Selamat Ulang Tahun, Gus Dur! - Kompas.com

Selamat Ulang Tahun, Gus Dur!

Sabrina Asril
Kompas.com - 07/09/2017, 06:00 WIB
[ARSIP FOTO] KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) menggelar jumpa pers di Kantor PB Nahdlatul Ulama, Jakarta, Rabu (19/11/2009).KOMPAS / TOTOK WIJAYANTO [ARSIP FOTO] KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) menggelar jumpa pers di Kantor PB Nahdlatul Ulama, Jakarta, Rabu (19/11/2009).

JAKARTA, KOMPAS.com - Pada 7 September 1940 atau 77 tahun silam, pasangan Wahid Hasyim dan Solichah dikaruniai seorang anak pertamanya di Jombang, Jawa Timur.

Anak lelaki kebanggaan itu kelak menjadi orang besar di Indonesia dan bahkan memimpin negeri ini. Dia lah cucu pendiri Nahdlatul Ulama (NU) Hasyim Asy'ari yang dinamai Abdurrahman Wahid atau yang kemudian hari dikenal dengan Gus Dur.

Dalam biografi "Gus Dur" yang ditulis Greg Burton, nama lengkap Gus Dur sesungguhnya Abdurrahman Ad Dhakhil. Ad Dhakhil adalah tokoh pahlawan dari dinasti Umayyah yang secara harfiah berarti "sang penakluk". Namun, nama tengah ini biasanya hanya angota keluarga yang tahu.

Kembali ke soal waktu kelahiran Gus Dur. Ada kisah unik yang mewarnai tanggal lahir pria penyuka humor itu. Meski Gus Dur lahir pada 7 September, sejumlah orang sering merayakan hari ulang tahun Gus Dur pada 4 Agustus.

Tak heran maka jika diingat, setiap 4 Agustus, peringatan Hari Lahir (harlah) Gus Dur kerap dilakukan Gus Durian untuk mengenang sang "Bapak Bangsa" itu.

(Baca: Cerita Megawati Saat Berantem dengan Gus Dur...)

Gus Dur pun membeberkan soal perbedaan tanggal lahirnya itu dalam sebuah wawancara yang diangkat harian Kompas pada 8 Agustus 1990.

Aneh tapi nyata, ibunda Gus Dur ternyata tidak tahu persis kapan anaknya lahir.

"ltu sebabnya saya tidak heran kalau orang-orang pada bingung kapan tepatnya saya lahir. Karenanya, terserah penafsiran oranglah," ujar Gus Dur tersenyum sambil menyebut tanggal lahirnya adalah 4 Agustus 1940.

Bulan delapan nyatanya belum tentu pula jatuh pada bulan Agustus. Pasalnya, yang diingat Gus Dur dia lahir di bulan Sya'ban menurut penanggalan Islam.

Tahun kelahirannya pun diragukan. Hal ini karena Gus Dur sempat menuakan diri satu tahun untuk masuk sekolah.

(Baca: Gus Dur, Bill Clinton, dan Joko Tingkir)

Tak pastinya tanggal lahir Gus Dur ini karena buku doa yang berisi tanggal lahirnya hilang saat perang.

"Ayah saya (Wahid Hasyim) ikut perang sehingga buku itu terceceh entah ke mana," ujarnya terkekeh.

Gus Dur tak ambil pusing soal waktu pasti dia lahir karena tak memiliki tradisi merayakan hari ulang tahun. Tradisi merayakan ulang tahun, kata Gus Dur, baru ada setelah putrinya yang paling kecil yakni Inayah Wulandari. Sebelum-sebelumnya, Gus mengaku lebih sering lupa hari ulang tahunnya.

"Anak itu selalu ingat saya ulang tahun. Dan hanya untuk dia saja, tradisi merayakan ultah ada," katanya.

****

Ini baru soal tanggal lahir. Ada segudang cerita unik yang mengiringi langkah Gus Dur dari mulai menjadi Ketua Umum PBNU, tokoh pluralis yang dicintai berbagai etnis dan suku di Indonesia, seorang yang humoris, hingga orang nomor satu negeri ini.

Gonjang-ganjing dan kemelut dunia politik diselami Gus Dur denga penuh canda. "Gitu aja kok report", kata Gus Dur tiap kali menghadapi masalah.

Hari ini, Kompas.com kembali mengangkat kisah-kisah menarik dan inspiratif Gus Dur dalam beberapa seri tulisan. Selamat membaca!

Kompas TV Seperti apa tradisi Lebaran ala keluarga Yenny Wahid?

PenulisSabrina Asril
EditorSabrina Asril

Komentar

Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM