Salin Artikel

Survei Indikator: 36 Persen Pendukung Golkar Pilih Prabowo, Massa PPP Tak Solid ke Jokowi

Demikian salah satu kesimpulan hasil survei terbaru yang dilakukan Indikator Politik Indonesia (Indikator).

Di kubu Jokowi-Ma'ruf Amin, sejumlah parpol memang memiliki massa yang solid. Artinya, sejalan dengan keputusan elite parpol.

Namun, ada pendukung parpol koalisi yang tak solid mendukung Jokowi-Ma'ruf Amin.

Berdasarkan survei Indikator yang dirilis, Rabu (26/9/2018), sebesar 55,4 persen pendukung Partai Golkar memilih Jokowi-Ma'ruf Amin. Namun, ada 36 persen pendukungnya yang lebih memilih Prabowo-Sandiaga.

"Nah ini catatan buat Pak Airlangga (Ketum Partai Golkar), 36 persen pemilih Golkar memilih Prabowo-Sandiaga. Besar sekali itu," kata Direktur Eksekutif Indikator Burhanuddin Mutadi.

Angka 36 persen pendukung Partai Golkar memilih Prabowo dianggap besar karena elektabilitas Partai Golkar sendiri mencapai 11,4 persen.

Angka ini menempatkan Partai Golkar di posisi kedua di bawah PDI-P yang elektabilitasnya diprediksi 22,9 persen.

Selain Partai Golkar, pendukung PPP dinilai lebih tidak solid karena 48,9 persen pendukungnya memilih Jokowi-Ma'ruf.

Sementara, yang memilih Prabowo-Sandiaga sebesar 44,4 persen. Adapun sisanya sebesar 6,7 tidak menjawab.

"PPP juga sangat tidak solid, separuh dari pemilih PPP itu tidak mengikuti garis instruksi partai. Romi (Ketum PPP) mengatakan memilih Pak Jokowi, namun separuh basis massanya memilih Pak Prabowo," kata Burhanuddin.

Hasil lainnya menunjukkan, ada juga pendukung Partai Hanura yang 50 persen memilih Jokowi-Ma'ruf Amin dan 50 persen sisanya memilih Prabowo-Sandiaga.

Akan tetapi, karena pemilih Hanura tak sebesar Golkar dan PPP, hal ini dinilai tidak berpengaruh besar.

Sementara itu, pendukung parpol lain di koalisi Jokowi-Ma'ruf Amin relatif solid. PDI-P, misalnya, 93,2 persen pendukungnya memilih Jokowi-Ma'ruf Amin.

Nasdem, 78 persen pendukungnya memilih Jokowi-Ma'ruf Amin, dan 76,3 persen pendukung PKB pilih Jokowi-Ma'ruf Amin.

Menurut Burhanuddin, potret kesolidan pendukung parpol sangat penting. Dalam ilmu politik ada istilah split-ticket voting dan straight-ticket voting.

Split-ticket voting adalah pilihan elite partai yang tidak nyambung dengan keinginan basis massa mereka.

Ada pun, straight-ticket voting keputusan partai di tingkat elite diikuti basis massa mereka.

"Jadi dalam survei elektoral, suara supir dan penumpang nilainya sama. Kalau supir belok ke kanan sementara penumpangnya ingin belok ke kiri, secara elektoral artinya belum punya dampak, belum ada nilainya," kata dia.

Survei Indikator dilakukan pada 1-6 September 2018, melibatkan 1.220 responden dengan multistage random sampling di seluruh Indonesia.

Metode survei yang digunakan yakni dengan wawancara lewat tatap muka oleh pewawancara yang telah dilatih.

Ada pun margin of error rata-rata sebesar plus minus 2,9 persen pada tingkat kepercayaan sebesar 95 persen (dengan asumsi simple random sampling).

.

.

.

https://nasional.kompas.com/read/2018/09/27/09501771/survei-indikator-36-persen-pendukung-golkar-pilih-prabowo-massa-ppp-tak

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jokowi: Kerusuhan Kanjuruhan Tragedi Kemanusiaan, Jangan Sampai Terulang Lagi

Jokowi: Kerusuhan Kanjuruhan Tragedi Kemanusiaan, Jangan Sampai Terulang Lagi

Nasional
Jokowi Perintahkan Kapolri Investigasi dan Usut Tuntas Kerusuhan Stadion Kanjuruhan

Jokowi Perintahkan Kapolri Investigasi dan Usut Tuntas Kerusuhan Stadion Kanjuruhan

Nasional
Jokowi: Hentikan Sementara Liga 1

Jokowi: Hentikan Sementara Liga 1

Nasional
Cak Imin Anggap Aneh Pihak Keamanan Tak Paham Larangan FIFA soal Penggunaan Gas Air Mata

Cak Imin Anggap Aneh Pihak Keamanan Tak Paham Larangan FIFA soal Penggunaan Gas Air Mata

Nasional
Puan Minta PSSI Hentikan Sementara Liga Sepakbola Nasional

Puan Minta PSSI Hentikan Sementara Liga Sepakbola Nasional

Nasional
Kerusuhan Stadion Kanjurungan, Komnas HAM: Harus Ada Penegakan Hukum

Kerusuhan Stadion Kanjurungan, Komnas HAM: Harus Ada Penegakan Hukum

Nasional
YLKI Desak Pemerintah Bentuk Tim Investigasi Independen di Luar PSSI

YLKI Desak Pemerintah Bentuk Tim Investigasi Independen di Luar PSSI

Nasional
YLBHI: Negara Harus Bertanggung Jawab dalam Tragedi Stadion Kanjuruhan

YLBHI: Negara Harus Bertanggung Jawab dalam Tragedi Stadion Kanjuruhan

Nasional
Komnas HAM Minta Polisi Segera Usut Tragedi Stadion Kanjuruhan

Komnas HAM Minta Polisi Segera Usut Tragedi Stadion Kanjuruhan

Nasional
Mahfud: Korban Tragedi Stadion Kanjuruhan Umumnya Terinjak dan Sesak Nafas

Mahfud: Korban Tragedi Stadion Kanjuruhan Umumnya Terinjak dan Sesak Nafas

Nasional
Puan Maharani Minta Investigasi Total Tragedi Stadion Kanjuruhan

Puan Maharani Minta Investigasi Total Tragedi Stadion Kanjuruhan

Nasional
Penembakan Gas Air Mata di Stadion Kanjuruhan, Pengamat Sepak Bola: Tak Sesuai Prosedur

Penembakan Gas Air Mata di Stadion Kanjuruhan, Pengamat Sepak Bola: Tak Sesuai Prosedur

Nasional
Mahfud MD Tegaskan Tragedi Stadion Kanjuruhan Bukan Bentrok Suporter

Mahfud MD Tegaskan Tragedi Stadion Kanjuruhan Bukan Bentrok Suporter

Nasional
Usut Kerusuhan di Stadion Kanjuruhan, Komnas HAM Bakal Kirim Tim Investigasi

Usut Kerusuhan di Stadion Kanjuruhan, Komnas HAM Bakal Kirim Tim Investigasi

Nasional
Tragedi Stadion Kanjuruhan, Mabes Polri Turunkan Tim DVI untuk Identifikasi Korban

Tragedi Stadion Kanjuruhan, Mabes Polri Turunkan Tim DVI untuk Identifikasi Korban

Nasional
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.