Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

PDI-P Berharap PKB dan Hanura "Masuk Gerbong" Pemenangan Jokowi

Kompas.com - 08/05/2014, 10:30 WIB
Indra Akuntono

Penulis

JAKARTA, KOMPAS.com — Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) berharap mendapat dukungan dari Partai Hanura dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dalam menghadapi Pemilu Presiden 2014 dengan Joko Widodo sebagai bakal calon presiden.

"Kami menunggu kabar baik dari sahabat kami PKB dan Hanura," kata Wakil Sekretaris Jenderal DPP PDI-P Eriko Sotarduga, saat dihubungi pada Kamis (8/5/2014) pagi. Meski demikian, kata dia, PDI-P tak ingin tergesa-gesa atau memaksa dua partai itu segera merapat dalam poros yang mendukung Joko Widodo sebagai calon presiden.

Eriko menegaskan, PDI-P akan mengikuti irama dalam proses penjajakannya. Secara prinsip, PDI-P hanya akan berkoalisi dengan partai yang tak mengedepankan praktik transaksional alias bagi-bagi kekuasaan.

Kalaupun tak terwujud koalisi saat pemilu presiden, ujar Eriko, peluang kerja sama antar-partai politik ini akan digeser menjadi koalisi di parlemen. Harapannya, ketika kemenangan didapat dan kepemimpinan pemerintahan digenggam, maka ada dukungan berupa sinergi dari parlemen untuk mendukung kebijakan pemerintah.

"Paling tidak, dengan komunikasi yang baik tentunya kita dapat bersama-sama, minimal di parlemen mendukung kepemimpinan Pak Jokowi bilamana Tuhan mengizinkan (kemenangan) melalui pilihan rakyat," kata Eriko.

Sejauh ini, dukungan untuk PDI-P di pemilu presiden baru dipastikan datang dari Partai Nasdem. Sementara itu, partai lain yang disebut hampir pasti bergabung adalah Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI).

Pada Selasa (6/5/2014) malam, Ketua Umum PKPI bertemu dengan sejumlah elite PDI-P. Pertemuan itu menghasilkan kecocokan dan kerja sama politik yang akan segera dikonkretkan.

Harapan dukungan lain untuk PDI-P adalah sinyal dari PKB dan Hanura yang juga semakin menguat. Namun, belum ada informasi jelas mengapa kedua partai itu tak kunjung mendeklarasikan dukungan untuk memenangkan Joko Widodo.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Baca tentang
Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Tanggal 10 Mei 2024 Memperingati Hari Apa?

Tanggal 10 Mei 2024 Memperingati Hari Apa?

Nasional
Usul Prabowo Tambah Kementerian Diharap Bukan Politik Akomodatif

Usul Prabowo Tambah Kementerian Diharap Bukan Politik Akomodatif

Nasional
Pakar Ungkap 'Gerilya' Wacana Tambah Kementerian Cukup Gencar

Pakar Ungkap "Gerilya" Wacana Tambah Kementerian Cukup Gencar

Nasional
Daftar Kepala BIN dari Masa ke Masa, Zulkifli Lubis hingga Budi Gunawan

Daftar Kepala BIN dari Masa ke Masa, Zulkifli Lubis hingga Budi Gunawan

Nasional
Gelar Halalbihalal, MUI Gaungkan Pesan Kemanusiaan untuk Korban Genosida di Gaza

Gelar Halalbihalal, MUI Gaungkan Pesan Kemanusiaan untuk Korban Genosida di Gaza

Nasional
Perjalanan BIN 6 Kali Berganti Nama, dari Brani hingga Bakin

Perjalanan BIN 6 Kali Berganti Nama, dari Brani hingga Bakin

Nasional
'Prabowo Banyak Dikritik jika Tambah Kementerian, Baiknya Jaga Kebatinan Rakyat yang Sedang Sulit'

"Prabowo Banyak Dikritik jika Tambah Kementerian, Baiknya Jaga Kebatinan Rakyat yang Sedang Sulit"

Nasional
Pengamat Nilai Putusan MK Terkait Sengketa Pilpres Jadi Motivasi Kandidat Pilkada Berbuat Curang

Pengamat Nilai Putusan MK Terkait Sengketa Pilpres Jadi Motivasi Kandidat Pilkada Berbuat Curang

Nasional
PPP Papua Tengah Klaim Pegang Bukti Kehilangan 190.000 Suara pada Pileg 2024

PPP Papua Tengah Klaim Pegang Bukti Kehilangan 190.000 Suara pada Pileg 2024

Nasional
Koarmada II Kerahkan 9 Kapal Perang untuk Latihan Operasi Laut Gabungan 2024, Termasuk KRI Alugoro

Koarmada II Kerahkan 9 Kapal Perang untuk Latihan Operasi Laut Gabungan 2024, Termasuk KRI Alugoro

Nasional
Kandidat Versus Kotak Kosong pada Pilkada 2024 Diperkirakan Bertambah

Kandidat Versus Kotak Kosong pada Pilkada 2024 Diperkirakan Bertambah

Nasional
Rencana Prabowo Bentuk 41 Kementerian Dinilai Pemborosan Uang Negara

Rencana Prabowo Bentuk 41 Kementerian Dinilai Pemborosan Uang Negara

Nasional
Di MIKTA Speakers’ Consultation Ke-10, Puan Suarakan Urgensi Gencatan Senjata di Gaza

Di MIKTA Speakers’ Consultation Ke-10, Puan Suarakan Urgensi Gencatan Senjata di Gaza

Nasional
KPK Sebut Kasus Gus Muhdlor Lambat Karena OTT Tidak Sempurna

KPK Sebut Kasus Gus Muhdlor Lambat Karena OTT Tidak Sempurna

Nasional
TNI AL Ketambahan 2 Kapal Patroli Cepat, KRI Butana-878 dan KRI Selar-879

TNI AL Ketambahan 2 Kapal Patroli Cepat, KRI Butana-878 dan KRI Selar-879

Nasional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com