Catatan dari Manila: Sikap Keras Duterte dari Istana yang Sederhana Halaman 1 - Kompas.com

Catatan dari Manila: Sikap Keras Duterte dari Istana yang Sederhana

Kompas.com - 20/01/2018, 15:09 WIB
Pertemuan dengan Presiden Filipina Rodrigo Duterte di sela-sela acara ?Small Gathering of Retired Senior Military Generals of ASEAN? yang berlangsung sejak tanggal 15 hingga 18 Januari 2018.  Gathering ini adalah merupakan hasil dari kesepakatan yang telah dicapai antara Pinnacle Club of ASEAN bersama US-China Sanya Initiative, tahun lalu di Bangkok, yang kemudian disetujui oleh Angkatan Perang Philippina untuk berperan sebagai tuan rumah dengan dukungan penuh oleh Sekretariat The Pinnacle Club.Dok Chappy Hakim Pertemuan dengan Presiden Filipina Rodrigo Duterte di sela-sela acara ?Small Gathering of Retired Senior Military Generals of ASEAN? yang berlangsung sejak tanggal 15 hingga 18 Januari 2018. Gathering ini adalah merupakan hasil dari kesepakatan yang telah dicapai antara Pinnacle Club of ASEAN bersama US-China Sanya Initiative, tahun lalu di Bangkok, yang kemudian disetujui oleh Angkatan Perang Philippina untuk berperan sebagai tuan rumah dengan dukungan penuh oleh Sekretariat The Pinnacle Club.

SENIN petang tanggal 15 Januari 2018, saya tiba di Manila, ibukota Filipina. Kehadiran saya adalah atas undangan dari Armed Forces of the Philippines dalam acara “Small Gathering of Retired Senior Military Generals of ASEAN” yang berlangsung sejak tanggal 15 hingga 18 Januari 2018.

Pertemuan ini adalah merupakan hasil dari kesepakatan yang telah dicapai antara Pinnacle Club of ASEAN bersama US-China Sanya Initiative, tahun lalu di Bangkok, yang kemudian disetujui oleh Angkatan Perang Filipina untuk berperan sebagai tuan rumah dengan dukungan penuh oleh Sekretariat The Pinnacle Club.

Pertemuan yang disebut sebagai “small gathering” dari para Senior Purnawirawan Jenderal se ASEAN ini diisi dengan berbagai kegiatan yang pada intinya adalah meningkatkan persahabatan para mantan petinggi Militer ASEAN dengan US-Sanya Initiative.

Dimulai dengan Welcome Dinner oleh tuan rumah The Chief of Staff Armed Forces of the Philippines General Rey Leonardo B Guerrero AFP, di Ballroom Fairmont Hotel, Makati City.

Hari kedua, Selasa tanggal 16 Januari 2018 dilaksanakan “Roundtable discussion” dengan topik terorisme dan kerjasama militer Asia Tenggara. Diskusi didahului presentasi oleh Defense Secretary Republic of the Philippines Delfin Lorenzana dan Chief of Staff Armed Forces of the Philippines General Rey Guerrero.

Dilanjutkan oleh dua orang perwakilan anggota Pinnacle Club, masing-masing dari Thailand dan Indonesia. Dari Thailand disampaikan oleh Former Permanent Secretary of Defense of Thailand General Winai Phattiyakul, sementara dari Indonesia adalah saya sendiri Marsekal Chappy Hakim, Former Chief dari Indonesian Air Force.

Hari ketiga didahului oleh eksekutif program di pagi hari dan siang menjelang petang seluruh delegasi diterima oleh Presiden Republik Philippina Rodrigo Duterte.

Pada hari kedua gathering, yaitu tanggal 16 Januari 2018 pukul 09.00 waktu Manila, bersamaan dengan pukul 08.00 WIB, saya sempat berjumpa dengan Fidel V Ramos, Presiden Filipina ke-12 yang memerintah sejak tahun 1992 hingga 1998.

Bertemu dengan Fidel V Ramos, Presiden Filipina 1992-1998 di sela-sela acara ?Small Gathering of Retired Senior Military Generals of ASEAN? yang berlangsung sejak tanggal 15 hingga 18 Januari 2018.  Gathering ini adalah merupakan hasil dari kesepakatan yang telah dicapai antara Pinnacle Club of ASEAN bersama US-China Sanya Initiative, tahun lalu di Bangkok, yang kemudian disetujui oleh Angkatan Perang Philippina untuk berperan sebagai tuan rumah dengan dukungan penuh oleh Sekretariat The Pinnacle Club.Dok Chappy Hakim Bertemu dengan Fidel V Ramos, Presiden Filipina 1992-1998 di sela-sela acara ?Small Gathering of Retired Senior Military Generals of ASEAN? yang berlangsung sejak tanggal 15 hingga 18 Januari 2018. Gathering ini adalah merupakan hasil dari kesepakatan yang telah dicapai antara Pinnacle Club of ASEAN bersama US-China Sanya Initiative, tahun lalu di Bangkok, yang kemudian disetujui oleh Angkatan Perang Philippina untuk berperan sebagai tuan rumah dengan dukungan penuh oleh Sekretariat The Pinnacle Club.
Sang Presiden yang populer dipanggil Eddie atau FVR ternyata adalah seorang jenderal lulusan West Point, United States Military Academy tahun 1950. Pagi itu ia mengenakan rompi warna biru muda dengan sulaman huruf berwarna hitam pekat , tertulis “Eddie” dan tepat di bawahnya tiga huruf bertengger “FVR”.

Dia memperkenalkan dirinya sebagai “the young veteran” of the Philippnes dengan usia yang akan mencapai 90 tahun pada tanggal 18 Maret yang akan datang.

Ramos sendiri sampai dengan hari ini masih menjadi Chairman dari RPDEV, Ramos Peace and Development Foundation, Inc dengan tagline-nya yang selalu didengang-dengungkan “Caring - Sharing - Daring”.

Fidel Ramos masih aktif sebagai Chairman, Co-Chairman, Senior Advisor, Global Advisor, Eminent Person, Honorary Director pada berbagai institusi dan lembaga masyarakat yang tersebar tidak hanya di Filipina akan tetapi juga di seluruh dunia.

Berbincang dengan Fidel Ramos ternyata bukan hanya banyak nasihat yang disampaikan, akan tetapi juga banyak humor yang diceritakannya. Mungkin itulah sebabnya, hingga Sang Presiden masih tetap terlihat “gagah” dan jauh lebih muda dari usia fisiknya.

Presiden Filipina yang ke-12 ini, ternyata juga aktif di United Nation 2030: Global Goals for Sustainable Development, yang sasarannya adalah: “Reduce Inequality within and among Countries”.

Orang Filipina pada umumnya sangat menghormati beliau sebagai salah satu Pahlawan Republik Filipina. Dalam perjuangannya untuk perdamaian dunia, dia masih ditugaskan oleh Pemerintah Filipina sebagai “Special Envoy to the People’s Republic of China".


Page:
EditorAmir Sodikin
Komentar

Close Ads X