Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

PPP Sebut Kadernya yang Pindah Partai Sejak Dulu Kutu Loncat

Kompas.com - 20/04/2018, 19:46 WIB
Rakhmat Nur Hakim,
Sabrina Asril

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Sekjen Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Arsul Sani menyatakan politisi partainya yang pindah ke Partai Bulan Bintang (PBB) seperti Ahmad Yani memang sudah jadi kutu loncat sejak dulu.

Arsul menyatakan Yani dari awal memang kerap berpindah partai sehingga wajar bila saat ini hengkang dari PPP ke PBB.

"Yang pindah ke tempat lain itu biasanya yang seneng pindah partai. Pak Yani itu pernah dari PUI (Partai Ummat Islam), lalu ke PAN, lalu ke PPP. Sekarang ke PBB," kata Arsul di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (20/4/2018).

Ia menjamin kepindahan beberapa politisi PPP tersebut tak menimbulkan gangguan kepada partai dalam menggadapi Pilpres dan Pileg 2019.

Baca juga : Yusril Sebut Politisi PPP Pindah ke PBB karena Keputusan Dukung Jokowi

Namun demikian, ia menghormati Yani dan politisi PPP lainnya yang pindah ke PBB. Menurut dia, hal itu wajar terjadi di setiap partai.

Ia pun menyinggung mantan politisi Golkar Priyo Budi Santoso yang kini menjadi Sekjen Partai Berkarya.

Arsul menambahkan saat ini PPP sudah melakukan regenerasi kepengurusan. Bahkan, lanjut dia, nantinya para calon anggota legislatif PPP akan banyak berasal dari kalangan profesional.

"Ada yang datang, ada yang pergi bahkan ada yang meninggal, tapi kan juga banyak yang datang. Nanti lihat deh caleg PPP banyak kalangan profesional yang itu tidak pernah ada dalam sejarah PPP lah. Kalangan profesional ada, mantan jenderal ada," papar Arsul.

Kompas TV Sekjen PPP Arsul Sani mengimbau kepada Amien Rais untuk lebih berhati-hati.
Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.



Terkini Lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com