Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Sutiyoso Diminta Tak Tunjuk Anggota BIN Hanya karena Kedekatan Personal

Kompas.com - 05/02/2016, 14:28 WIB
Ihsanuddin

Penulis

JAKARTA, KOMPAS.com - Anggota Komisi I DPR RI Prananda Paloh meminta Kepala Badan Inteligen Negara (BIN) Sutiyoso lebih selektif untuk memilih orang yang ditugaskan menjadi anggota BIN.

Hal ini untuk menghindari kejadian seperti yang dilakukan oleh Banyu Biru Djarot.

"Evaluasi dulu, jangan karena kedekatan personal terus direkrut jadi agen BIN. Pak Sutiyoso harus lebih selektif, protap penyeleksian harus diperketat," kata Prananda di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (5/2/2016).

Banyu Biru sebelumnya mengunggah ke media sosial surat keputusan (SK) pengangkatannya sebagai anggota Dewan Informasi Strategis Kebijakan BIN.

Setelah mendapatkan kritik dari berbagai pihak, Banyu akhirnya mundur dari jabatan yang baru diembannya selama beberapa hari itu. (baca: Banyu Biru Mundur karena Merasa Tidak Cocok Jadi Anggota BIN)

Meski Banyu sudah mundur, lanjut Prananda, tetapi kejadian tersebut harus menjadi pelajaran bagi BIN.

"Sah-sah saja semua orang, siapapun boleh diangkat. Tapi BIN mesti selektif lagi. Bagaimanapun juga tugas BIN itu intelijen, maka dia semestinya menjaga rahasia negara," kata Prananda.

Prananda mengaku cukup mengenal sosok Banyu Biru secara personal. Dia menilai, Banyu Biru terlalu senang dan bangga mendapatkan SK pengangkatan sebagai anggota DISK BIN sehingga langsung mengunggah ke media sosial tanpa memikirkan dampaknya. (baca: Pesan "For Your Eyes Only", SK Bocor, dan Kerahasiaan BIN...)

"Mungkin dia terlalu senang dan bangga sehingga lupa kalau SK BIN itu sifatnya rahasia. Dia memang temannya banyak, apalagi di medsos," ujarnya.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Cak Imin Sebut Pemerintahan Jokowi Sentralistik, Kepala Daerah PKB Harus Inovatif

Cak Imin Sebut Pemerintahan Jokowi Sentralistik, Kepala Daerah PKB Harus Inovatif

Nasional
Pemerintah Akan Pastikan Status Tanah Warga Terdampak Erupsi Gunung Ruang serta Longsor Tana Toraja dan Sumbar

Pemerintah Akan Pastikan Status Tanah Warga Terdampak Erupsi Gunung Ruang serta Longsor Tana Toraja dan Sumbar

Nasional
Ahmed Zaki Daftarkan Diri ke PKB untuk Pilkada DKI, Fokus Tingkatkan Popularitas

Ahmed Zaki Daftarkan Diri ke PKB untuk Pilkada DKI, Fokus Tingkatkan Popularitas

Nasional
Sengketa Pileg, Golkar Minta Pemungutan Suara Ulang di 36 TPS Sulbar

Sengketa Pileg, Golkar Minta Pemungutan Suara Ulang di 36 TPS Sulbar

Nasional
Mendagri Sebut Biaya Pilkada Capai Rp 27 Triliun untuk KPU dan Bawaslu Daerah

Mendagri Sebut Biaya Pilkada Capai Rp 27 Triliun untuk KPU dan Bawaslu Daerah

Nasional
Airin Ingin Bentuk Koalisi Besar untuk Mengusungnya di Pilkada Banten

Airin Ingin Bentuk Koalisi Besar untuk Mengusungnya di Pilkada Banten

Nasional
Sebut Warga Ingin Anies Balik ke Jakarta, Nasdem: Kinerjanya Terasa

Sebut Warga Ingin Anies Balik ke Jakarta, Nasdem: Kinerjanya Terasa

Nasional
Caleg PSI Gugat Teman Satu Partai ke MK, Saldi Isra: Berdamai Saja Lah

Caleg PSI Gugat Teman Satu Partai ke MK, Saldi Isra: Berdamai Saja Lah

Nasional
Irigasi Rentang Targetkan Peningkatan Indeks Pertanaman hingga 280 Persen

Irigasi Rentang Targetkan Peningkatan Indeks Pertanaman hingga 280 Persen

Nasional
Kuasa Hukum Caleg Jawab 'Siap' Terus, Hakim MK: Kayak Latihan Tentara, Santai Saja...

Kuasa Hukum Caleg Jawab "Siap" Terus, Hakim MK: Kayak Latihan Tentara, Santai Saja...

Nasional
Heboh Brigadir RAT Jadi Pengawal Bos Tambang, Anggota DPR: Tak Mungkin Atasan Tidak Tahu, Kecuali...

Heboh Brigadir RAT Jadi Pengawal Bos Tambang, Anggota DPR: Tak Mungkin Atasan Tidak Tahu, Kecuali...

Nasional
Geledah Setjen DPR dan Rumah Tersangka, KPK Amankan Dokumen Proyek hingga Data Transfer

Geledah Setjen DPR dan Rumah Tersangka, KPK Amankan Dokumen Proyek hingga Data Transfer

Nasional
Ditegur MK Tak Serius Ikuti Sidang, KPU Mengaku Punya Banyak Agenda

Ditegur MK Tak Serius Ikuti Sidang, KPU Mengaku Punya Banyak Agenda

Nasional
Korlantas Sebut Pelat Khusus “ZZ” Terhindar Ganjil-Genap Jika Dikawal

Korlantas Sebut Pelat Khusus “ZZ” Terhindar Ganjil-Genap Jika Dikawal

Nasional
Polri Bentuk 10 Satgas Pengamanan untuk World Water Forum Ke-10 di Bali

Polri Bentuk 10 Satgas Pengamanan untuk World Water Forum Ke-10 di Bali

Nasional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com