya akibat covid sudah mendekati angka 800 lebih.

Jika pesohor seperti Cinta Laura bisa berbuat untuk kemanusiaan dan Ananda Omesh merelakan kendaraannya untuk mobil ambulance, maka saya rasa anggota DPR bisa berbuat lebih dari itu.

Kita butuh narasi-narasi optimis, narasi-narasi solidaritas, narasi-narasi simpati serta bukan narasi yang mengedepankan golongan dan partai.

Rakyat butuh imun untuk tubuh. Rakyat juga berhak mendapat imun simpati dari semua kalangan. Jika tidak bisa berbuat nyata, akan lebih baik diam dan berdoa saja.

Di saat pemerintah sudah bekerja keras, masih ada juga politisi Senayan yang menyebut pemerintah telah gagal dan tega menyebut failed nation.

Baca: Ibas: Jangan Sampai RI Disebut Failed Nation karena Tak Mampu Selamatkan Rakyatnya

Akan maklum jika anggota dewan ini rajin hadir di Senayan, aktif dalam rapat zoom atau berkiprah nyata sehingga tahu kondisi di lapangan yang sebenarnya. Faktanya berkata lain.

Setiap rezim pemerintahan menghadapi tantangan yang berbeda. Kali ini tantangan sungguh maha dasyat. Akan lebih fair jika semua kalangan bahu membahu berbuat nyata.

Tidak ada warna bendera partai tetapi gotong royong membantu sebagai sesama anak bangsa. Jika setiap anggota DPR bisa mengusahakan 50 ribu dosis vaksin saja maka seluruh anggota dewan terhormat yang berjumlah 575 orang akan bisa membantu 28.750.000 jiwa di 80 daerah pemilihan yang merata di seluruh tanah air.

Tentu saja, tindakan mulia ini akan mengurangi beban keuangan pemerintah yang sudah sempoyongan.

Kali ini, tidak ada negara yang kebal terhadap serangan covid. Afrika Selatan dan Lebanon kini tengah goyah karena kerusuhan sosial.

China yang menjadi awal wabah ini menyebar, sudah tancap gas. Beberapa negara di Eropa sudah tidak mewajibkan lagi pemakaian masker.

India yang pernah dihajar covid varian delta kini tengah merangkak bangkit. Dan Indonesia, pasti bisa bangkit dan menang melawan covid!

Kaya itu bukan berarti bisa membeli apa saja. Kaya itu bisa memberi apa saja di saat pandemi.

https://nasional.kompas.com/read/2021/07/15/15161591/tebarkan-imun-simpati-bukan-rumah-sakit-khusus-pejabat

Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

KSAL Yudo Margono, Sang Panglima Kapal Perang Calon Kuat Panglima TNI

KSAL Yudo Margono, Sang Panglima Kapal Perang Calon Kuat Panglima TNI

Nasional
KPK Minta Pihak Perusahaan yang Mengurus HGU di Kanwil BPN Riau Kooperatif

KPK Minta Pihak Perusahaan yang Mengurus HGU di Kanwil BPN Riau Kooperatif

Nasional
Semarakkan Sail Tidore 2022, BPJS Ketenagakerjaan Ajak Seluruh Pekerja Peduli Jaminan Sosial

Semarakkan Sail Tidore 2022, BPJS Ketenagakerjaan Ajak Seluruh Pekerja Peduli Jaminan Sosial

Nasional
Di Munas KAHMI, Prabowo Puji Eksistensi Kader HMI di Partai Politik

Di Munas KAHMI, Prabowo Puji Eksistensi Kader HMI di Partai Politik

Nasional
Ismail Bolong Diburu Polisi, Akankah Terungkap Jenderal Penerima Suap Tambang Ilegal?

Ismail Bolong Diburu Polisi, Akankah Terungkap Jenderal Penerima Suap Tambang Ilegal?

Nasional
Komisi VIII DPR Apresiasi Langkah Kemensos Tangani Dampak Gempa Cianjur

Komisi VIII DPR Apresiasi Langkah Kemensos Tangani Dampak Gempa Cianjur

Nasional
Kunjungi Cianjur, Mensos Risma Sisir Pengungsian yang Sulit Terjangkau Bantuan

Kunjungi Cianjur, Mensos Risma Sisir Pengungsian yang Sulit Terjangkau Bantuan

Nasional
Titah Jokowi kepada Ribuan Relawan hingga Sinyal Capres Pilihannya

Titah Jokowi kepada Ribuan Relawan hingga Sinyal Capres Pilihannya

Nasional
Menjaga Kehormatan Lembaga Negara di RKUHP

Menjaga Kehormatan Lembaga Negara di RKUHP

Nasional
Bawaslu: Gugatan Sengketa Partai Republiku, PKP, Prima, dan Parsindo Tak Bisa Diterima

Bawaslu: Gugatan Sengketa Partai Republiku, PKP, Prima, dan Parsindo Tak Bisa Diterima

Nasional
Arahan Jokowi ke Relawan Soal Pilih Presiden: Dari yang Senang Blusukan hingga Rambut Penuh Uban

Arahan Jokowi ke Relawan Soal Pilih Presiden: Dari yang Senang Blusukan hingga Rambut Penuh Uban

Nasional
Jokowi Lempar Jaket G20, Relawan Heboh Berebutan

Jokowi Lempar Jaket G20, Relawan Heboh Berebutan

Nasional
BNPB: Korban Hilang Gempa Cianjur Terisa 14 Orang

BNPB: Korban Hilang Gempa Cianjur Terisa 14 Orang

Nasional
Korban Gempa Cianjur Masih Bertambah: 318 Meninggal, 7.729 Luka-Luka

Korban Gempa Cianjur Masih Bertambah: 318 Meninggal, 7.729 Luka-Luka

Nasional
Cerita Jokowi yang Tak Minder Saat Bersalaman dengan Para Pemimpin G20

Cerita Jokowi yang Tak Minder Saat Bersalaman dengan Para Pemimpin G20

Nasional
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.