Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kapolri Ingatkan Brimob Tak Cepat Puas

Kompas.com - 14/11/2016, 11:21 WIB
Ambaranie Nadia Kemala Movanita

Penulis

JAKARTA, KOMPAS.com - Kepala Polri Jenderal Pol Tito Karnavian menekankan pentingnya peran Brimob sebagai satuan pasukan bersenjata Polri untuk mengamankan negara.

Brimob banyak berperan dalam tim SAR, penanganan bencana alam, hingga satuan operasi Tinombala.

Tak hanya di Indonesia, Brimob juga berkontribusi di kancah internasional, seperti misi perdamaian Persatuan Bangsa Bangsa.

Meski Brimob telah menorehkan banyak prestasi, Tito meminta seluruh anggota Brimob tidak berpuas diri.

"Capaian ini jangan membuat Brimob berpuas diri. Kita harus berbenah, mengevaluasi, karena tantangan tugas ke depan akan sangat dinamis," ujar Tito, saat menyampaikan amanat pada HUT ke-71 Brimob Polri, di Markas Komando Brimob Polri Kelapa Dua, Depok, Senin (14/11/2016).

(Baca: Kapolri Pimpin Upacara HUT ke-71 Korps Brimob Polri)

Salah satu tantangan yang harus di hadapi yakni munculnya beragam gangguan ketertiban masyarakat, termasuk terorisme.

Tito mengatakan, teroris menggunakan teknologi untuk mengembangkan pola dan jaringan baru.

"Munculnya dimensi baru merupakan tantangan nyata. Brimob menangani kontigensi mutlak diperlukan," kata Tito.

Tema peringatan HUT Brimob Polri yakni "Semangat Kerja Nyata Untuk Mewujudkan Insan Polri yang Profesional, Modern dan Terpercaya".

(Baca: Jokowi Minta Brimob Waspadai Gangguan Keamanan dan Ketertiban)

Sesuai tema tersebut, Tito berpesan agar anggota Brimob mampu mengabdi dan loyal di mana pun dia ditempatkan.

"Saya berpesan untuk meningkatkan kemampuan latihan, keterampilan, jaga loyalitas, jaga kekompakan dengan sesama dan pasukan lain," kata Tito.

"Pertahankan dan tingkatkan terus prestasi yang diukir," lanjut dia.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Tanggal 19 Mei 2024 Memperingati Hari Apa?

Tanggal 19 Mei 2024 Memperingati Hari Apa?

Nasional
Tanggal 18 Mei 2024 Memperingati Hari Apa?

Tanggal 18 Mei 2024 Memperingati Hari Apa?

Nasional
Di Sidang SYL, Saksi Akui Ada Pembelian Keris Emas Rp 105 Juta Pakai Anggaran Kementan

Di Sidang SYL, Saksi Akui Ada Pembelian Keris Emas Rp 105 Juta Pakai Anggaran Kementan

Nasional
Dede Yusuf Minta Pemerintah Perketat Akses Anak terhadap Gim Daring

Dede Yusuf Minta Pemerintah Perketat Akses Anak terhadap Gim Daring

Nasional
Mesin Pesawat Angkut Jemaah Haji Rusak, Kemenag Minta Garuda Profesional

Mesin Pesawat Angkut Jemaah Haji Rusak, Kemenag Minta Garuda Profesional

Nasional
Anggota Fraksi PKS Tolak Presiden Bebas Tentukan Jumlah Menteri: Nanti Semaunya Urus Negara

Anggota Fraksi PKS Tolak Presiden Bebas Tentukan Jumlah Menteri: Nanti Semaunya Urus Negara

Nasional
Usai Operasi di Laut Merah, Kapal Perang Belanda Tromp F-803 Merapat di Jakarta

Usai Operasi di Laut Merah, Kapal Perang Belanda Tromp F-803 Merapat di Jakarta

Nasional
Kriteria KRIS, Kemenkes: Maksimal 4 Bed Per Ruang Rawat Inap

Kriteria KRIS, Kemenkes: Maksimal 4 Bed Per Ruang Rawat Inap

Nasional
Soroti DPT Pilkada 2024, Bawaslu: Pernah Kejadian Orang Meninggal Bisa Memilih

Soroti DPT Pilkada 2024, Bawaslu: Pernah Kejadian Orang Meninggal Bisa Memilih

Nasional
Direktorat Kementan Siapkan Rp 30 Juta Tiap Bulan untuk Keperluan SYL

Direktorat Kementan Siapkan Rp 30 Juta Tiap Bulan untuk Keperluan SYL

Nasional
Setuju Sistem Pemilu Didesain Ulang, Mendagri: Pilpres dan Pileg Dipisah

Setuju Sistem Pemilu Didesain Ulang, Mendagri: Pilpres dan Pileg Dipisah

Nasional
Menko Airlangga: Kewajiban Sertifikasi Halal Usaha Menengah dan Besar Tetap Berlaku 17 Oktober

Menko Airlangga: Kewajiban Sertifikasi Halal Usaha Menengah dan Besar Tetap Berlaku 17 Oktober

Nasional
Serius Transisi Energi, Pertamina Gandeng KNOC dan ExxonMobil Kembangkan CCS

Serius Transisi Energi, Pertamina Gandeng KNOC dan ExxonMobil Kembangkan CCS

Nasional
Bawaslu Akui Kesulitan Awasi 'Serangan Fajar', Ini Sebabnya

Bawaslu Akui Kesulitan Awasi "Serangan Fajar", Ini Sebabnya

Nasional
Kontras Desak Jokowi dan Komnas HAM Dorong Kejagung Selesaikan Pelanggaran HAM Berat Secara Yudisial

Kontras Desak Jokowi dan Komnas HAM Dorong Kejagung Selesaikan Pelanggaran HAM Berat Secara Yudisial

Nasional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com