Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

PDI-P: Natal di Tengah Pandemi Kobarkan Kepedulian dan Solidaritas

Kompas.com - 25/12/2020, 14:08 WIB
Tsarina Maharani,
Krisiandi

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto mengatakan perayaan Hari Natal merupakan pengingat untuk mengorbankan kepedulian dan solidaritas terhadap sesama, khususnya di masa pandemi Covid-19 ini.

Menurutnya, Hari Natal menjadi cahaya terang yang memperkuat harapan bagi kemajuan bangsa.

"Peringatan Natal melalui kelahiran Juru Selamat Yesus Kristus sekaligus mengobarkan kepedulian dan solidaritas bagi sesama, khususnya bagi mereka yang miskin, terpinggirkan, dan diperlakukan tidak adil," kata Hasto dalam keterangan tertulis, Jumat (25/12/2020).

Baca juga: Politikus PDI-P: Sandiaga Harus Buktikan, Penunjukkannya Bukan Sekadar Politik Rangkul Lawan

Ia mengatakan semangat kepedulian dan solidaritas terhadap sesama sesuai dengan nilai-nilai tentang kemanusiaan dan keadilan sosial yang terkandung dalam Pancasila.

Hasto mengatakan, Pancasila mengajarkan masyarakat Indonesia untuk hidup berdampingan dengan saling merangkul dan saling menghormati.

"Karena itulah mengapa dengan Pancasila, kehidupan beragama Indonesia saling hormat-menghormati, dan menyatu dengan seluruh tradisi kebudayaan nusantara," ujarnya.

Baca juga: Libur Natal, 356.010 Kendaraan Tinggalkan Jakarta via Tol

Hasto berharap kepedulian dan solidaritas terhadap sesama membuat masyarakat Indonesia bisa melewati masa-masa krisis akibat pandemi Covid-19.

Ia mengatakan kebaikan bagi kemajuan bangsa harus terus dikedepankan,

"Semoga dengan semangat solidaritas dan kepedulian terhadap sesama kita bisa melewati pandemi Covid-19," tuturnya.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Gerindra Jelaskan Maksud Prabowo Sebut Jangan Ganggu jika Tak Mau Kerja Sama

Gerindra Jelaskan Maksud Prabowo Sebut Jangan Ganggu jika Tak Mau Kerja Sama

Nasional
[POPULER NASIONAL] Prabowo Minta yang Tak Mau Kerja Sama Jangan Ganggu | Yusril Sebut Ide Tambah Kementerian Bukan Bagi-bagi Kekuasaan

[POPULER NASIONAL] Prabowo Minta yang Tak Mau Kerja Sama Jangan Ganggu | Yusril Sebut Ide Tambah Kementerian Bukan Bagi-bagi Kekuasaan

Nasional
Tanggal 13 Mei 2024 Memperingati Hari Apa?

Tanggal 13 Mei 2024 Memperingati Hari Apa?

Nasional
Kesiapan Infrastruktur Haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina Sudah 75 Persen

Kesiapan Infrastruktur Haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina Sudah 75 Persen

Nasional
Cek Pelabuhan Ketapang, Kabaharkam Pastikan Kesiapan Pengamanan World Water Forum 2024

Cek Pelabuhan Ketapang, Kabaharkam Pastikan Kesiapan Pengamanan World Water Forum 2024

Nasional
Prabowo Sebut Soekarno Milik Bangsa Indonesia, Ini Respons PDI-P

Prabowo Sebut Soekarno Milik Bangsa Indonesia, Ini Respons PDI-P

Nasional
Ganjar Serahkan ke PDI-P soal Nama yang Bakal Maju Pilkada Jateng

Ganjar Serahkan ke PDI-P soal Nama yang Bakal Maju Pilkada Jateng

Nasional
Prabowo Minta Pemerintahannya Tak Diganggu, Ini Kata Ganjar

Prabowo Minta Pemerintahannya Tak Diganggu, Ini Kata Ganjar

Nasional
Bertemu Calon-calon Kepala Daerah, Zulhas Minta Mereka Tiru Semangat Jokowi dan Prabowo

Bertemu Calon-calon Kepala Daerah, Zulhas Minta Mereka Tiru Semangat Jokowi dan Prabowo

Nasional
7 Jenis Obat-obatan yang Disarankan Dibawa Jamaah Haji Asal Indonesia

7 Jenis Obat-obatan yang Disarankan Dibawa Jamaah Haji Asal Indonesia

Nasional
Visa Terbit, 213.079 Jemaah Haji Indonesia Siap Berangkat 12 Mei

Visa Terbit, 213.079 Jemaah Haji Indonesia Siap Berangkat 12 Mei

Nasional
Soal Usulan Yandri Susanto Jadi Menteri, Ketum PAN: Itu Hak Prerogatif Presiden

Soal Usulan Yandri Susanto Jadi Menteri, Ketum PAN: Itu Hak Prerogatif Presiden

Nasional
Di Australia, TNI AU Bahas Latihan Bersama Angkatan Udara Jepang

Di Australia, TNI AU Bahas Latihan Bersama Angkatan Udara Jepang

Nasional
BPK Buka Suara usai Auditornya Disebut Peras Kementan Rp 12 Miliar

BPK Buka Suara usai Auditornya Disebut Peras Kementan Rp 12 Miliar

Nasional
Chappy Hakim: Semua Garis Batas NKRI Punya Potensi Ancaman, Paling Kritis di Selat Malaka

Chappy Hakim: Semua Garis Batas NKRI Punya Potensi Ancaman, Paling Kritis di Selat Malaka

Nasional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com