Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Munas PBNU Akan Sampaikan Rekomendasi untuk Jokowi-JK

Kompas.com - 23/10/2014, 18:31 WIB
Ihsanuddin

Penulis


JAKARTA, KOMPAS.com - Pengurus Besar Nahdlatul Ulama akan segera menggelar Musyawarah Nasional pada 1-2 November 2014. Acara yang akan diselenggarakan di Gedung PBNU, Jakarta Pusat, itu antara lain bertujuan memberikan rekomendasi kepada Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla. Salah satu hal yang akan menjadi rekomendasi adalah masalah kemiskinan.

"Ekonomi sekarang ini, yang tumbuh semakin tumbuh, yang miskin semakin miskin. Masih ada sekitar 30 juta yang miskin banget dan itu mayoritas warga NU," kata Ketua Umum PBNU Said Aqil Siradj dalam konferensi pers di Gedung PBNU, Jakarta Pusat, Kamis (23/10/2014).

Selain itu, akan diberikan pula rekomendasi untuk mengantisipasi gerakan Islam radikal, seperti Islamic State in Iraq and Syiria (ISIS) atau Negara Islam di Irak dan Suriah. "ISIS, dengan tidak ragu-ragu, kita menolak dan mengutuk. Meskipun katanya mereka ingin membangun islam sentral, tapi dengan menggunakan kekerasan. Sudah ribuan korban jatuh," ujar Aqil.

Aqil mengatakan, saat ini surat audiensi sudah disampaikan kepada Jokowi. Dalam audiensi itu, undangan untuk menghadiri Munas akan disampaikan. "Kalau ke Pak JK, sudah bertemu. Sudah saya sampaikan langsung," ujar dia.

Aqil berharap presiden dan wakil presiden yang baru saja dilantik ini bisa menghadiri Munas PBNU. Dengan begitu, rekomendasi yang diberikan bisa disampaikan langsung kepada keduanya untuk segera dapat dikerjakan.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

KPK Kembali Panggil Gus Muhdlor Sebagai Tersangka Hari Ini

KPK Kembali Panggil Gus Muhdlor Sebagai Tersangka Hari Ini

Nasional
Teguran Hakim MK untuk KPU yang Dianggap Tak Serius

Teguran Hakim MK untuk KPU yang Dianggap Tak Serius

Nasional
Kuda-kuda Nurul Ghufron Hadapi Sidang Etik Dewas KPK

Kuda-kuda Nurul Ghufron Hadapi Sidang Etik Dewas KPK

Nasional
Laba Bersih Antam Triwulan I-2024 Rp 210,59 Miliar 

Laba Bersih Antam Triwulan I-2024 Rp 210,59 Miliar 

Nasional
Jokowi yang Dianggap Tembok Besar Penghalang PDI-P dan Gerindra

Jokowi yang Dianggap Tembok Besar Penghalang PDI-P dan Gerindra

Nasional
Sebut Jokowi Kader 'Mbalelo', Politikus PDI-P: Biasanya Dikucilkan

Sebut Jokowi Kader "Mbalelo", Politikus PDI-P: Biasanya Dikucilkan

Nasional
[POPULER NASIONAL] PDI-P Harap Putusan PTUN Buat Prabowo-Gibran Tak Bisa Dilantik | Menteri 'Triumvirat' Prabowo Diprediksi Bukan dari Parpol

[POPULER NASIONAL] PDI-P Harap Putusan PTUN Buat Prabowo-Gibran Tak Bisa Dilantik | Menteri "Triumvirat" Prabowo Diprediksi Bukan dari Parpol

Nasional
Tanggal 5 Mei 2024 Memperingati Hari Apa?

Tanggal 5 Mei 2024 Memperingati Hari Apa?

Nasional
Sempat Berkelakar Hanif Dhakiri Jadi Menteri, Muhaimin Bilang Belum Ada Pembicaraan dengan Prabowo

Sempat Berkelakar Hanif Dhakiri Jadi Menteri, Muhaimin Bilang Belum Ada Pembicaraan dengan Prabowo

Nasional
PKS Janji Fokus jika Gabung ke Prabowo atau Jadi Oposisi

PKS Janji Fokus jika Gabung ke Prabowo atau Jadi Oposisi

Nasional
Gerindra Ungkap Ajakan Prabowo Buat Membangun Bangsa, Bukan Ramai-ramai Masuk Pemerintahan

Gerindra Ungkap Ajakan Prabowo Buat Membangun Bangsa, Bukan Ramai-ramai Masuk Pemerintahan

Nasional
PKB Terima Pendaftaran Bakal Calon Kepala Daerah Kalimantan, Salah Satunya Isran Noor

PKB Terima Pendaftaran Bakal Calon Kepala Daerah Kalimantan, Salah Satunya Isran Noor

Nasional
ICW Sebut Alasan Nurul Ghufron Absen di Sidang Etik Dewas KPK Tak Bisa Diterima

ICW Sebut Alasan Nurul Ghufron Absen di Sidang Etik Dewas KPK Tak Bisa Diterima

Nasional
Nasdem Kaji Duet Anies-Sahroni di Pilkada Jakarta

Nasdem Kaji Duet Anies-Sahroni di Pilkada Jakarta

Nasional
PDI-P Tuding KPU Gelembungkan Perolehan Suara PAN di Dapil Kalsel II

PDI-P Tuding KPU Gelembungkan Perolehan Suara PAN di Dapil Kalsel II

Nasional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com