PSI Dukung Pidato Jokowi untuk Perkuat Solidaritas Bangsa - Kompas.com

PSI Dukung Pidato Jokowi untuk Perkuat Solidaritas Bangsa

Ihsanuddin
Kompas.com - 17/05/2017, 19:43 WIB
KOMPAS.com/FABIAN JANUARIUS KUWADO Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Grace Natalie.

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Grace Natalie mendukung setiap langkah Presiden Joko Widodo untuk menguatkan solidaritas rakyat Indonesia, keutuhan bangsa, dan menindak tegas segala bentuk tindakan yang mengganggu persatuan dan menyulut perpecahan.

"Solidaritas adalah kekuatan utama PSI. Pidato Presiden Jokowi sangat menyatu dengan kekuatan utama PSI, yang intinya adalah jangan menganggu NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika” kata Grace Natalie dalam keterangan tertulis, Rabu (17/5/2017).

Grace menambahkan, gesekan yang terjadi akhir-akhir ini hendaknya segera diakhiri. Jangan sampai gesekan terus terjadi hingga menyebabkan perpecahan.

"Mari sama-sama menjaga persatuan, menebar kebajikan, dan menguatkan kembali solidaritas kita sebagai putra dan putri bangsa untuk kemajuan Indonesia, bukan perpecahan bangsa," ucap Grace.

Presiden Jokowi menyampaikan pidato mengenai gejolak perpecahan di tengah masyarakat, setelah menerima sejumlah tokoh lintas agama di Istana Merdeka, Selasa (16/5/2017) kemarin.

Dalam pidatonya, Jokowi menegaskan bahwa kebebasan berpendapat, berserikat dan berkumpul dijamin oleh konstitusi.

Namun, kebebasan tersebut harus sejalan dengan koridor hukum. Harus sesuai dengan Pancasila dan UUD 1945, dalam bingkai NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika.

"Jikalaupun dalam beberapa waktu terakhir ini ada gesekan antarkelompok di masyarakat, mulai saat ini saya minta hal-hal tersebut, gesekan-gesekan tersebut, untuk segera dihentikan," ucap Jokowi.

(Baca juga: Ini Pidato Lengkap Jokowi soal Gejolak Perpecahan di Tengah Masyarakat)

Jokowi mengingatkan bahwa kita semua bersaudara.

Kepala Negara juga mengaku sudah memerintahkan kepada Kapolri dan Panglima TNI untuk tidak ragu-ragu menindak tegas segala bentuk tindakan dan ucapan yang mengganggu persatuan dan persaudaraan.

(Baca: Jokowi Perintahkan Panglima-Kapolri Tindak Tegas Pengganggu Persatuan)

Kompas TV Presiden Joko Widodo pada Selasa (16/5) sore bertemu sejumlah tokoh lintas agama di Istana Merdeka, Jakarta.

PenulisIhsanuddin
EditorBayu Galih
Komentar

Close Ads X