Salin Artikel

Salim Said: Negeri Ini Tidak Maju karena Tuhan Tidak Ditakuti

Kata Salim, Indonesia tidak pernah maju lantaran para pejabatnya ditangkap oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) karena "makan duit negara".

"Nah, sekarang Indonesia, semua yang masuk KPK, pejabat parlemen, eksekutif itu disumpah secara agama. Tetapi kemudian melanggar sumpah, karena tidak takut pada Tuhan," kata Salim di Gedung Pusat Dakwah PP Muhammadiyah, Jakarta, Jumat (6/10/2017) malam.

Karenanya, kata Salim, Indonesia tidak akan bisa menjadi negara maju selama Tuhan tak lagi ditakuti oleh para pejabat di negeri ini.

Baca; Ketua KPK Tegaskan Tak Ada Tebang Pilih Usut Kasus atau OTT

"Jadi, negeri ini tidak maju karena Tuhan tidak ditakuti. Tantangan kita adalah bagaimana Tuhan ditakuti. Jangankan KPK, Tuhan saja tidak ditakuti kok," ujar dia.

Guru Besar Universitas Pertahanan itu lalu beralih dengan membandingkan Indonesia dan negara lainnya, seperti Korea Selatan (Korsel), Taiwan, hingga Israel.

"Kenapa sekarang pada beli telpon dan kulkas dari Korsel. Kenapa Korsel maju dan kita tidak maju? Orang Korsel takut sama Korut, jadi dia harus unggul," kata Salim.

"Taiwan, pulau kecil, takut kalau dicaplok Tiongkok. Makanya produk yang kita beli buatan Taiwan. Israel? Yahudi di tengah lautan Arab, kalau tidak hebat di-kremes dia," tambahnya.

https://nasional.kompas.com/read/2017/10/07/11425191/salim-said-negeri-ini-tidak-maju-karena-tuhan-tidak-ditakuti

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.