Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Politisi Senayan: Dahlan Kena Batunya

Kompas.com - 08/01/2013, 12:50 WIB
Sandro Gatra

Penulis

JAKARTA, KOMPAS.com - Kepolisian diminta tak perlu ragu untuk mengusut dugaan pelanggaran hukum yang dilakukan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan terkait mengendarai mobil listrik Tucuxi. Kepolisian harus memperlakukan sama semua warga negara.

"Di mata hukum sama. Proses hukum harus jalan," kata Ketua Kelompok Fraksi Partai Demokrat di Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Edi Sitanggang, di Gedung Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa ( 8/1/2013 ).

Edi dimintai tanggapan mobil Tucuxi yang menggunakan plat nomor tidak resmi. Kepolisian tidak memberikan plat nomor "DI 19" tersebut, karena mobil Tucuxi belum memiliki sertifikat uji tipe.

Edi mengatakan, tentunya ada tahapan yang harus dilewati sebelum kendaraan diizinkan berjalan di jalan raya. Jika mobil Tucuxi belum mendapatkan sertifikat uji tipe, namun sudah dibawa di jalan raya, Edi menilai, sebagai pejabat negara Dahlan telah memberi contoh yang tidak baik.

Edi menambahkan, tindakan Dahlan itu tentu merugikan pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono. "Tapi itu kan tindakan pribadi. Itu tindakan semana-mena untuk pencitraan. Kena batunya dia," kata dia.

Ketika ditanya apakah akan ada tindakan dari Presiden atas sikap Dahlan itu, Edi mengatakan, tindak lanjut tentu menunggu proses hukum. "Kan ada asas praduga tak bersalah. Biarkan berproses," ucapnya.

Seperti diberitakan, mobil listrik "Ferrari" Tucuxi mengalami kecelakaan saat dikendarai Dahlan Iskan di Plaosan, Magetan, Jawa Timur, Sabtu ( 5/1/2013 ). Diketahui, sistem rem mobil diduga tidak berfungsi normal. Dahlan Iskan selamat dalam kecelakaan.

Namun, mobil berwarna merah seharga miliaran rupiah itu rusak berat karena menabrak tebing. Kepolisian tengah mengusut kecelakaan itu termasuk perihal plat nomor.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Baca tentang
    Video rekomendasi
    Video lainnya


    Terkini Lainnya

    Kelakuan SYL Minta Dibayarkan Lukisan Sujiwo Tejo Rp 200 Juta, Bawahan Kebingungan

    Kelakuan SYL Minta Dibayarkan Lukisan Sujiwo Tejo Rp 200 Juta, Bawahan Kebingungan

    Nasional
    Gibran Siap Berlabuh ke Partai Politik, Golkar Disebut Paling Berpeluang

    Gibran Siap Berlabuh ke Partai Politik, Golkar Disebut Paling Berpeluang

    Nasional
    PPDS Berbasis Rumah Sakit, Jurus Pemerintah Percepat Produksi Dokter Spesialis

    PPDS Berbasis Rumah Sakit, Jurus Pemerintah Percepat Produksi Dokter Spesialis

    Nasional
    Polisi dari 4 Negara Kerja Sama demi Tangkap Gembong Narkoba Fredy Pratama

    Polisi dari 4 Negara Kerja Sama demi Tangkap Gembong Narkoba Fredy Pratama

    Nasional
    Soal Peluang Duetkan Anies-Ahok, PDI-P: Masih Kami Cermati

    Soal Peluang Duetkan Anies-Ahok, PDI-P: Masih Kami Cermati

    Nasional
    KPK Kembali Panggil Bupati Sidoarjo Gus Muhdlor, Singgung Jemput Paksa

    KPK Kembali Panggil Bupati Sidoarjo Gus Muhdlor, Singgung Jemput Paksa

    Nasional
    Hamas Minta JK Turut Serta dalam Upaya Damai di Palestina

    Hamas Minta JK Turut Serta dalam Upaya Damai di Palestina

    Nasional
    KPU Pertanyakan Klaim PPP Kehilangan 5.000 Suara di Sulsel

    KPU Pertanyakan Klaim PPP Kehilangan 5.000 Suara di Sulsel

    Nasional
    KPU Bantah Dalil Sengketa Irman Gusman yang Ngotot Maju DPD

    KPU Bantah Dalil Sengketa Irman Gusman yang Ngotot Maju DPD

    Nasional
    Kontak Senjata hingga Penyanderaan Pesawat, Rintangan Pemilu 2024 di Papua Tengah Terungkap di MK

    Kontak Senjata hingga Penyanderaan Pesawat, Rintangan Pemilu 2024 di Papua Tengah Terungkap di MK

    Nasional
    Jaksa KPK Sebut Dana Rp 850 Juta dari SYL ke Nasdem untuk Keperluan Bacaleg

    Jaksa KPK Sebut Dana Rp 850 Juta dari SYL ke Nasdem untuk Keperluan Bacaleg

    Nasional
    Nostalgia Ikut Pilpres 2024, Mahfud: Kenangan Indah

    Nostalgia Ikut Pilpres 2024, Mahfud: Kenangan Indah

    Nasional
    Gibran Beri Sinyal Kabinet Bakal Banyak Diisi Kalangan Profesional

    Gibran Beri Sinyal Kabinet Bakal Banyak Diisi Kalangan Profesional

    Nasional
    Menag Bertolak ke Saudi, Cek Persiapan Akhir Layanan Jemaah Haji

    Menag Bertolak ke Saudi, Cek Persiapan Akhir Layanan Jemaah Haji

    Nasional
    Ide 'Presidential Club' Prabowo: Disambut Hangat Jokowi dan SBY, Dipertanyakan oleh PDI-P

    Ide "Presidential Club" Prabowo: Disambut Hangat Jokowi dan SBY, Dipertanyakan oleh PDI-P

    Nasional
    Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
    Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
    Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
    komentar di artikel lainnya
    Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
    Close Ads
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com