Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Bersihkan Telinga, Sandiaga Bilang "Agar Suara Rakyat Lebih Jelas"

Kompas.com - 11/09/2018, 11:41 WIB
Rakhmat Nur Hakim,
Icha Rastika

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Bakal calon wakil presiden, Sandiaga Uno, mendatangi tempat pangkas rambut Ko Tang yang terletak di kawasan Glodok, Jakarta, Selasa (11/9/2018).

Sandiaga memangkas rambutnya pukul 09.00 WIB. Kedatangan Sandiaga menarik perhatian warga sekitar.

Beberapa dari mereka turut masuk ke gerai pangkas rambut untuk melihat Sandiaga dari dekat.

Usai memangkas rambut, Sandiaga melayani para wartawan yang sedari tadi menunggu.

Baca juga: Bertemu Sekjen Parpol Pengusung, Sandiaga Sampaikan Pesan Prabowo

Sandiaga mengatakan, kedatangannya ke pangkas rambut Ko Tang kali ini lantaran merasa cocok dengan pelayanannya.

"Saya ke sini sudah empat kali, dulu waktu nyalon di DKI, dan diajak ke sini secara kebetulan dan cocok," kata Sandiaga.

Sandi mengatakan, ada yang khas dari pangkas rambut Ko Tang dan itu tak dimiliki gerai pangkas rambut lain, yakni jasa pembersihan telinga.

Baca juga: Ditemui Sandiaga, Ini Wejangan Shinta Nuriyah

Ia pun berkelakar, membersihkan telinga baginya saat ini penting untuk semakin mendengar suara rakyat pada masa kampanye.

"Jadi kalau membersihkan kuping ini suara rakyat lebih jelas, jadi selama 7,5 bulan ke depan harus mampu dengar suara rakyat kecil yang selama ini tidak terdengar," kelakar Sandiaga.

"Dari pengalaman kemarin, saat datang di sini, bisa lebih dengar suara, keluhan, dan lebih bisa tanamkan harapan kepada rakyat," ujar Sandiaga.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Tinggalkan KPK, Dirut Nonaktif PT Taspen Irit Bicara Sembari Bawa Sate

Tinggalkan KPK, Dirut Nonaktif PT Taspen Irit Bicara Sembari Bawa Sate

Nasional
Tanggal 10 Mei 2024 Memperingati Hari Apa?

Tanggal 10 Mei 2024 Memperingati Hari Apa?

Nasional
Usul Prabowo Tambah Kementerian Diharap Bukan Politik Akomodatif

Usul Prabowo Tambah Kementerian Diharap Bukan Politik Akomodatif

Nasional
Pakar Ungkap 'Gerilya' Wacana Tambah Kementerian Cukup Gencar

Pakar Ungkap "Gerilya" Wacana Tambah Kementerian Cukup Gencar

Nasional
Daftar Kepala BIN dari Masa ke Masa, Zulkifli Lubis hingga Budi Gunawan

Daftar Kepala BIN dari Masa ke Masa, Zulkifli Lubis hingga Budi Gunawan

Nasional
Gelar Halalbihalal, MUI Gaungkan Pesan Kemanusiaan untuk Korban Genosida di Gaza

Gelar Halalbihalal, MUI Gaungkan Pesan Kemanusiaan untuk Korban Genosida di Gaza

Nasional
Perjalanan BIN 6 Kali Berganti Nama, dari Brani hingga Bakin

Perjalanan BIN 6 Kali Berganti Nama, dari Brani hingga Bakin

Nasional
'Prabowo Banyak Dikritik jika Tambah Kementerian, Baiknya Jaga Kebatinan Rakyat yang Sedang Sulit'

"Prabowo Banyak Dikritik jika Tambah Kementerian, Baiknya Jaga Kebatinan Rakyat yang Sedang Sulit"

Nasional
Pengamat Nilai Putusan MK Terkait Sengketa Pilpres Jadi Motivasi Kandidat Pilkada Berbuat Curang

Pengamat Nilai Putusan MK Terkait Sengketa Pilpres Jadi Motivasi Kandidat Pilkada Berbuat Curang

Nasional
PPP Papua Tengah Klaim Pegang Bukti Kehilangan 190.000 Suara pada Pileg 2024

PPP Papua Tengah Klaim Pegang Bukti Kehilangan 190.000 Suara pada Pileg 2024

Nasional
Koarmada II Kerahkan 9 Kapal Perang untuk Latihan Operasi Laut Gabungan 2024, Termasuk KRI Alugoro

Koarmada II Kerahkan 9 Kapal Perang untuk Latihan Operasi Laut Gabungan 2024, Termasuk KRI Alugoro

Nasional
Kandidat Versus Kotak Kosong pada Pilkada 2024 Diperkirakan Bertambah

Kandidat Versus Kotak Kosong pada Pilkada 2024 Diperkirakan Bertambah

Nasional
Rencana Prabowo Bentuk 41 Kementerian Dinilai Pemborosan Uang Negara

Rencana Prabowo Bentuk 41 Kementerian Dinilai Pemborosan Uang Negara

Nasional
Di MIKTA Speakers’ Consultation Ke-10, Puan Suarakan Urgensi Gencatan Senjata di Gaza

Di MIKTA Speakers’ Consultation Ke-10, Puan Suarakan Urgensi Gencatan Senjata di Gaza

Nasional
KPK Sebut Kasus Gus Muhdlor Lambat Karena OTT Tidak Sempurna

KPK Sebut Kasus Gus Muhdlor Lambat Karena OTT Tidak Sempurna

Nasional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com