Dampak Erupsi Gunung Agung, Kunjungan Turis ke Bali Turun 4,54 Persen - Kompas.com

Dampak Erupsi Gunung Agung, Kunjungan Turis ke Bali Turun 4,54 Persen

Kompas.com - 04/12/2017, 19:43 WIB
Wisatawan asing dari Bali turun dari kapal di Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, Jawa Timur, Rabu (29/11/2017). Meletusnya Gunung Agung di Bali berdampak pada jumlah wisatawan dari Bali menuju Jawa melalui pelabuhan Ketapang meningkat 113 persen dari biasanya 1.112 penumpang, dan data PT ASDP Ketapang, peningkatan terbesar terjadi pada angkutan bus dan travel mencapai 807 persen atau 417 armada.ANTARA FOTO/BUDI CANDRA SETYA Wisatawan asing dari Bali turun dari kapal di Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, Jawa Timur, Rabu (29/11/2017). Meletusnya Gunung Agung di Bali berdampak pada jumlah wisatawan dari Bali menuju Jawa melalui pelabuhan Ketapang meningkat 113 persen dari biasanya 1.112 penumpang, dan data PT ASDP Ketapang, peningkatan terbesar terjadi pada angkutan bus dan travel mencapai 807 persen atau 417 armada.

JAKARTA, KOMPAS.com - Erupsi Gunung Agung di Bali yang terjadi sejak Oktober lalu berdampak pada jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman).

Badan Pusat Statistik ( BPS) mencatat, kunjungan wisman pada Oktober 2017 sebesar 1,16 juta kunjungan. Angka ini turun 4,54 persen dibanding September 2017.

Kepala BPS Suhariyanto mengatakan, penurunan kunjungan wisman tersebut terjadi karena penurunan kunjungan wisman yang melalui Bandara Ngurah Rai, Bali sebesar 15,99 persen dibanding bulan sebelumnya.

Suhariyanto mengatakan, kunjungan wisman yang melalui bandara tersebut menyumbang 40 persen terhadap total wisman.

"Pada periode ini turun 15,99 persen month to month karena meletusnya Gunung Agung," kata Suhariyanto, Senin (4/12/2017).

(Baca juga: Gunung Agung Erupsi, Wapres Perkirakan Puluhan Ribu Turis Asing Gagal Masuk ke Bali)

Erupsi Gunung Agung terlihat dari salah satu Pura di Kubu, Karangasem, Bali, 26 November 2017. Gunung Agung terus menyemburkan asap dan abu vulkanik dengan ketinggian yang terus meningkat, mencapai ketinggian 3.000 meter dari puncak. Letusan juga disertai dentuman yang terdengar sampai radius 12 kilometer.AFP PHOTO / SONNY TUMBELAKA Erupsi Gunung Agung terlihat dari salah satu Pura di Kubu, Karangasem, Bali, 26 November 2017. Gunung Agung terus menyemburkan asap dan abu vulkanik dengan ketinggian yang terus meningkat, mencapai ketinggian 3.000 meter dari puncak. Letusan juga disertai dentuman yang terdengar sampai radius 12 kilometer.
Tak hanya itu, penurunan secara bulanan juga terjadi pada wisman yang melewati Bandara Soekarno Hatta sebesar 1,7 persen dan yang melewati Bandara Internasional Batam sebesar 4,89 persen.

Meski begitu, kunjungan wisman Oktober 2017 dibanding Oktober 2016 masih mencatatkan kenaikan 11,3 persen year on year (YoY).

Suhariyanto juga mengatakan, pada Oktober 2017 kunjungan wisman paling banyak melalui 19 pintu utama sebesar 964.887 kunjungan. Sisanya, sebesar 193.712 kunjungan, merupakan kunjungan di luar 18 pintu utama.

(Baca juga: BPS Prediksi Kondisi Gunung Agung Tak Signifikan Turunkan Jumlah Turis)

Calon penumpang menunggu jadwal penerbangan di Bandara Ngurah Rai Bali, Sabtu (25/11/2017) malam. Sebanyak 17 jadwal penerbangan internasional dari dan menuju Bali dibatalkan karena dampak erupsi Gunung Agung. ANTARA FOTO / WIRA SURYANTALA Calon penumpang menunggu jadwal penerbangan di Bandara Ngurah Rai Bali, Sabtu (25/11/2017) malam. Sebanyak 17 jadwal penerbangan internasional dari dan menuju Bali dibatalkan karena dampak erupsi Gunung Agung.
Dengan demikian, kunjungan wisman secara kumulatif Januari-Oktober 2017 tercatat 11,62 juta kunjungan atau naik 23,55 persen YoY. Jumlah itu merupakan jumlah tertinggi dibanding kunjungan wisman selama satu tahun pada tahun-tahun sebelumnya.

"(Jumlah kunjungan wisman) pada 2014 hanya 9,4 juta, 2015 meningkat jadi 10,2 juta, 2016 11,5 juta, dan sampai Oktober 2027 11,6 juta. Kita berupaya meningkatkan jumlah wisman, karena wisata di Indonesia banyak sekali," ucap dia.

Suhariyanto berharap penurunan kunjungan wisman tidak berlanjut pada November dan Desember. Namun, apakah wisman sepanjang tahun ini bisa mencapai target 15 juta kunjungan, Suhariyanto menyatakan bahwa perkembangan pada Desember masih perlu dilihat lagi.

"Kalau dampak Gunung Agung tidak akan panjang, (kunjungan wisman melalui) Ngurah Rai seharusnya akan kembali lagi," kata dia.

Suhariyanto juga menyebut, multiplier effect atau dampak meluas dari kunjungan wisman terhadap ekonomi masyarakat Bali juga lebih penting dibandingkan dengan angka target kunjungan.

(Adinda Ade Mustami/Kontan.co.id)
--
Artikel ini telah tayang di Kontan.co.id dengan judul: "Erupsi Gunung Agung bikin turis turun 4,54%"

Kompas TV Jadwal penerbangan Garuda Indonesia di terminal tiga Bandara Soekarno Hatta mengalami keterlambatan dan pembatalan sejak Jumat (1/12) lalu.

Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
EditorBayu Galih
Sumber
Komentar

Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM