Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
KILAS

Gandeng Dompet Dhuafa, YMGPI Galang Dana untuk Cegah Kanker Payudara

Kompas.com - 14/12/2019, 10:34 WIB
Anissa DW,
Sri Noviyanti

Tim Redaksi

KOMPAS.com – Dewasa ini, kanker payudara masih menjadi momok terbesar Indonesia. Pasalnya, penyakit ini menjadi kanker nomor satu paling mematikan di Indonesia.

Menurut data Global Cancer Observatory 2018 dari World Health Organization (WHO), kasus kanker yang paling banyak terjadi di Indonesia adalah kanker payudara, yakni 58.256 kasus atau 16,7 persen dari total 348.809 kasus kanker.

Sementara itu, merujuk data Kementerian Kesehatan per 31 Januari 2019, prevalensi penderita kanker payudara di Indonesia mencapai 42,1 orang per 100.000 penduduk, dengan rata-rata kematian 17 orang per 100.000 penduduk.

Fakta tersebut sangat menakutkan. Oleh karena itu, Yayasan Muda Giat Peduli Indonesia (YMGPI) bersama Dompet Dhuafa menginisiasi gerakan pencegahan dan deteksi dini kanker payudara.

Baca juga: YMGPI Hibahkan Alat Pendeteksi Dini Kanker untuk Dompet Dhuafa

Kanker payudara merupakan penyakit nomor satu yang mematikan di Indonesia. Maka kita membuat gerakan dengan Dompet Dhuafa,” ucap Ketua YMGPI Tania Nordina, Rabu (11/12/2019).

Leeat rilis yang diterima Kompas.com, Jumat (13/12/2019), salah satu kegiatan yang dilakukan adalah melakukan penggalangan dana untuk pengadaan 100 alat mammogram yang nantinya akan dipasang di seluruh rumah sakit miliki Dompet Dhuafa.

Untuk diketahui mammograf adalah alat untuk memeriksa dan mendeteksi berbagai bentuk kelainan di payudara, seperti kanker, tumor, atau kista.

Menurut Tania, pihaknya bekerja sama dengan Dompet Dhuafa karena lembaga kemanusiaan itu merupakan platform yang terpercaya untuk melakukan penggalangan dana bagi orang-orang kurang mampu.

Tania menjelaskan, pengadaan mammogram merupakan bentuk preventif sekaligus edukatif. Pasalnya, kesadaran orang-orang akan kanker payudara saat ini masih terbilang minim.

Selain itu, lanjut dia, jumlah rumah sakit yang menyediakan alat mammogram dengan jumlah memadai pun masih sedikit.

Baca juga: Is Pusakata Ceritakan Pengalaman Berbaginya Bersama Dompet Dhuafa

Penggalangan dana tersebut dilakukan di ajang konferensi berskala internasional yakni Meeting of Minds Forum 2019 (MeMinds) di Opus Grand Ballroom, The Tribrata, Jakarta, pada 11-12 Desember 2019.

Acara tersebut merupakan kerja sama Heritage Amanah International dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Sementara itu, kordinator lapangan Dompet Dhuafa di ajang MeMinds Forum 2019 Akbar Saddam mengatakan, kesehatan merupakan isu penting dan sentral. Menurutnya, jika kesehatan seseorang terganggu, orang tersebut akan sulit beraktivitas.

“Mungkin ada sebagian yang mampu mempertahankan performanya seperti sediakala. Namun, tidak sedikit pula yang kurang mampu mengeluarkan performanya dengan maksimal. Lantaran ada anggota tubuhnya yang sakit,” jelasnya.

Sebagai informasi, MeMinds Forum 2019 mengusung tema “Menghadapi Isu-isu Global Demi Masa Depan yang Makmur dan Berkelanjutan”.

Melalui tema tersebut, MeMinds Forum ingin menyatukan beragam pemikiran, kemampuan, dan keahlian lintas budaya dan bangsa untuk mengatasi berbagai ketimpangan serta kemelut yang selama ini membelenggu masyarakat di berbagai penjuru dunia.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.



Terkini Lainnya

Tinggalkan KPK, Dirut Nonaktif PT Taspen Irit Bicara Sembari Bawa Sate

Tinggalkan KPK, Dirut Nonaktif PT Taspen Irit Bicara Sembari Bawa Sate

Nasional
Tanggal 10 Mei 2024 Memperingati Hari Apa?

Tanggal 10 Mei 2024 Memperingati Hari Apa?

Nasional
Usul Prabowo Tambah Kementerian Diharap Bukan Politik Akomodatif

Usul Prabowo Tambah Kementerian Diharap Bukan Politik Akomodatif

Nasional
Pakar Ungkap 'Gerilya' Wacana Tambah Kementerian Cukup Gencar

Pakar Ungkap "Gerilya" Wacana Tambah Kementerian Cukup Gencar

Nasional
Daftar Kepala BIN dari Masa ke Masa, Zulkifli Lubis hingga Budi Gunawan

Daftar Kepala BIN dari Masa ke Masa, Zulkifli Lubis hingga Budi Gunawan

Nasional
Gelar Halalbihalal, MUI Gaungkan Pesan Kemanusiaan untuk Korban Genosida di Gaza

Gelar Halalbihalal, MUI Gaungkan Pesan Kemanusiaan untuk Korban Genosida di Gaza

Nasional
Perjalanan BIN 6 Kali Berganti Nama, dari Brani hingga Bakin

Perjalanan BIN 6 Kali Berganti Nama, dari Brani hingga Bakin

Nasional
'Prabowo Banyak Dikritik jika Tambah Kementerian, Baiknya Jaga Kebatinan Rakyat yang Sedang Sulit'

"Prabowo Banyak Dikritik jika Tambah Kementerian, Baiknya Jaga Kebatinan Rakyat yang Sedang Sulit"

Nasional
Pengamat Nilai Putusan MK Terkait Sengketa Pilpres Jadi Motivasi Kandidat Pilkada Berbuat Curang

Pengamat Nilai Putusan MK Terkait Sengketa Pilpres Jadi Motivasi Kandidat Pilkada Berbuat Curang

Nasional
PPP Papua Tengah Klaim Pegang Bukti Kehilangan 190.000 Suara pada Pileg 2024

PPP Papua Tengah Klaim Pegang Bukti Kehilangan 190.000 Suara pada Pileg 2024

Nasional
Koarmada II Kerahkan 9 Kapal Perang untuk Latihan Operasi Laut Gabungan 2024, Termasuk KRI Alugoro

Koarmada II Kerahkan 9 Kapal Perang untuk Latihan Operasi Laut Gabungan 2024, Termasuk KRI Alugoro

Nasional
Kandidat Versus Kotak Kosong pada Pilkada 2024 Diperkirakan Bertambah

Kandidat Versus Kotak Kosong pada Pilkada 2024 Diperkirakan Bertambah

Nasional
Rencana Prabowo Bentuk 41 Kementerian Dinilai Pemborosan Uang Negara

Rencana Prabowo Bentuk 41 Kementerian Dinilai Pemborosan Uang Negara

Nasional
Di MIKTA Speakers’ Consultation Ke-10, Puan Suarakan Urgensi Gencatan Senjata di Gaza

Di MIKTA Speakers’ Consultation Ke-10, Puan Suarakan Urgensi Gencatan Senjata di Gaza

Nasional
KPK Sebut Kasus Gus Muhdlor Lambat Karena OTT Tidak Sempurna

KPK Sebut Kasus Gus Muhdlor Lambat Karena OTT Tidak Sempurna

Nasional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com