JK: Tidak Ada yang Perlu Dikhawatirkan dari Ekonomi Digital - Kompas.com

JK: Tidak Ada yang Perlu Dikhawatirkan dari Ekonomi Digital

Yoga Sukmana
Kompas.com - 14/11/2017, 18:05 WIB
Wakil Presiden Jusuf Kalla usai acara Muktamar ke-7 Dewan Masjid Indonesia, di Asrama Haji, Pondok Gede, Jakarta Timur, Sabtu (11/11/2017). Kompas.com/Robertus Belarminus Wakil Presiden Jusuf Kalla usai acara Muktamar ke-7 Dewan Masjid Indonesia, di Asrama Haji, Pondok Gede, Jakarta Timur, Sabtu (11/11/2017).

JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Presiden Jusuf Kalla menilai, perkembangan ekonomi digital adalah hal yang lumrah.

Tak ada yang perlu dikhawatirkan dengan perkembangan saat ini.

"Tidak perlu (ada kekhawatiran)," ujar Kalla, di Kantor Wakil Presiden, Jakarta, Selasa

Menurut Wapres, perkembangan ekonomi digital tidak mungkin dihentikan karena perkembangan teknologi yang sangat pesat.  

Kalla tidak memungkiri perkembangan ekonomi digital berpotensi menimbulkan maraknya pemutusan hubungan kerja (PHK). Hal paling nyata yaitu terjadi di sektor ritel akibat tutupnya gerai ritel.

Namun, kata dia, perkembangan ekonomi digital juga membuka peluang tersedianya lapangan kerja baru.

"Coba lihat, katakanlah, Go-Jek. Memang menggeser kegiatan ojek yang dipangkalan, tapi tumbuh Go-Jek (driver) lebih banyak lagi. Memang anda boleh pesan barang lewat online, memang toko (konvensional) bisa kena. Tapi, usaha logistik jadi maju," kata Wapres.

"Jadi digital itu memang menggeser pekerjaan lain, tapi membuka usaha baru. Di mana-mana begitu," lanjut dia. 

Kompas TV Asosiasi Serikat Pekerja Indonesia memprediksi pemberlakuan layanan non tunai di gerbang tol akan memangkas lebih dari 10.000 karyawan.


PenulisYoga Sukmana
EditorInggried Dwi Wedhaswary
Komentar

Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM