Payung Biru Itu dan Tagar #Jokowi212 yang Merajai Mayantara - Kompas.com

Payung Biru Itu dan Tagar #Jokowi212 yang Merajai Mayantara

Amir Sodikin
Kompas.com - 02/12/2016, 22:54 WIB
HANDOUT Presiden Jokowi dan Wakil Presiden Jusuf Kalla menuju Lapangan Monas untuk melaksanakan Shalat Jumat bersama massa doa bersama.

USAI doa bersama di Monas berjalan dengan damai, di linimasa media sosial pada Jumat (2/12/2016) malam diramaikan dengan tagar #Jokowi212. Tagar ini berjam-jam merajai jagat mayantara dan menduduki urutan kedua topik paling tren di Indonesia.

Warga pengguna internet atau netizen rata-rata memberikan apresiasi kepada Presiden RI Joko Widodo yang telah bernyali untuk datang di kerumunan peserta doa bersama. 

Foto Jokowi yang diiringi Wakil Presiden Jusuf Kalla dan para menteri di tengah hujan, menjadi magnet dari tagar #Jokowi212. Jokowi tampak membawa payung. Di beberapa foto, butiran hujan tampak begitu jelas. Dramatis….

“Terimakasih Pak @jokowi sdh mau mendengarkan, hadir dan memeluk hati rakyat Indonesia. You are man of the match #SuperDamai212 #Jokowi212,” kata pengguna Twitter dengan akun @ana_khoz.

Dede Benung dengan akun ‏@dedebenung juga berkomentar positif. “Kagum dan hormat kepada Bapak @jokowi Presiden RI sejati. Tetap hadir dan dekat dengan rakyatnya,” katanya sampil mengunggah meme “212” gaya Jokowi membawa payung.


Dengan menggunakan analisis tagar via Keyhole.co dengan sampel dibatasi sebanyak 706 kiriman tweet, jangkauan tagar #Jokowi212 mencapai 7,1 juta lebih netizen, dengan jumlah impresi mencapai 20,4 juta netizen. Jumlah ini hanya cuplikan dari 706 tweet dari total puluhan ribu hingga ratusan ribu tweet yang hinga malam ini masih bergulir.

Masih dengan menggunakan pustaka Keyhole.co, bisa diketahui bahwa tagar #Jokowi212 berasosiasi dengan tagar #SuperDamai212 yang secara bergantian juga sempat memuncaki topik paling tren di Indonesia. 

Dalam tagar #Jokowi212, slogan "Pemimpin gue bernyali. Bukan bernyanyi" dan berbagai variasi lainnya, tampak menguat di berbagai komentar netizen.

Ada pula yang hanya berkelakar, mengaitkan doa bersama 212 dengan karakter Wiro Sableng 212.


Indonesia yang liat

Berbagai cara dilakukan netizen untuk merespons segala situasi. Dalam setiap krisis pun, selalu ada cara-cara rileks dari para netizen untuk bisa melepaskan diri dari drama yang stagnan dan kadang mencekam. 

Maka, percakapan ringan seperti mengomentari jaket Jokowi atau payung Jokowi, seolah menjadi ice breaking yang manjur, yang dengan mudah diamini netizen lain. Tak terkecuali dengan tagar #Jokowi212 ini yang menjadi ekspresi betapa liatnya warga Indonesia dalam upaya meloloskan diri dari ketegangan sosial. 

Dari semua komentar netizen yang memberi apresiasi Jokowi, sudah sepantasnya penghargaan tertinggi diberikan kepada umat Islam yang telah mampu mewujudkan doa bersama secara damai. Lautan massa yang mengalir sepanjang hari tetap konsisten untuk menjaga agar jalannya aksi damai tak ternodai.

Para ulama dan pemimpin Muslim telah membuktikan kepada dunia bahwa Islam di Indonesia memang Islam yang cinta damai. Konflik sebesar apapun mampu diredam dengan cara khas Indonesia.

Seperti hujan yang bisa ditangkal dengan payung, konflik seruncing apapun harusnya tetap bisa diselesaikan dengan tetap mengedepankan persatuan dan keutuhan bangsa. "Payung" Bhinneka Tunggal Ika kali ini terbukti efektif. 

Kompas.com mendokumentasikan jalannya doa bersama tersebut dan meyakini inilah aksi terindah yan ditunjukkan ummat Muslim. Sampah-sampah yang biasanya bertebaran ketika ada demo besar, tak terlihat di aksi kali ini.

Pada akhirnya, bukan teriakan penuh kebencian yang mampu menggetarkan dunia. Namun, kesantunan dan komitmen menjaga damai itulah yang pada akhirnya mampu mengubah wajah marah dari sebuah aksi dengan massa raksasa menjadi wajah penuh senyum dan damai.

Jokowi dan para menteri berani berbaur karena memang inilah aksi superdamai, seperti yang dijanjikan sebelumnya. Karena itu, kondisi yang adem ini jangan sampai menjadi sia-sia.

Di luar persoalan itu, ‏@MartoArt di Twitter mengingatkan Jokowi bahwa masih ada kelompok lain yang perlu didatangi juga dengan ikut serta membawa payung. Kali ini, Jokowi ditawari untuk bergabung dalam Aksi Kamisan.

Kali ini bukan payung biru yang dibutuhkan, melainkan payung warna hitam. Jika Jokowi berkenan hadir membawa payung hitam, memang pantas jika kita menjuluki presiden kita bernyali. 

Lalu bagaimana jika Jokowi tak berkenan hadir di acara Aksi Kamisan itu? Ada-ada saja saran netizen. Ada yang menyarankan jual saja payungnya, ganti dengan warna lainnya, misal warna merah muda atau pink.

Karena memang, payung warna biru sebenarnya juga bukan payung khas keberanian Jokowi. Payung warna biru sebenarnya juga pernah dipakai banyak orang sebelumnya.

Jadi, warna biru bukanlah payung ekslusif. Toh di berbagai media sosial kini juga sudah banyak yang menjual payung biru itu. Kini, tantangan "payung hitam" menanti untuk Jokowi. 

 

EditorBayu Galih
Komentar

Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM